Shalwa Az-zahra

Shalwa Az-zahra
09.kepergian kakek


__ADS_3

mereka pergi kemushola untuk melaksanakan sholat subuh hanya ada Shalwa dan tante Arumi di sana.


Shalwa dan tante Arumi melaksanakan Sholat subuh disana.


usai Sholat dan berdoa tante Arumi memeluk Shalwa karna putrinya itu menangis lagi. "sudah sayang jangan nangis terus ya itukan cuma mimpi, kamu lihatkan kakek masih tidur." kata tante Arumi sambil mengusap air mata di pipi Shalwa.


Shalwa menganggukan kepalanya " iya tante tapi Shalwa merasa mimpi itu seperti nyata." ucap Shalwa sambi menahan isaknya.


mereka berdua merapihkan kembali sejadah dan mukenanya.


lalu duduk menunggu orang-orang datang. Shalwa tiduran dipaha tantenya ia menatap wajah tante nya lekat.


"ada apa sayang..?" tanya tante.


"emh.. tante apakah Shalwa harus ikut tinggal dengan suami Shalwa karna Shalwa sudah menikah..?" tanya Shalwa.


tante Arumi membelai kepala Shalwa yang di bungkus kerudung dengan sayang. "tentu sayang, Shalwa harus ikut dimanapun suami Shalwa tinggal."


"berati Shalwa harus berpisah dengan tante, kakek, dan ka Ardi." jawab Shalwa lirih.


"tapikan Shalwa masi bisa berkunjung jika Shalwa ingin bertemu kami." jawab tante Arumi lagi.


Shalwa mengangguk kan kepalanya.


selanjutnya mereka saling diam dan tak lama kemudian Ardi, Fahmi dan orang tuanya datang.

__ADS_1


Ardi menyalami tangan mamanya dan mengusap puncak kepala Shalwa gemas "kau selalu mencuri kesempatan bermanja-manja dengan ibuku saat aku tak ada." ucap Ardi.


"hiss,,, tante Arumi aja tak pernah keberatan kenapa kau selalu sewot." ujar Shalwa menepis tangan kakaknya.


"aku tak sewot hanya mengomentari." jawab Ardi sambil mencubit pipi Shalwa gemas. Ardi ingin Shalwa melupakan mimpinya dan tak sedih lagi. lalu Ardi menghampiri kakek nya yang masih pulas dengan tidurnya.


Fahmi dan kedua orang tuanya yang melihat Ardi dan Shalwa bergurau hanya mengulum senyum saja.


"kakek begitu damai dalam tidurnya, semoga kakek lekas sembuh dan berkumpul kembali bersama kami."


"Aamiin." ucap semua yang ada di situ.


"mamah pulang dulu ya mau bikin sarapan." ucap tante Arumi pada Ardi.


Ardi melihat mamahnya "kita sarapan di kantin aja mah nanti mamah kecapean."


"kamu ini kaya sama siapa aja, kita ini keluarga Rumi tak perlu melakukan yang repot-repot, di kantin juga sama-sama makan kok." jawab ibu Fahmi.


"iya Arumi tak perlu repot-repot." sambung Ayah Fahmi.


"kami akan mandi dan ganti pakaian di ruang sebelah." sambung ayah Fahmi lagi sambil menggandeng istrinya keluar "apa kau akan berganti pakaian juga nak..?" tanyanya pada Fahmi.


"ayah sama ibu duluan aja." jawab Fahmi. "aku akan ke taman sebentar." pamitnya pada semua orang lalu keluar.


Ardi, dan tante Arumi bergantian mandi dan berganti pakakaian di ruangan kakek. tapi Shalwa masih terpaku di kursi dekat kakek.

__ADS_1


"ada apa dek..?" tanya Ardi pada Shalwa.


"kak, bukankah ini sudah makin siang kenapa kakek belum bangun..?" ucap Shalwa. " cepat panggil dokter ka..!" ucapnya lagi sambil menatap Ardi.


"iya dek kakak panggil dokter dulu ya.. tapi Shalwa harus tenang berdoalah agar kakek tak apa2." ucap Ardi lalu keluar mencari dokter yang menangani kakek.


setelah menemukan dokter itu mereka bergegas ke kamar kakek.


setelah dokter memeriksa kakek doter itu menghela nafas panjang.


"inalillahiwainailaihirojiun." ucap dokter lirih. dokter menatap Ardi dan Shalwa bergantian dokter menunduk. "maaf tapi kakek kalian sudah pergi mungkin sejak sebelum subuh tadi.." ucap dokter.


bagai di sambar petir keduanya mematung mencerna ucapan dokter mereka bergeming di tempatnya.


tante Arumi yang baru keluar dari kamar mandi menghampiri mereka dengan bederai air mata. "apa yang anda katakan dok, bukankah ayahku sedang tidur..? kenapa anda bilang ayahku pergi..?"


"maaf, tapi memang ayah anda sudah pergi nyonya, tuhan sudah mengambilnya saya tak bisa berbuat apa-apa." ucap dokter iba


tante Arumi menghambur memeluk kakek "hiks,,,hiks,,ayah kenapa ayah pergi..? ayah jangan tinggalin Arumi..! a..ayah cuma tidurkan...? ayo ayah bangun ini sudah siang bangun ayah,,, bangun,,huhuhu.." tante Arumi melihat putra putrinya. "Ardi,, Shalwa bangunkan kakek kalian,, dia tidak mendengar mamah, ta,,tapi dia pasti mendengar kalian ayo Shalwa bangunkan kakek nak cepat..!"


Ardi melangkah dan memeluk mamahnya dengan erat. "tenanglah mah tenang..." suaranya tercekat di tenggorokan ia tak mampu meneruskan kata-katanya hanya memeluk mamanya dengan erat.


Shalwa hanya menatap kosong dan melangkah mendekati kakek nya "innalillahi wainailaihiroji'un" ucapnya tercekat.


Fahmi dan orang tuanya masuk melihat tante Arumi yang menangis di pelukan Ardi dan Shalwa yang menatap kosong ke arah kakeknya. "ada apa..?" tanya Fahmi mendekati Shalwa tapi Shalwa tetap bergeming.

__ADS_1


"kakek sudah pergi." jawab Ardi lirih


__ADS_2