Shalwa Az-zahra

Shalwa Az-zahra
05. Pesan terakhir kakek


__ADS_3

" nak,, walaupun kalian nikah tanpa cinta, kakek yakin kalian akan bahagia bila kalian saling berbagi, saling jujur, saling percaya, saling menghargai, dan jadilah pasangan yang saling melindungi, dan yang paling penting saling menyayangi." ucap kakek lemah.


Shalwa dan Fahmi hanya mampu menganggukkan kepala dan bergumam InsyaAllah. sembari sesekali menghapus air mata yang terus keluar dari mata keduanya.


"kakek harap kalian menikah sekali seumur hidup," kata kakek lagi.


"yaudah kakek mau istirahat dulu, kalian juga istirahatlah ini sudah malam...!" ucap kakek. Shalwa menghapus air matanya dan memaksakan senyum. " iya kek, kakek pasti lelah istirahatlah. apa kakek sudah makan dan minum obat..?" tanya Shalwa.


"sudah tadi sebelum isya." jawab kakek.


"yasudah selamat istirahat kek." ucap Shalwa sambil membenarkan selimut kakek lalu mencium pipinya.


"Shalwa,, pulanglah istirahat dirumah ajak suami dan mertuamu..!" titah kakek.


"tapi kek Shalwa pengen disini nemenin kakek.." jawab Shalwa.


""iya kek gak papa kita istirahat disini.." potong pahmi.


"yaudah terserah kalian saja tapi makan dulu isi perut kalian..!" ucap kakek pasrah.


Shalwa beranjak dari duduknya "tante temenin Shalwa ganti pakaian ya sekalian kemushola."

__ADS_1


tante berdiri dan menyambut keponakanya menuntunnya keluar "iya sayang ayo, tante juga belum sholat."


"ibu ikut ya..?" sahut ibu.


"iya bu mari." jawab Shalwa.


lalu mereka bertiga keluar untuk berganti pakaian di ruangan sebelah, dan melaksanakan sholat di mushola rumah sakit itu.


"apa Fahmi dan om Rojak sudah Sholat isya..?" tanya Ardi.


"belum." jawab keduanya "nunggu mereka selesai dulu." lanjut ayah Rojak.


"kalau kalian mau sholat dulu pergilah gak papa saya disini nemenin kakek sendiri sekalian order makanan," ucap Ardi. " kalian mau pesan apa...?" tanyanya lagi.


"iya om silahkan." jawab Ardi.


Ayah dan Fahmi keluar dan menuju mushola setelah ke kamar mandi wudhu dulu, kebetulan saat masuk mereka melihat ibu, Shalwa dan tantenya, belum mulai baru memakai mukena.


"apa kalian sudah selesai tanya ayah.?" tanya ayah.


"kami baru mau mulai yah." jawab ibu.

__ADS_1


"yasudah sekalian kita berjamaah." ajak ayah. mereka bertiga menganggukan kepala.


lalu mereka sholat berjamaah di imami ayah.


Ardi mendekati kakek yang belum tidur dan duduk di kursi sebelah ranjang kakek. "kenapa kakek belum tidur..?" tanyanya.


"kakek belum ngantuk.." jawab kakek.


"ini sudah jam sepuluh kek, cepatlah istirahat.." ucap Ardi sambil memegang tangan kakek.


"nanti kalau sudah ngantuk kakek pasti tidur nak." jawab kakek asal. "Shalwa sudah menikah dengan orang yang mencintainya." kakek menarik nafas dalam dan menghembuskanya. "sekarang kamu sudah bebas tak perlu menjaganya lagi, jadi segeralah cari pasangan, usiamu sudah matang untuk berumah tangga.!" kakek menatap sayang cucu laki_lakinya. Ardi hanya diam saja.


"terima kasih sudah bantu kakek menjaga Shalwa dan mengelola perusahaannya. terima kasih kamu telah mengorbankan masa remajamu,, yang orang lain sedang asik berpacaran tapi kamu habiskan waktumu dengan belajar dan menjaga Shalwa,,, bahkan sampai sekarang kamu belum punya kekasih karna takut menghalangi mu dalam menjaga Shalwa." ucap kakek dengan terbata.


"Shalwa adikku kek, tentu aku ingin melakukan yang terbaik untuknya." jawab Ardi tulus sambil mengecup tangan kakeknya. "dan kakek adalah kakekku yang palih berharga tentu aku juga ingin melakukan yang terbaik untukmu,, aku menyayangimu,, terimakasih sudah mengajariku banyak hal.." ungkap Ardi dengan mata mengembun.


kakek mengusap tangan Ardi pelan dengan tangan yang di infus. "ya terimakasih,,.mulai sekarang fokusmu membahagiakan ibumu,,, carilah pasangan yang menyayangi ibumu dengan tulus,,, seperti ibumu menyayangi mertuanya seperti menyayangi orangtuanya sendiri,,, kakek tau sebenarnya ibumu sudah lama menginginkan kamu segera berumah tangga apalagi jika berkunjung kerumah mertuanya,,,keluarga ayahmu sering menanyakan kapan kamu akan membawa kekasih,,,kapan kamu akan menikah,,, membicarakan usiamu yang hampir kepala tiga dan banyak lagi,,, yang membuat ibumu tertekan,,, tapi ibumu menyayangi Shalwa,,, menghargai keputusanmu yang akan menikah setelah ada yang bisa menjaga Shalwa sepenuhnya.." terang kakek.


"iya kek.." jawab Ardi lirih.


"ingat walaupun nanti sudah menikah tapi jangan mengabaikan ibumu,,, justru lebih bahagiakan dia makanya cari pasangan yang menyangi ibumu dan ibumu juga menyukainya ya..." pesan kakek. " kakek titip Arumi dan Shalwa, karna kakek sudah tua, cuma kamu yang mereka punya di keluarga ini,, jangan mengabaikan mereka bila mereka membutuhkanmu tapi jangan sampai menyakiti istrimu juga,,, hargailah wanitamu kelak,,, sayangi dia seperti kamu menyayangi ibumu dan Shalwa...!" pesannya lagi.

__ADS_1


"iya kek.." jawab Ardi makin lirih dengan air mata yang sudah deras keluar, Ardi merasa kakeknya sedang pamitan dan akan meninggalkannya, dan kata_katanya seperti pesan terakhir untuknya.


__ADS_2