
Hiks...hiks..
Tangisan shalwa semakin pecah, saat mendengar penuturan sang kakek, yang saat ini terbaring lemah, di atas ranjang rumah sakit.
"kakek berharap,...kamu mau memenuhi permintaan kakek ini nak..?!" harap kakek.
kakek menghela nafas berat saat mengutarakan keinginannya pada sang cucu, yang salama ini ia rawat dengan penuh kasih.
kakek tau ini pasti berat untuk di terima oleh cucunya, namun, kakek berharap ada yang slalu menjaga dan menyayanginya, bila ia sudah tak bisa menjaga dan menemaninya lagi.
kakek juga berharap, kebahagiaan selalu menyertai cucunya..
kakek menggenggam tangan Shalwa, dan menghapus air mata, yang membasahi pipi cucunya itu dengan lembut...
"Nak,,, Fahmi adalah orang yang baik, kakek berharap kamu mau menerima pinangannya..!." mohonya lagi.
Shalwa hanya mampu mengangguk pasrah sambil terisak dengan permohonan kakeknya itu.
Shalwa hanya berharap orang yang ia sayangi, yang selama ini selalu merawat, dan melimpah kan kasih sayang untuknya, segera tenang agar mengurangi sesaknya dan lekas sembuh.
__ADS_1
kakek bersyukur atas respon cucunya, tapi juga menghela nafas berat karna dadanya kian sesak, karna penyakit asma yang selama ini di ceritanya, dan melihat cucunya yang menangis tersedu, kakek tak tega tapi mungkin ini yang terbaik.
"Alhamdulillah kakek lega sekarang." kakek tersenyum sambil terus mengusap air mata cucunya.
"kalau gitu shalwa segera bersiap, karna acaranya nanti malam sehabis isya..!." "tante Arumi akan membantu shalwa."
Shalwa menarik nafas dalam dan menghembuskan nya, mengusap air mata yang terus keluar, sambil memaksakan senyum pada kakeknya.
Shalwa memegang tangan kakek dan menciumnya,,,
"yaudah kalo gitu kakek istirahat dulu ya, jangan pikirkan apapun lagi, " shalwa menarik nafas dalam dan menghembuskannya perlahan sambil membenarkan selimut kakeknya "nanti shalwa akan bersiap, tapi sekarang shalwa mau mengunjungi ayah da ibu dulu, boleh,,?" pintanya dengan suara lirih.
Shalwa keluar setelah pamit pada kakek.
kakek memandang punggung cucunya yang menghilang di balik pintu, tak terasa tetesan bening dan hangat mengalir di pipanya. sebenarnya ia tak rela harus melepas cucunya yang masih kecil baginya, tapi rasanya ia sudah tak kuat lagi menahan sakitnya, dan merasa waktunya takkan lama lagi, dan harus segera mempercayakan cucunya pada orang lain.
diluar Shalwa melihat tante Arumi dan kakak sepupunya Ardi dengan sendu, ber'alih ke calon suami dan mertuanya.. "em,,,boleh saya mengunjungi makam orangtua saya dulu..?" tanyanya dengan lirih.
"ya,,, apakah kami juga boleh ikut..?" tanya mama fahmi.
__ADS_1
" ya boleh..." jawab Shalwa.
"kakak juga ikut ya de,,, mama gak papakan disini temenin kakek sendiri...?" kata kakaknya pada shalwa juga tante Arumi.
tante Arumi tersenyum,,,"ya....pergilah temani adikmu..!,"
mereka pergi setelah pamit dengan tante Arumi.
Shalwa pergi dengan mobil kakaknya dan Fahmi mengikuti dari belakang dengan kedua orang tuanya.
tempat pemakaman orangtua Shalwa tak jau dari rumah sakit, hanya sekitar 20 menit mereka sudah sampai.
sesampainya disana mereka mengucap salam untuk ahli kubur,,, lalu Ardi kakak sepupu Shalwa memimpin Do'a berziarah,setelah berdo'a dan baca yasin, Shalwa meminta restu untuk pernikahanya dalam hati.
"ayah ibu Shalwa kesini meminta restu ayah dan ibu untuk pernikahan Shalwa dengan pria pilihan kakek, Ridhoilah langkah Shalwa ayah,ibu.""yaAllah ampuni dosa kedua orangtua hamba, tempatkan mereka di tempat terbaik di sisimu yaRabb..."
Ardi menepuk pundak adiknya pelan "ayo kita kembali kerumah sakit ,kamu harus bersiapkan..?"
"iya kak,,, "jawab Shalwa.
__ADS_1
"mari om, tante, Fahmi.." ajak Ardi pada Fahmi dan orang tuanya.