Shalwa Az-zahra

Shalwa Az-zahra
36.


__ADS_3

semakin hari hubungan Shalwa dan suaminya semakin ada kemajuan, seringnya berinteraksi berdua membuat hubungan yang tadinya berjarak kini sudah lumayan dekat, yang tadinya bila sedang berdua di kamar suka malu dan canggung kini sudah tak canggung lagi.


"besok hari sabtu, abang tak kerjakan?" tanya Shalwa. Shalwa membalikan posisi tidurnya menghadap ke arah sang suami. saat ini mereka sedang tiduran di atas kasur mereka hendak tidur karna ini sudah malam dan jam sudah menunjukan pukul 10 malam.


"ya." jawab Fahmi sambil ikut membalikan tubuhnya menghadap ke arah istri kecilnya. Fahmi selalu terpesona melihat kecantikan sang istri apalagi kini wajah itu polos tak terpoles apapun terlihat manis dan segar alami apalagi saat melihat bibir mungil sang istri ingin sekali Fahmi melahapnya dengan rakus.


"apa abang akan kesepian besok sendirian di rumah, mungkin Shalwa harus bolos besok untuk nemenin abang di rumah." kata Shalwa sambil menatap netra suaminya yang hitam legam.


"terimakasih atas perhatian istri kecil abang ini, tapi adek gak boleh bolos sekolah kan sebentar lagi mau ujian nanti ke tinggalan pelajarannya. adek harus rajin sekolah dan belajar biar nanti lulus sekolahnya supaya nanti bisa selalu menemani abang di manapun." Fahmi tersenyum dan mengambil tangan Shalwa lalu membawanya ke pipinya mengeluskannya di sana sambil sesekali mengecupnya.


Shalwa selalu merasa ada sengatan di tangannya bila Fahmi menggenggam tangannya apalagi sekarang suaminya itu mengecupi tangannya, perasaan Shalwa sungguh tak karuan dan jantungnya berdetak dengan kencang sampai-sampai Fahmipun mendengar suara detakan jantungnya. Shalwa menundukan kepalanya menyembunyikan semburat merah yang menghiasi pipinya.


Fahmi yang merasaakan detakan jantung istri kecilnya lalu membawa tangan Shalwa meletakannya di dadanya yang juga sedang berdebar kencang.


Shalwa mendongak melihat wajah tampan suaminya yang juga sedang memperhatikan dirinya dengan intens. mereka saling tatap saling mengagumi keindahan ciptaan tuhan yang memikat hati satu sama lain.


secara sadar dan tidak sadar perlahan Fahmi menyentuh pundak Shalwa dengan lembut sambil mendekatkan wajahnya ke arah sang istri dan menempelkan bibirnya di bibir mungil istri kecilnya, hanya menempel saja tanpa melakukan apapun. Fahmi memejamkan matanya merasakan hangat bibirnya yang menyentuh bibir sang istri.


tapi tidak dengan Shalwa, dia melebarkan matanya karna terkejut dengan tindakan Fahmi. walau terkejut Shalwa tak berani mengelak karna ini memang wajar dan sudah haknya, meski Fahmi melakukan lebih dari inipun Shalwa hanya harus menerimanya karna Fahmi adalah suaminya. akhirnya Shalwa pun memejamkan matanya ingin merasakan dan membiasakan diri dengan perasaan aneh yang di rasakannya. ini adalah sentuhan pertama bibirnya begitu juga dengan Fahmi.


setelah sekian lama saling menempelkan bibir Fahmi membuka matanya dan menjauhkan wajahnya dari sang istri, Fahmi melihat mata istrinya yang terpejam juga perlahan terbuka dan netra mereka bertemu dan saling mengunci.


"maaf jika abang membuat adek terkejut." ucap Fahmi dengan pelan sambil menatap netra sang istri yang tak menunjukan reaksi apapun.


"tak apa, bukankah ini wajar dan kita harus berani memulai" kata Shalwa juga dengan pelan sambil memberikan senyum termanisnya pada sang suami. walau dalam hatinya merasa takut dan tak nyaman tapi Shalwa bertekad akan memberanikan diri. "jika abang menginginkan yang lebih Shalwa juga akan menerimanya dengan senang hati." lanjutnya lagi dengan suara yang semakin pelan dan menundukan wajahnya karna dia jadi merasa malu bertatapan dengan suaminya


Fahmi sungguh lega dan senang mendengar ucapan istrinya itu. "terimakasih" ucap Fahmi sambil menyentuh dagu istri kecilnya dan membuatnya menatap kembali ke arahnya, Fahmi dapat melihat wajah merona sang istri dengan jelas karna memang kamar itu terang benderang karna Shalwa tak suka tidur dengan ke adaan gelap. dan Fahmi juga merasakan tubuh bergetar istrinya saat dia kembali mendekatkan wajahnya ke arah sang istri dan menyentuh tengkuk istrinya, Fahmi semakin merasakan istrinya bergetar kala ia kembali menempelkan bibirnya dan menyesap bibir istri kecilnya pelan.

__ADS_1


Fahmi merasakan rasa manis dan lembut kala menyesap bibir istrinya ingin sekali ia merasakannya lebih lama dan melakukan lebih dari itu, tapi Fahmi tak ingin memaksakan keinginannya, walau tadi Shalwa berkata akan menerimanya dengan senang hati tapi Fahmi tau istri kecilnya ini belum siap dan merasa takut. jadi Fahmi menyudahinya segera dan mengusap bibir istrinya yang basah dengan ibu jarinya lalu membawa Shalwa ke dalam pelukannya, mendekapnya dengan lembut dan mengecup puncak kepala sang istri dengan sayang, Fahmi ingin istrinya segera merasa tenang.


"terimakasih sudah mau berusaha untuk menerima abang, tapi abang tak akan melakukannya sebelum adek siap dan belum merasa nyaman dengan sentuhan abang. tidurlah ini sudah malam, besok adek harus sekolah nanti malah ketiduran di kelas karna malamnya adek begadang.!" kata Fahmi sambil mengelus kepala sang istri dengan lembut.


Shalwa menganggukan kepalanya pelan sebagai jawabannya.


semakin lama Fahmi merasakan istrinya berangsur tenang dan terdengar nafasnya yang mulai teratur. Fahmi mengecup puncak kepala sang istri lama. "selamat tidur sayang mimpi indah dan semoga Allah meridhoi hubungan kita. Aamiin..." ucap Fahmi dan dirinyapun ikut memejamkan mata menyusul sang istri.


*


ke esokan harinya Shalwa melakukan aktivitas seperti biasa dan di bantu oleh suaminya. selesai sarapan dan sudah rapi dengan baju sekolahnya Shalwa berangkat sekolah di antar suaminya seperti biasa tapi kali ini sang suami kembali pulang ke rumah setelah mengantarkannya.


Fahmi menggenggam tangan Shalwa sebelum sang istri keluar dari mobil, Shalwa menoleh ke arah suaminya yang wajahnya sudah beberapa senti lagi dari wajahnya. tiba-tiba Fahmi mengecup kening Shalwa dan mengusap kepala Shalwa yang terbungkus kerudung dengan pelan.


Shalwa kaget tapi tak ayal dia tersenyum malu dan semburat merah kembali menghiasi pipinya.


"mulai sekarang adek harus terbiasa dengan ini" bisik Fahmi di telinga sang istri setelah itu Fahmi menjauhkan kepalanya dari Shalwa dan kembali duduk di kursinya.


Fahmi terkekeh kecil melihat tingkah istri kecilnya, rasanya sungguh senang membuat istrinya tersipu dan melihat pipinya yang merah merona. setelah itu Fahmi memutar kendaraannya dan kembali pulang ke rumah walau di sini sedang libur tapi pekerjaan Fahmi masih memiliki pekerjaan dari perusahaan miliknya yang ada di pusat kota yang selalu ia kerjakan melalui laptopnya.


Shalwa berjalan terburu-buru tanpa memedulika sekelilingnya yang Shalwa inginkan adalah segera jauh dari Fahmi untuk sekarang ini karna merasa malu. bahkan Alma yang berdiri di pintu gerbang sedang menunggunyapun tak di pedulikannya.


Alma jadi heran sendiri melihat tingkah sahabatnya dan membuntutinya dari belakang sampai masuk ke dalam kelas mereka.


"kamu kenapa Shal?, di kejar hantu?" tanya Alma setelah mereka duduk di kursinya.


Shalwa menggelengkan kepalanya sambil menetralkan prasaannya.

__ADS_1


"terus kenapa jalannya buru-buru gitu sampai-sampai aku nyapapun gak kamu peduliin?" tanya Alma lagi.


"maaf ya, bukan maksud gak peduliin kamu, aku minta maaf?" Shalwa nyengir ke arah sahabatnya sambil menangkupkan tangan.


"emang kamu kenapa? ada yang ngejar?" tanya Alma lagi tak memedulikan permintaan sahabatnya.


"gak papa kok aku biasa aja." jawab Shalwa pura-pura tenang padahal jantungnya lagi berdebar kencang.


"masa gak papa gitu, muka kamu juga merah, sakit ya?" kata Alma sambil menempelkan punggung tangannya di dahi Shalwa.


"apaan sih aku gak papa ko" ucap Shalwa sambil menyingkirkan tangan Alma dari dahinya.


"gak panas gak demam kok tapi muka kamu merah" kata Alma heran.


"emang siapa yang demam," kata Shalwa sambil memutar matanya malas.


"iya ya, oya besok kamu mau kemana?" tanya Alma pada Shalwa.


"gak kemana-mana di rumah aja, emang kenapa?." jawab Shalwa.


"aku mau ke taman bermain sama Balqis, dan sifa sama orang tua mereka, mau ikut gak?" kata Alma.


"pengen sih udah lama gak main, tapi kasian suami aku di rumah sendirian." kata Shalwa.


"ya udah ajak aja" saran Alma.


Shalwa menganggukan kepalanya "gimana nanti aja deh tanyain dulu" kata Shalwa.

__ADS_1


Alma mengangkat jempolnya "kalo ikut besok samper ke rumah aku nanti kita berangkatnya bareng ya." kata Alma.


Shalwa menganggukkan kepalanya. tak lama belpun berbunyi tanda sudah waktunya masuk kelas dan belajar di mulai.


__ADS_2