Shadow Girl

Shadow Girl
Eps. 24 Mengeluarkan Racun


__ADS_3

“Lucca... !” Livia segera menghampiri Inspektur Lucca yang tergeletak di lantai dengan cemas melihat pria itu tak sadarkan diri padahal secara fisik tubuhnya tidak terluka Bahkan tak ada sedikit udara yang menetes dari tubuhnya.


“Samuel sialan ! Dia meracuni mu.” pekiknya setelah memeriksa kondisi inspektur yang juga adalah kekasihnya.


Ya, Samuel memasukkan racun melalui kuku di jari tangannya yang akan menginfeksi lawannya hanya dengan menyentuh kulitnya saja. Untuk vampir mungkin Legend itu tak akan begitu menyakitkan tapi bagaimana dengan manusia yang mempunyai ketahanan yang terbatas dan berbeda dengan vampir ?


“Gawat aku harus segera mengeluarkan racun itu dari tubuhmu sebelum terlambat.” pekik Livia melihat tubuh pria itu mulai berubah warna sedikit biru.


Livia mengeluarkan pisau belati nya untuk menyayat leher pria itu dan mengeluarkan racunnya. Namun belum sempat ia menyayat racun itu sudah menyebar dengan cepat.


“Gawat, aku harus cepat.” Livia semakin panik saat menyentuh tangan inspektur yang menjadi dingin. “Lucca kau harus segera sadar. Aku tak akan membiarkanmu pergi lagi dari ku. Tidak akan.”


Livia pun terpaksa menyentuh bibir pria tersebut dan dengan cepat ia mendaratkan ciuman di sana. Bukan untuk menikmati bibirnya namun untuk menghisap semua racun di tubuh pria itu karena jika menghisap racun melalui leher tak bisa dilakukan lagi mengingat kondisinya yang sudah parah.


“Semoga aku belum terlambat dan bisa mengeluarkan semua racun di tubuh mu.” Livia terus menghisap racun di tubuh Inspektur.


“pfft !” lima menit setelahnya Livia melepaskan tautan bibir mereka lalu memuntahkan semua racun yang berhasil dihisapnya.


“Livia... apa yang terjadi denganku ? Inspektur Lucca membuka mata beberapa menit setelahnya. “Apa ini ?” Ia melihat cairan berwarna ungu pekat di dekatnya namun menjadi asap dan menghilang saat dia menyentuhnya.

__ADS_1


“Lucca syukurlah kau selamat.” jawabnya dengan lemas dan juga berkeringat dingin.


“Livia kau kenapa ?” kali ini Inspektur khawatir melihat wanita di hadapannya itu terlihat pucat bahkan tubuhnya hampir roboh. “Livia !”


Namun sayangnya, Livia tak memberikan penjelasan juga tak mengeluh sama sekali padanya. Inspektur Lucca berhasil menangkap Livia yang hampir jatuh lalu membawa wanita itu dalam pelukannya.


“Apa aku terluka parah dan kau menyelamatkan diriku ?” Pria itu menyentuh pipi Livia sembari mendekatkan wajahnya.


“Asal kau selamat, aku sudah senang. sudah kau bilang aku bisa menyembuhkan diriku sendiri.”


Namun meskipun begitu pria itu tetap saja khawatir padanya karena terlihat semakin lemah. “Livia apa kau perlu darahku ?”


“Livia mungkin darah ku bisa menyembuhkan lukamu.” ia pun segera memberikan lehernya. “Hisap darah ku sekarang.”


Livia tak menjawab dan malah menatap intens pria itu sembari memeluknya erat.


“Hisaplah darah ku, cepat. Aku tak mau sesuatu terjadi padamu.” ulang Inspektur karena tak ada respon dari Livia.


Karena pria itu terus mendesaknya maka Livia pun menghisap setetes darah Inspektur.

__ADS_1


Secara bertahap Inspektur bisa merasakan suhu tubuh Livia berangsur-angsur pulih kembali seperti semula.


“Livia kau sudah kembali.” ucapnya senang bukannya melepas pelukannya namun malah mempererat pelukannya.


“Lucca...” Livia menyentuh pipi inspektur dengan lembut.


“Bolehkah aku...” Inspektur Lucca kemudian mendaratkan ciuman di bibir Livia seperti magnet yang tiba-tiba menariknya dan Livia membalas ciuman itu, ciuman yang sudah lama sekali ia rindukan.


“klak.” di saat mereka sedang berciuman pintu tiba-tiba terbuka.


“Inspektur ada tugas dari kantor pusat.” Aiptu Daniel masuk ke kantor Inspektur ia melihat pemandangan yang semestinya tak ia lihat. “Oh, sepertinya aku masuk di saat yang tidak tepat. Silakan Inspektur lanjutkan.”


Aiptu Daniel tak mau mengganggu waktu privasi Inspektur dengan Livia dan segera pergi dari sana dengan membawa kembali dokumen yang akan ia serahkan.


Mereka melepaskan tautan bibir mereka saat melihat Aiptu Daniel masuk.


“Dia sudah keluar.”


Inspektur Lucca kembali mencium bibir Livia setelah pintu tertutup rapat.

__ADS_1


__ADS_2