
"pakailah mobilku jemput Shalwa ini sudah hampir waktunya pulang sekolah..!" Ardi memberikan kunci mobilnya pada Fahmi yang sedag sibuk dengan ponselnya dan menyuruhnya menjemput Shalwa.
dengan Senang hati Fahmi menerimanya dan meng iyakan suruhan Ardi.
"apa nanti aku harus balik lagi kesini jemput kakak..?" tanya Fahmi memastikan.
"gak usah, kalian pulang aja langsung..!" kata Ardi.
"kalo gitu aku pergi kak,,, assalamualaikum. " pamit Fahmi pada Ardi.
"wa'alaikumsalam" jawab Ardi.
Fahmi pun pergi dari kantor Ardi dan melajukan mobilnya menuju sekolahan Shalwa. di jalan Fahmi tersenyum-senyum sendiri karna akan jalan berduaan dengan istri kecilnya.
Fahmi sudah tak sabar untuk bertemu istri kecilnya itu dia sudah sangat merindukannya padahal tak sampai sehari mereka berjauhan.
sesampainya di sekolah Fahmi melihat Shalwa sudah menunggunya di depan gerbang karna Ardi sudah memberi tahunya kalau Fahmi akan menjemputnya.
Shalwa melangkahkan kakinya menuju mobil yang berhenti di depannya karna Shalwa tau itu mobil kakaknya.
Shalwa lalu masuk saat Fahmi membukakan pintu mobilnya dari dalam.
"Assalamualaikum." Shalwa menyalami tangan Fahmi setelah duduk di kursi.
"Wa'alaikumsalam." jawab Fahmi sambil tersenyum ke arah Shalwa tapi yang di senyumin masih belum melirik ke arahnya . ingin sekali rasanya Fahmi memeluk gadis kecilnya dan meluapkan rasa rindunnya tapi masih belum berani dan takut Shalwa marah.
"lancar sekolahnya..?" tanya Fahmi.
"Alhamdulillah lancar." jawab Shalwa sambil melirik ke arah Fahmi sebentar sambil menyunggingkan senyum manisnya habis itu dia fokus lagi menatap ke depan.
Fahmi yang mendapat senyuman dari Shalwa walau cuma sekilas dia sudah begitu bahagia rasanya banyak bunga beterbangan di depanya.
Fahmi menyentuh tangan Shalwa dan Shalwa menoleh ke arahnya, Fahmi mencondongkan badanya ke arah Shalwa dan menempelkan bibirnya di bibir mungil itu hanya menempel saja tak lebih, Shalwa terkejut dengan tindakan Fahmi dan membuka matanya lebar saat akan memundurkan kepalanya tangan Fahmi sudah menahan tengkuk Shalwa, Shalwa mendorong dada Fahmi supaya menjauh tapi Fahmi tak bergeser sedikitpun. Fahmi mulai menggerakan bibirnya ******* bibir istrinya dengan lembut berharap Shalwa mau membalasnya.
"em.. abang mau jalan gak..? tanya Shalwa. "kalau enggak Shalwa turun aja mau cari tukang ojek." ucapnya lagi karna Fahmi tak merespon lalu Shalwa keluar.
__ADS_1
Fahmi gelagapan mendengar suara pintu mobil menutup ternyata adegan indah itu hanya khayalannya saja buktinya sekarang Shalwa sudah di luar hendak melangkah pergi.
Fahmi buru-buru keluar dan menyusul Shalwa yang sudah hampir sampai di pangkalan tukang ojek. Fahmi buru-buru menangkap tangan Shalwa saat sudah dekat sampai Shalwa berbalik ke arahnya.
"maaf,, maaf,, tadi aku melamun tolong maafkan aku tolong..." mohon Fahmi sambil menangkupkan tangannya di depan dada.
Shalwa mengulum senyum sambil melangkahkan kakinya kembali ke arah mobil kakaknya itu. Fahmi bernafas lega lalu menyusul langkah Shalwa ke arah mobil sambil merutuki otaknya yang akhir-akhir ini di penuhi pikiran kotor mungkin karna sering memerhatikan Shalwa tapi masih belum berani memulai makanya sering membayangkan yang aneh-aneh.
akhirnya mereka pulang juga walau sempat ada drama sedikit.
...****...
Shalwa keluar dari mobil setelah sampai di depan rumah kakeknya itu. sementara Fahmi menyimpan mobil Ardi ke garasi lebih dulu.
dada Shalwa terasa berdenyut sakit, biasanya saat pulang sekolah kakeknya sedang duduk di kursi yang ada di teras sedang menunggunya sambil ngeteh. saat Shalwa sudah dekat teras kakek akan bangun menyambut Shalwa dengan merentangkan tangan meminta Shalwa masuk ke dalam pelukannya, dan Shalwa selalu menghambur ke arah kakek.
tak terasa tetesan bening dan hangat meluncur dari matanya yang indah.
Fahmi melihat Shalwa masih berdiri di tempat tadi ia turun dari mobil mengernyitkan dahinya heran lalu menghampiri Shalwa bermaksud mengajaknya masuk ke rumah. saat sudah dekat Fahmi terkejut ternyata Shalwa sedang menangis Fahmi khawatir dia takut Shalwa ke napa-napa.
"dek,, adek kenapa..? apa adek marah sama abang..?" Fahmi bertanya lembut sambil memegang bahu Shalwa. "maafin abang ya udah bikin kesal Shalwa..?" lanjutnya lagi.
Fahmi menggemgam tangan Shalwa berharap bisa memberikan kekuatan lewat genggamannya. Shalwa menoleh melihat tangannya yang di genggam oleh Fahmi lalu mendongak melihat wajah suaminya itu. tatapan mereka saling mengunci dengan mata Shalwa yang tergenangi air mata "adek harus kuat, abang yakin adek pasti bisa melewati semuanya, hanya butuh waktu saja." ucap Fahmi dan Shalwa mengangguk pelan.
tante Arumi keluar karna mendengar suara mobil berhenti tapi tak ada orang yang masuk ke rumah tante Arumi penasaran jadi memeriksanya.
tante Arumi melihat Fahmi dan Shalwa yang saling memandang berdehem.
"Ekheemm.."
Fahmi dan Shalwa yang mendengar itu menoleh melihat ke arah sumber suara ternyata tante Arumi.
"kenapa malah pada berdiri di sana ini masih panas kalian ta kepanasan, masuklah.!" tante Arumi menyuruh mereka masuk sambil mengulum senyum.
Fahmi dan Shalwa saling berpandangan lalu Shalwa memalingkan wajahnya lagi dan menghampiri tante Arumi "assalamualaikum tante" salam Shalwa dan Fahmi lalu menyalimi tangan tante Arumi.
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam" jawab tante Arumi. "kakakmu tak ikut pulang?" tanya tante Arumi.
"tidak tante, pekerjaannya masih banyak." jawab Fahmi
"tadi katanya mau pulang cepat." ucap tante Arumi.
"mungkin nanti setelah asyar tante inikan masih siang." jawab Shalwa.
"Shalwa masuk dulu tante." pamit Shalwa.
"ya istirahatlah, nak Fahmi juga pasti kalian lelah." kata tante Arumi.
lalu mereka masuk kerumah setelah melepas sepatu masing-masing.
dan menuju ke kamar Shalwa. Shalwa mengambil baju dan ganti dari lemari juga handuk yang tergantung di hanger di pinggir lemari lalu masuk ke kamar mandi untuk bersih-bersih.
sementara Fahmi langsung rebahan di ranjang Shalwa rasanya kakinya lemas setelah berkeliling di kantor tadi mungkin karna sudah seminggu hanya diam saja di rumah paling cuma membantu Shalwa memasak dan menyirami tanaman kakek dan tanaman bunga Shalwa di halaman pinggir rumah.
tak lama Fahmi tertidur sambil meluk guling yang sering di pakai Shalwa.
dalam tidurnya Fahmi bermimpi memeluk Shalwa dengan erat lalu saling berciuman dengan mesra, tapi tiba-tiba ada kucing melompat ke arahnya replek Fahmi menangkapnya lalu menjerit-jerit setelah melihat apa yang dia tangkap sambil membuang kucing itu lagi tapi Shalwa menangkapnya dan menyodorkan kembali pada Fahmi, Fahmi terus bergerak mundur karna takut sambil memohon jangan mendekatkan kucing itu padanya hingga akhirnya Fahmi tersandung dan...
Bruugg.. fahmi jatuh dari ranjang.
"Aduuh... ukh sial.. baru juga sekali ngerasain tidur di ranjangnya pakai mimpi segala dan jatuhnya beneran." Fahmi bangun dan mengusap bokongnya yang sakit sambil bergidik ngeri membayangkan mimpinya. "gimana kalo adek lihat kan jadi malu nanti. untung dia masih di lamar mandi." gerutunya kesal.
Fahmi tak menyadari kalau Shalwa sudah keluar dari kamar mandi dan melihat adegan jatuhnya sang suami dari ranjang dan mendengar gerutuannya. lalu Shalwa kembali masuk kamar mandi dengan pelan dan keluar lagi setelah Fahmi duduk di ranjangnya. Shalwa berpura-pura tak tau apa-apa dan mengambil sejadah dan mukenanya. lalu mengambilkan baju ganti untuk suaminya dan menaruhnya di meja.
"apa abang mau mandi dulu apa enggak sebentar lagi asyar..?" tanya Shalwa.
"emh iya abang mandi dulu." jawab Fahmi dengan linglung karna masih teringat mahluk berbulu di mimpinya. ya Fahmi sangat takut dengan kucing entah karna apa.
Fahmipun mengambil handuk dan baju ganti yang sudah di siapkan Shalwa di atas meja belajarnya dan pergi ke kamar mandi.
setelah Fahmi menutup pintu kamar mandi Shalwa tertawa-tawa dengan menahan suaranya agar tak terdengar oleh suaminya.
__ADS_1
mohon dukungan dari semuanya untuk hayalanku yang masih amatiran iniπππ.
terimakasih bagi yang sudah mampir