Shalwa Az-zahra

Shalwa Az-zahra
30.


__ADS_3

hari ini tante Arumi dan Ardi akan pergi ke rumah nenek terlebih dahulu baru setelah itu berangkat ke desa calon istrinya ILham setelah semuanya berkumpul.


"kenapa gak nenek saja yang menginap dulu di sini tante, Shalwa pasti akan kesepian di sini." Shalwa memeluk tante Arumi sebelum tante Arumi masuk mobil.


"bukankah ada suamimu yang menemani, jangan cengeng dan jangan terus bermanja pada ibuku, kaukan sudah punya suami jadi bermanja-manjalah pada suamimu." Ardi mencibir dari dalam mobil. "ayo mah tinggalkan saja putrimu, jangan ladeni sipat manjanya dia sudah besar juga sudah bersuami." ucap Ardi lagi.


"ish kak Ardi ini suka ganggu orang aja padahal lagi melow gini loh." Shalwa mendelikan matanya ke arah kakaknya.


"baik-baik di rumah ya jangan kelayapan apalagi tanpa izin suamimu." kata Ardi lagi.


"iya kak, kakak juga jangan macem-macem di sana, kakak harus tau ada yang selalu menanti kakak di sini." ucap Shalwa, ekor matanya melirik ke arah orang yang dari tadi memperhatikan mereka.


"siapa yang menanti kakak disini? palingan juga kamu yang menanti oleh-oleh dari kakak.." ucap Ardi cuek. "nanti mau di kirim oleh-oleh apa?" lanjutnya lagi.


"enggak, aku gak mau oleh-oleh, aku cuma mau kakak jaga hati kakak aja." ucap Shalwa.


"ish kenapa? bukanya kamu yang nyuruh kakak untuk cari pasangan. kakak kesana itu niatnya juga mau cari yang cocok, masa hatinya harus di jaga. kamu ini ada-ada aja." kata Ardi. "ayo mah masuk..! jangan di manjain terus itu anak, jadi kebiasaankan. mamah itu anaknya aku bukan dia, kok malah dia yang di manja-manja." gerutu Ardi.


tante Arumi dan Fahmi yang menyaksikan mereka berdua berdebat hanya menggelengkan kepalanya saja.


Shalwa tak menanggapi lagi ocehan kakaknya, Shalwa melambaikan tangannya ke arah orang yang memperhatikan mereka dari tadi, dari pintu pagar rumahnya. "sini..." ucapnya dengan suara sedikit keras.


Alma melangkah perlahan dengan perasaan yang tak karuan, setelah Shalwa melambaikan tangannya padanya. ya, yang memperhatikan dari tadi adalah Almahyra. dia ingin melihat pujaan hatinya sebelum dia pergi ke desa tapi orang yang ingin dia lihat sudah masuk ke mobil.


"eh nak Alma, mau berangkat sekolah?" tanya tante Arumi ramah.


"iya tante, tante mau kemana kok udah rapi banget?." kata Alma setelah menyalami tangan tante Arumi dengan sopan.


"tante mau nginap di rumah nenek Ardi, soalnya yang lain mau ke desa calon istrinya ILham. jadi kasian nenek pasti kesepian jadi tante mau kesana nemenin nenek." jawab tante Arumi. "ya udah tante pergi dulu ya sayang, belajar yang rajin biar lulus sekolahnya.!" lanjut tante Arumi sambil tersenyum dan mengusap lengan Alma dengan sayang.


"Shalwa juga yang rajin belajarnya, kasian suamimu kalau sampai kamu gak lulus." gurau tante Arumi pada Shalwa, lantas Shalwa cemberut mendengar ucapan tantenya. "ya udah tante pergi ya sayang. Assalamu'alaikum."

__ADS_1


"wa'alaikumsalam"


Ardi yang melihat mamahnya sudah masuk lantas berpamitan pada Shalwa, Fahmi, dan juga Alma. Ardi menyalakan mesin mobilnya dan melajukannya ke jalanan.


"kamu berangkat sama siapa Al.?" tanya Shalwa. setelah mobil Ardi sudah tak terlihat.


"sama kak Mira sekalian mereka mau pulang. jadi aku ikut kan jalannya se arah." jawab Alma dengan masih fokus melihat ke arah menghilangnya mobil Ardi.


"kak Mira udah mau pulang Al?" Shalwa setengah berteriak saking kagetnya sampai-sampai Alma dan Fahmi menutup ke dua telinganya.


"issh biasa aja kali gak usah teriak-teriak, telingaku masih bagus." Alma mencebik ke arah Shalwa.


"hehe.. maaf soalnya aku kaget loh. akukan belum ketemu si dedek masa udah pulang lagi." Shalwa cengengesan meliha sahabatnya yang mencebik.


"ya udah ayo kalo mau ketemu si dedek mumpung masih ada!" ajak Alma.


Shalwa melihat ke arah suaminya "abang tolong tunggu sebentar ya, Alma mau nemuin si dedek dulu sebentar." izin Shalwa pada suaminya. Fahmi menganggukan kepalanya. "ya abang tunggu di mobil ya." jawab Fahmi.


*


"adeeek...." Shalwa langsung berlari menyongsong dan memangku putra kak Mira saat melihatnya keluar dari rumah. bocah berumur 5 tahun itu Azmi namanya.


"uuhhh kakak kangen banget sama adek, kenapa adek lama sekali pulangnya." kata Shalwa sambil memeluk Azmi dengan erat.


"uuhh ka Shalwa lepasin adek, adek gak bisa nafas." Azmi mendorong Shalwa dengan tangan mungilnya.


"hehe maaf.. kenapa adek gak mampir ke rumah kakak," Shalwa menurunkan Azmi karna anak itu terus memberontak minta di turunin. Shalwa berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan bocah kecil itu.


"hehe.. maaf ka Shalwa adek lupa soalnya ke asikan main terus sama Aqis jadi lupa sama kakak." ucap bocah kecil itu sambil cengengesan memperlihatkan giginya depannya yang besar seperti gigi kelinci.


"oh jadi sekarang adek udah gak ingat lagi sama kakak. tega sekali." Shalwa memonyongkan bibirnya pura-pura merajuk.

__ADS_1


"maaf, soalnyakan udah lama Azmi gak kesini jadi Azmi sangat rindu pada Aqis dan lupa sama kakak. maafin Azmi ya kak?" Azmi menangkupkan tangan nya di depan dada pada Shalwa dengan mata berkaca-kaca, jurus andalannya.


"iya dech kakak maafi tapi kali ini aja. awas saja kalo lain kali adek kesini dan lupa lagi sama kakak gak akan kakak kasih coklat." ucap Shalwa sambil menyodorkan sekotak coklat yang dia ambil dari tasnya.


"Azmi gak janji, hehehe" kata Azmi cengengesan sambil menerima sekotak coklat yang di sodorkan Shalwa. "makasih kak coklatnya." para orang tua sudah terbiasa melihat Azmi dan Shalwa kalo ketemu pasti berdebat jadi mereka hanya menyibukan diri dengan kegiatan masing-masing.


"sama-sama, oya kenapa adek lama sekali gak kesini.?" tanya Shalwa.


"kakak sekarang kan Azmi sudah masuk sekolah jadi sekarang Azmi sibuk sekolah, dan jangan panggil adek lagi Azmi sudah besar, panggil nama saja A Z M I Azmi.!" kata Azmi menekankan huruf namanya.


"hehe iya iya, tapi kakak udah terbiasa panggil adek." Shalwa nyengir ke arah Azmi.


"terserah kakak saja dech" ucap Azmi malas.


"Aqis sini dong! kakak juga punya hadiah untuk Aqis." kata Shalwa pada Balqis yang sedang memperhatikan Shalwa dan Azmi dari balik badan mamahnya. Balqis putri Amir kakak pertamanya Alma.


Shalwa menyodorkan sekotak coklat pada Balqis saat dia menghampiri Shalwa. "uuuhh cantiknya putri kang Amir ini. kakak jadi gemas pengen cubit-cubit." ucap Shalwa pada gadis kecil berkerudung itu.


"makasih kak Awa" ucap gadis kecil itu dengan wajah tersipu lalu kembali berlari ke arah ibunya.


"uuh lihat dia menggemaskan sekali kan tak seperti adek yang suka sekali menyahuti ucapan kakak." kata Shalwa pada Azmi.


"dia memang menggemaskan dan pemalu karna dia kakak perempuanku, tak seperti kak Shalwa yang suka sekali berdebat denganku ataupun bbi Alma." ucap Azmi pada Shalwa "uhh tapi Azmi kangen kak Shalwa juga tapi Azmi harus pulang sekarang jadi gak bisa lama-lama kangen-kangenanya." Azmi memeluk Shalwa dengan wajah sendunya.


"iya kakak juga kangen banget sama adek. nanti kalau libur sekolah adek kesini lagi ya." kata Shalwa.


"ih kak Shalwa ini jangan panggil adek lagi. aku udah besar." ucap Azmi cemberut sambil melepaskan pelukannya.


"hehe..." Shalwa hanya cengengesan.


"udah-udah ini sudah siang loh nanti kita ke siangan Shal, cepetan pergi ke suamimu kasian dia udah nunggu lama. kita juga mau berangkat." lerai Alma. bisa-bisa mereka gak akan berangkat sampai siang kalo gak ada yang melerai perdebatan Azmi dan Shalwa.

__ADS_1


"iya iya, daaah adek kakak pergi sekolah dulu ya nanti terlambat. Assalamu'alaikum". pamit Shalwa setelah menyalami keluarganya Alma. lalu Shalwa melangkahkan kakinya ke arah mobil Fahmi sambil melambaikan tangannya ke arah Azmi.


__ADS_2