Shalwa Az-zahra

Shalwa Az-zahra
26.


__ADS_3

ke esokan harinya Shalwa beraktivitas seperti biasa selesai sholat Shalwa membantu tante memasak lalu membersihkan rumah biasanya Shalwa juga akan menyirami tanaman tapi karna sekarang cuaca tak menentu kadang hujan kadang panas jadi tanamannya di sirami saat tak hujan saja, karna semalam hujan jadi sekarang Shalwa tak menyiraminya.


setelah bersih-bersih di dalam rumah Shalwa membersihkan teras rumah, hanya menyapunya saja karna tante Arumi takut Shalwa kesiangan jadi mengepelnya nanti tante Arumi yang terusin. selesai bersih-bersih Shalwa mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke sekolah sementara suaminya sudah rapi dari tadi. setelah Shalwa selesai, mereka pergi ke dapur untuk sarapan, di dapur sudah ada tante Arumi juga Ardi menunggu mereka berdua untuk sarapan bersama.


mereka sarapan dengan tenang, selesai sarapan mereka pamit pada tante Arumi dan pergi bersama. setelah mengantar Shalwa ke sekolah, dan menurunkan Fahmi di depan kantornya Ardi kembali melajukan kendaraan menuju kantornya sendiri.


*


*


di sekolah Shalwa langsung menuju ke ruangan kelasnya, semua temannya sudah ada di dalam kelas.


"Assalamualaikum" salam Shalwa saat masuk kelas.


"wa'alaikumsalam" di jawab serentak oleh teman-temannya.


Shalwa lalu melangkahkan kakinya menuju bangkunya "hai Shal" sapa teman sebangkunya, Almahyra namanya putri bungsu dari ustadz yang selalu mengajari Shalwa mengaji. Shalwa tersenyum dan menganggukkan kepalanya lalu duduk di sebelah temannya.


"apa kabar AL? oh ya, dua hari kemarin kemana ko gak masuk.?" tanya Shalwa.


"Alhamdulillah baik, sebenarnya aku gak masuk udah empat hari, dua hari sebelum minggu dan dua hari lagi sesudah minggu, aku ke rumah nenek sama ibu." jawab Alma.


"oh, aku gak tau karna pekan lalu aku gak masuk sekolah. pantas saja saat ke masjid aku gak lihat kamu, aku kira kamu lagi dapet hehe.." Shalwa cengengesan pada Alma.


Shalwa dan Alma sudah bersahabat sedari kecil


"ia aku tau, iya gimana kabarnya tante Arumi sama bang Ardi?" ucap Alma dengan sedikit agak bersemu saat menyebut nama Ardi, itu tak luput dari penglihatan Shalwa karna dia sedang memperhatikan Alma.


"Alhamdulillah mereka baik." jawab Shalwa sambil memicingkan matanya ke arah Alma, dan menatap Alma lekat-lekat dari bawah hingga ke atas.


"kenapa lihat aku kaya gitu Shal?" Alma jadi salah tingkah di lihatin Shalwa.


"gak kenapa-napa pengen aja." jawab Shalwa sambil mengalihkan pandangannya lurus ke depan. "besok kak Ardi mau pergi..." ucap Shalwa lagi tapi tak meneruskan ucapannya dia ingin memancing Alma.


"pergi kemana?" Alma menyahut cepat ucapan Shalwa.


"kak Ardi mau ke desa calon istrinya kak..."


"selamat pagi semuanya" belum sempat Shalwa meneruskan kata-katanya seorang guru sudah masuk ke kelas dan menyapa semuanya.


"pagi pak." jawaban serentak dari semua murid di kelas itu kecuali satu.


Alma membeku di tempatnya mendengar ucapan Shalwa yang tak selesai. Alma mengira Ardi sudah punya calon istri, tiba-tiba wajahnya menjadi murung, "pupus sudah harapanku" batin Alma melow.


Shalwa tak sadar dengan perubahan sahabatnya dia hanya pokus pada pelajaran yang baru di mulai.

__ADS_1


*


"kamu kenapa? ko lesu gitu mukanya?" tanya Shalwa pada Alma. Alma hanya menggelengkan kepalanya pelan.


saat ini mereka sedang berjalan menuju ke depan gerbang untuk menunggu jemputan masing-masing, ya ini sudah waktunya mereka pulang sekolah.


"oh ya Shal, jangan pesan ojek ya, kamu pulangnya bareng aku aja! aku pulang nya di jemput kakak pake mobil jadi kamu bisa ikut pulang bareng aku." ucap Alma saat mereka sudah sampai di depan gerbang.


"makasih atas tawarannya Al, tapi sekarang aku di jemput pulangnya." jawab Shalwa sambil tersenyum.


"siapa yang jemput? tumben? emang kak Ardi gak sibuk? atau tante Arumi ya?" tanya Alma beruntun.


"bukan" Shalwa menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan sahabatnya. "kalau nanya itu satu-satu, jadi pusing mau jawab yang mana akunya." ucap Shalwa lagi.


"hehe,,. maaf, soalnya gak biasanya kamu ada yang jemput." kekeh Alma. "terus siapa yang jemput?" lanjut Alma.


"mau tau aja apa mau tau banget?" goda Shalwa.


"ih kamu ini, orang udah penasaran juga, kebiasaan deh." kesal Alma pada sahabatnya itu.


"jangan marah dong?" nanti kamu tambah cantik hihihi.." goda Shalwa lagi.


"ih.. ya udah kalo gak mau ngasih tau, nanti juga aku bakal tau" rajuk Alma, dia memalingkan mukanya dari Shalwa dengan cemberut.


"maaf, maaf jangan merajuk dong sayang, nanti kakakku gak suka dan cari yang lain" ucap Shalwa dengan memelas yang di buat-buat.


"cie... oh jadi karna itu, pantas dari tadi mukanya murung dan lesu banget, udah kaya baju gak di setrika aja kusut.." goda Shalwa. ya Shalwa tau kalau sahabatnya ini suka sama kakaknya Ardi udah dari kecil saat mereka bertiga sering bermain bersama, yang main cuma Shalwa dan Alma kalau Ardi hanya jagain mereka berdua aja. makanya Shalwa suka sekali menggodanya, Shalwa selalu suka membuat Alma kesal tapi tak sampai kesal beneran mereka hanya bercanda saja.


"iih,,, kamu itu apaan sih, enggak ko aku murung bukan karna itu." elak Alma padahal hatinya udah panas dingin karna itu.


"iya iya enggak, maaf deh maaf sahabatku sayang, terus kamu murung kenapa?, maaf tadi aku gak selesain ucapan aku. kak Ardi itu besok mau pergi ke desanya calon istrinya kak ILham gitu, maaf tadi keburu ada pak guru dateng jadi di gantung deh." jelas Shalwa.


Alma merasa lega dada yang dari tadi terasa sesak tiba-tiba sekarang terasa plong mendengar penjelasan Shalwa.


"iya gak papa, aku murung hanya sedang kepikiran nenek karna nenek aku sedang sakit." kilah Alma sambil memalingkan muka ke samping karna takut di lihat Shawa karna wajahmya sedikit memerah karna malu dan salah tingkah karna sudah berpikiran macam-macam pada kakaknya Shalwa dan malu karna udah nyuekin Shalwa seharian ini.


Shalwa yang melihat itu hanya mengulum senyum saja "semoga kamu berjodoh dengan kakakku Almahyra, aku berharap takdir kakakku adalah kamu." batin Shalwa


"itu jemputan kita udah dateng" sahut Shalwa yang mengenali mobil kakaknya Alma juga mobil perusahaan yang di tumpangi Fahmi.


Alma menoleh ke arah jalan ternyata benar kakaknya sudah datang menjemput tapi ia tak mengenali mobil yang menjemput Shalwa.


"tunggu-tunggu, siapa yang jemput kamu Shal?" Alma menarik tangan Shalwa saat dia sudah berdiri dan akan beranjak.


"suamiku" jawab Shalwa singkat sambil tersenyum tipis. Alma membeku di tempat ia tak mengerti ucapan Shalwa barusan ("suamiku") apa maksudnya pikir Alma.

__ADS_1


"ayo kita pulang" ajak Shalwa pada Alma lalu melangkah menghampiri kakak Alma dan menyapanya. namanya Almira kakak kedua Alma.


"Assalamualaikum, halo kak Mira apa kabar?" sapa Shalwa pada kakak Alma dengan sopan dan ramah, Shalwa menyalami tangan kakak Alma itu.


"wa'alaikumussalam, Alhamdulillah baik dek, kamu juga apa kabar?" jawab kakak Alma ramah.


"Alhamdulillah Shalwa juga baik. kapan kakak pulang? sama si dedek gak? apa kabar si dedek ka?" tanya Shalwa antusias.


kakak Alma terkekeh kecil " kamu ini kalo nanya satu-satu dong. kakak pulang dua hari yang lalu tapi ke rumah nenek dulu karna nenek lagi sakit. iya sama si dedek sama ayahnya juga, kakak pulang sekeluarga. Alhamdulillah si dedek baik." jawab kakak Alma.


"iya kak titip salam ya buat si dedek" ucap Shalwa sambil cengengesan.


"ya udah Shalwa pamit pulang duluan ya ka. Assalamualaikum " pamit Shalwa lalu melangkahkan kakinya ke arah mobil yang menjemputnya setelah mendengar jawaban dari kak Mira.


Shalwa memberi salam dan masuk ke mobil setelah mencium punggung tangan suaminya.


"gimana sekolahnya lancar?" tanya Fahmi setelah Shalwa duduk dan memakai sabuk pengaman.


"Alhamdulillah lancar" jawab Shalwa sambil tersenyum manis ke arah suaminya.


Fahmi serasa meleleh saat melihat senyum Shalwa rasanya seperti di atas awan dan berbunga-bunga. "ekhem kita kemana dulu, mungkin ada yang ingin adek singgahi?" tanya Fahmi setelah menetralkan perasaannya.


"langsung pulang aja boleh?" Shalwa balik bertanya.


"em iya kita langsung pulang aja" jawab Fahmi sambil menghidupkan mesin mobil lalu melajukan mobilnya sedang menuju jalan pulang ke rumah kakek Shalwa.


*


"Alma mau pulang gak dek...?" tegur kak Mira pada Alma yang masih terbengong di tempatnya.


"eh iya kak Alma pulang" jawab Alma tersadar dan langsung beranjak menuju kakaknya. setelah menyalimi kakaknya Alma masuk mobil dan duduk di kursi penumpang depan di sebelah kakaknya masih dengan linglung.


kak Mira pun melajukan mobilnya membawa sang adik pulang. "kamu kenapa dek, ko kaya orang linglung gitu?" tanya kak Mira sambil fokus nyetir.


"gak kak, Alma gak papa ko." jawab Alma sambil menggelengkan kepala.


walau penasaran tapi kak Mira tak bertanya lagi, kalau adiknya udah mau cerita pasti akan menceritakanya sendiri tanpa di minta. kak Mira hanya bertanya seputar sekolahan dan di jawab seadanya oleh Alma karna otaknya masih mencerna ucapan sahabatnya.


*


*


*


mohon dukungannya dari kakak semua 😊😊😊

__ADS_1


terimakasihπŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2