Shalwa Az-zahra

Shalwa Az-zahra
19.


__ADS_3

di kamar Shalwa buru-buru mengerjakan Sholat yang tertinggal dengan mengkodho setelahnya Shalwa berdo'a, "ya Allah ampuni hamba karna terbuai dengan hangatnya selimut dan lupa akan beratnya pertanggung jawaban yang harus aku pikul kelak. ampuni hamba ya Allah. ayah ibu, kakek nenek, maafin Shalwa karna Shalwa selalu terlarut dalam kesedihan, maafin Shalwa karna masih belum bisa mengikhlaskan maaf,,, ya Allah rasanya begitu berat mengikhlaskan orang-orang yang aku sayangi pergi dari hidupku. ya Allah ampunilah segala dosa-dosa ke dua orang tuaku juga nenek kakekku, berikanlah mereka tempat terbaik yang engkau ridhoi. Aamiin.." Shalwa menangis dalam do'anya.


setelah tangisnya reda Shalwa merapihkan kembali alat-alat sholatnya dan menaruhnya di meja, lalu pergi ke kamar mandi untuk membasuh mukanya berharap dengan demikian sembabnya tersamarkan.


Shalwa memakai kerudungnya lalu pergi ke dapur menyusul keluarganya yang sudah lebih dulu ke dapur pasti mereka sudah menunggunya pikir Shalwa.


dan benar saja mereka sudah pada nunggu di meja makan saat Shalwa sampai di sana.


"maaf Shalwa sudah buat kalian semua nunggu lama." ucap Shalwa dengan rasa bersalah.


Shalwa juga merasa malu pada Fahmi, tadi saking paniknya mungkin Shalwa berbuat sesuatu yang berlebihan dia tak menghiraukan Fahmi yang ada di sana, Shalwa tak berani mengangkat kepalanya walau hanya sekadar melirik ke arah suaminya itu baru sekarang ia sadar dan merasa malu.


"tak apa sayang mari sini duduk dekat ibu kita sarapan sama-sama." sahut ibu. ibu menarik tangan menantunya pelan dan mendudukanya di kursi di sebelahya.


mereka makan dengan anteng, selesai makan mereka bersih-bersih rumah bersama. nenek pergi keluar katanya ingin melihat taman Shalwa. nenek keluar di bantu Ardi.


...****************...

__ADS_1


tak terasa waktu terus bergulir setelah ke jadian itu seminggu telah berlalu mereka melewati pekan itu hanya fokus sibuk menggelar tahlilan kakek di rumah. Shalwa sudah ijin sekolah selama satu minggu penuh,dan Ardi juga tak pergi ke kantor selama seminggu ini hanya asintennya yang datang ke rumah saat ada berkas yang memerlukan tanda tangannya. dan senin pagi ini Shalwa sibuk bersiap untuk ke sekolah.


Fahmi hanya duduk di samping ranjang memperhatikan ya setelah ke jadian itu mereka semakin dekat Fahmi senang dengan itu Shalwa sudah mau belajar mengenalnya dan sering mengobrol juga walau mereka belum tidur satu ranjang tapi Fahmi sudah sangat senang dengan perubahan itu hanya perlu bersabar untuk menggapai cinta dari istri kecilnya.


"abang ayo ke luar kita sarapan dulu..!" ajak Shalwa setelah selesai bersiap pada Fahmi yang masih betah memperhatikan membuat Shalwa jadi salah tingkah.


"ayo." kata Fahmi sambil beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya sejajar dengan Shalwa.


di dapur sudah ada tante Arumi dan Ardi yang menunggu di meja makan. ya orang tua Fahmi sudah pulang empat hari yang lalu karna kantor ayah yang menghendelnya sementara, ayah menyuruh Fahmi untuk tinggal di sini menemani Shalwa. dan nenek Ardi baru pulang kemari di antar oleh Ardi, sebenarnya tante Arumi sudah mencegahnya pulang dan ingin nenek tinggal di sana. tapi nenek gak mau katanya rindu rumah karna di sana banyak kenangan dengan mendiang suaminya jadi lah tante Arumi tak bisa berbuat apa-apa.


setelah sarapan Ardi pamit berangkat ke kantor bersama Shalwa pada ibunya Fahmi juga ikut Ardi yang menyuruhnya untuk ikut melihat-lihat kantor Shalwa. mereka akan mengantar Shalwa ke sekolah terlebih dahulu.


setelah sampai di depan gerbang sekolah Shalwa mereka berhenti. "belajar yang rajin ya dan susul ketertinggalan mu dalam seminggu ini." ucap Ardi saat Shalwa bersalaman dengannya sementara Fahmi tak berkomentar apapun hanya menyunggingkan senyum termanisnya saja.


lalu Shalwa ke luar dari mobil Ardi dan masuk ke sekolahnya.


mereka berdua masih memperhatikan Shalwa sampai Shalwa menghilang di balik koridor sekolahnya lalu mereka melanjutkan kembali perjalanan mereka ke kantor.

__ADS_1


...****************...


setibanya di dalam kelas Shalwa di sambut hangat oleh teman-temannya mereka sangat merindukan Shalwa karna tak sekolah selama satu minggu penuh. dan Shalwa ingin mengejar ke tertinggalannya.


teman-teman Shalwa banyak yang menyukainya karna Shalwa anak yang ramah pada siapapun apalagi teman sekelasnya.


...****************...


sementara Ardi dan Fahmi baru tiba di perusahaan milik Shalwa ya mereka ke sana dulu untuk melihat-lihat setelah membawa Fahmi berkeliling dan mengenalkan segala yang ada di sana mereka tak lama di sana dan pergi lagi menuju perusahaan Ardi karna Ardi akan bekerja di sana.


banyak karyawan yang melihat bertanya-tanya siapa gerangan yang di bawa bos mereka tapi mereka tak perduli hanya fokus pada tujuan mereka setelah lelah berkeliling di temani se orang kayawan yang di tunjuk Ardi, Fahmi kembali ke ruangan Ardi tak terasa ternyata sudah hampir dzuhur padahal dia hanya berkeliling saja di dua tempat tanpa melakukan yang lain.


Ardi mengajak Fahmi ke mushola yang ada di perusahaan itu setelah itu Ardi kembali mengajak Fahmi untuk makan siang.


"mau makan di kantin apa mau cari restoran.?" tanya Ardi.


"kita ke kantin aja ka,, rasanya kakiku sudah pegal kalau harus cari restoran." jawab Fahmi.

__ADS_1


Ardi terkekeh pelan "ya udah kalo gitu kita pesan aja makannya di ruanganku." kata Ardi


Fahmi hanya menganggukan kepala lalu mereka kembali menuju ruangan Ardi dan menunggu pesanan mereka di sana sambil mengobrol ringan.


__ADS_2