Shadow Girl

Shadow Girl
Eps.8 Periksa Ke Rumah Sakit


__ADS_3

Malam itu Inspektur Lucca benar-benar tak bisa tidur karena merasa dunia ini begitu berisik dan membuatnya merasa tidak tenang sama sekali.


“Ada apa sebenarnya ini ?” pria itu masih terjaga meskipun Jam menunjukkan sudah lewat tengah malam sedangkan dirinya banyak kesibukan dan misi harus diselesaikan maka dari itu ia harus cukup tidur.


“Ini tak bisa dibiarkan terus-menerus seperti ini.” Inspektur Lucca sudah berapa kali mencoba memejamkan matanya namun tetap tak bisa tidur karena mendengar dunia yang menjadi sangat berisik tanpa sebab.


Terpaksa pria itu berjalan menuju ke kotak obat untuk mengambil obat pemenang yang kemudian langsung di telannya saat itu juga.


“hmm...” lima menit kemudian obat tersebut mulai bereaksi dan terlihat Inspektur Lucca segera ambruk begitu mencium bantal dan tertidur sampai pagi.


Kring


Dering weker melengking membangunkan tidur Inspektur Lucca ya masih nyenyak tidur dan memaksanya untuk membuka mata.


Pria itu sengaja memasang alarm karena takut bangun kesiangan setelah minum obat penenang.


“Untunglah semalam aku bisa tidur.” Inspektur Lucca berjalan sambil menguap dan masuk ke kamar mandi.


Sesaat kemudian pria itu sudah terlihat rapi dalam pakaian kerjanya.


“Untung saja aku tidak terlambat karena hari ini ada misi.” Inspektur Lucca petugas masuk ke mobil dan menuju ke tempat kerjanya.


“Pagi Inspektur.” sapa anggota kepolisian yang ada di sana begitu melihat pimpinan mereka datang sambil memberi hormat.


“Pagi semuanya. Lima menit lagi apel pagi dan kalian siap untuk menjalankan misi hari ini.” pria itu menjawabnya sembari berlalu dan masuk ke ruangannya.


Para anggota kepolisian sudah terlihat bersiap di luar kantor dan hanya tinggal menunggu datangnya Inspektur Lucca saja untuk apel pagi.


“Berikan penghormatan pada bendera kita sebelum menjalankan misi.” lima menit berikutnya Inspektur Lucca keluar dari ruangan dan memimpin jalannya apel pagi.


“Semuanya bersiap untuk menjalankan misi kali ini.” ucap Inspektur Lucca di menit kesepuluh dan pada hitungan ketiga semua aggaota timnya sudah ada di mobil.

__ADS_1


Mereka sedang mengejar beberapa kriminal dari Swiss yang kabur ke tempat mereka dan bersembunyi di tengah hutan.


“Semuanya siaga di tempat masing-masing!” perintah Inspektur Lucca begitu mereka sampai di sebuah hutan yang lokasinya jauh dari pusat Kota dan masih perawan.


15 orang mengapung area hutan sesuai dengan perintah atasannya.


“Sshs...” tiba-tiba Inspektur Lucca mendengar suara berdesis lima meter di depannya.


“Ada ular di posisi jam 01.00.” ucapnya mengabarkan pada timnya agar mereka berhati-hati.


Dan benar saja tepat di arah yang ditunjukkan oleh Inspektur terdapat seekor ular piton sepanjang 3 meter yang langsung mereka binasakan.


Misi kali ini tidaklah sulit dan karena itu Inspektur hanya membawa pasukan 15 orang saja dan dia meninggalkan lokasi begitu timnya melacak dan menemukan keberadaan target.


“dor !” Inspektur Lucca menembakkan peluru ke udara karena ada sebuah helikopter mata-mata yang akan melemparkan granat ke arahnya.


“Hiss... ternyata hanya seekor burung camar saja.” sesalnya tak melihat dulu ada apa di udara dan langsung menembaknya.


“Siapa itu ?” Inspektur Lucca tiba-tiba menarik senapan laras panjangnya dan bersiap untuk menekan kokang setelah melihat sosok bayangan melintas dengan cepat di depannya.


“Aneh.” batinnya merasa bisa mendengar suara kemana bayangan itu pergi padahal biasanya iya tak bisa melihatnya juga tak bisa mendengarnya.


“Kesana.” Inspektur Lucca hanya mengandalkan pendengarannya saja yang saat itu berfungsi untuk mengejar sosok bayangan tadi


yang mempercepat gerakannya karena Inspektur Lucca berhasil mengejarnya.


“dor.” meskipun tak bisa melihat pria itu tetap bisa mendengar dengan jelas ke arah mana bayangan tadi menghilang, tepatnya bersembunyi di balik bebatuan dan Inspektur segera memberondongkan tembakan ke sana.


“cssh.” sebuah asap keluar dari balik batu yang tadi ditembaki oleh Inspektur Lucca dan ia segera menuju ke sana.


Ia berharap menemukan sosok yang tadi ia tembak dan ternyata hanya ada tubuh yang sudah hancur menjadi abu di sana tanpa ia mengetahui sosoknya seperti apa.

__ADS_1


“Sayang sekali.” Inspektur Lucca melepas sarung tangan karetnya dan membuangnya ke dekat abu yang barusan dipegangnya.


“Inspektur kami sudah berhasil menangkap target.” teriak salah seorang anggota polisi mencari keberadaan pimpinan mereka.


“Suara itu ada di arah pukul 02.00.” dari suara didengar hanya bisa menentukan dengan cepat di mana posisi anggota yang memanggilnya itu.


Inspektur Lucca kemudian segera berlari menuju ke arah pukul 02.00. “Cepat bawa mereka semua dan kita kembali sekarang.” perintah nya melihat lima orang kriminal yang sudah diikat borgol oleh para anggotanya.


“Siap, inspektur.”


Mereka semua berada di mobil kembali ke kantor polisi sektor A. Di tengah jalan Inspektur kembali mendengar sesuatu. Ya, suara seseorang yang bergerak dengan cepat dan mengejarnya.


“dor !” Inspektur Lucca menembakkan pistolnya ke arah samping mobilnya.


“Aneh sekali tidak ada apa-apa di sana tapi kenapa Inspektur Lucca terus menembak tanpa henti ?” pekik salah satu anggota yang berada dalam mobil lain melihat aksi pimpinannya menembak area kosong.


“Entahlah apa itu tadi, tapi Sekarang aku sudah tak mendengar suara pergerakan mereka lagi. Apa mereka sudah habis ?” pria itu kemudian kembali duduk dengan tenang sambil menyerukan kembali pistolnya.


Tiga hari kemudian pria itu terlihat semakin stress karena semakin hari dia merasa semakin berisik dan itu membuatnya tak nyaman sama sekali. Ia pun memutuskan untuk pergi ke rumah sakit dan memeriksakan dirinya.


“Bagaimana dokter, apakah ada yang salah dengan pendengaran ku ?” tanya Inspektur Lucca pada dokter yang memeriksanya.


“Inspektur pendengaran anda baik-baik saja sama sekali tak ada yang aneh dengannya.” ucap dokter menjelaskan dan memberitahu kondisi pasien yang datang baik-baik saja.


“Baik dokter terima kasih.” pria itu segera keluar dari ruang periksa meskipun sebenarnya ia tidak puas dengan jawabannya dan yakin ada yang salah dengan pendengarannya.


Di tengah jalan dalam perjalanan pulang, inspektur kembali mendengar sosok bayangan yang mengejarnya, namun entah Kenapa bayangan itu terasa bersahabat tak seperti bayangan sebelumnya.


“Lucca...” ucap seorang wanita yang berada di tepi jalan berada di atap sebuah gedung tinggi menatap Inspektur Lucca dan segera menghilang dari sana.


Setelah sosok wanita tadi menghilang, muncul lagi banyak bayangan yang kali ini mengejar Inspektur Lucca.

__ADS_1


__ADS_2