
Shalwa tak bisa tidur lagi ia beberapa kali membalikan posisi tidurnya mencari kenyamanan tapi tetap Shalwa tak bisa tidur mungkin karna tadi Shalwa sudah tidur.
Shalwa melirik jam yang ada di meja belajarnya ternyata sudah jam 02:00 pagi.
Shalwa bangun merapihkan tempat tidurnya, Shalwa melirik ke arah Fahmi yang tidur di bawah, Fahmi terlihat begitu pulas tidurnya walau cuma memakai alas kasur lantai mungkin karna kelelahan dari kemarin Fahmi belum cukup istirahat.
Shalwa menatapnya lekat, baru kali ini Shalwa melihat wajah suaminya itu biasanya Shalwa hanya meliriknya sekilas.
alis yang hampir menyatu, hidung mancung, bibir yang agak tebal, tapi matanya sedang menutup rapat, rahang yang tegas dan di penuhi jambang yang mulai tumbuh.
Shalwa terpesona melihatnya ternyata suaminya begitu tampan.
tak sadar kakinya melangkah ke arah suaminya tapi baru beberapa langkah Shalwa tersadar dan langsung berbalik menuju pintu kamarnya membukanya pelan dan metupmya perlahan takutnya mengganggu tidur suaminya.
Shalwa melangkah ke arah dapur untuk mengambil minum lalu duduk di kursi dan meminum minumannya. Shalwa melihat berkeliling matanya menyapu seluruh sudut ruangan. disana berkelebatan bayangan kakek saat bersamanya, bersama Ardi dan tante Arumi.
__ADS_1
lalu Shalwa beranjak pergi dari dapur dan melangkahkan kakinya ke arah kamar kakek, Shalwa merindukan kakeknya jadi Shalwa ingin tidur di sana untuk mengurangi rasa rindunya pada kakek.
Shalwa terbayang sewaktu ia masih kecil, saat neneknya masih ada. nenek selalu berdampingan dengan kakek mengajarinya banyak hal.
dari Shalwa belum lancar ngomong sampai ia pintar, dari Shalwa belum bisa makan sendiri sampai mahir. mereka mengajari Shalwa merawat Shalwa dengan sabar dan sayang, walau saat masih kecil Shalwa sering rewel mungkin karna rindu ayah ibunya, tak pernah sekalipun mereka mengeluh, mereka tak pernah membentak Shalwa dari kecil sampai mereka pergi meninggalkan Shalwa.
Shalwa tinggal bersama kakek dan nenek dari usia tiga tahun, karna ayah ibunya sudah meninggal di waktu bersamaan karna kecelakaan.
lalu setelah usia Shalwa empat tahun ayah Ardi juga meninggal karna kangker. lalu tate Arumi dan Ardi ikut tinggal bersama mereka, waktu itu Ardi baru berusia 10 tahun. tapi walau masih kecil Ardi sangat menyayangi adik sepupunya itu dan selalu menjaganya waktu di ajak bermain dengan teman-temannya.
Shalwa sempat drop sampai di rawat di rumah sakit hingga seminggu, gadis kecil itu begitu bersedih waktu nenek meninggal, dan tertekan karna takut semua orang yang disanginya pergi meninggalkanya satu persatu.
tante Arumi dengan telaten merawat Shalwa. gadis yang biasanya ceria itu jadi pendiam setelah kepergian neneknya.
kakek selalu sibuk karna mengurus perusahaan anak-anaknya. walau kadang tante Arumi juga membantunya. tapi saat Shalwa sakit tante Arumi hanya Fokus merawat keponakanya dan anaknya yang juga sering murung setelah kepergian neneknya.
__ADS_1
tapi Ardi selalu menampakan wajah ceria saat bersama Shalwa. Ardi selalu menghibur adiknya itu dan saat itu pula Ardi bertekad tak akan menikah sebelum Shalwa menikah karna takut tak ada yang menjaga dan menghiburnya, Ardi tak ingin adiknya bersedih.
setelah lulus sekolah kakek menggembleng Ardi mengajarinya mengelola perusahaan orang tuanya juga perusahaan orang tua Shalwa, di sela-sela waktu kuliahnya.
hingga akhirnya Ardi memimpin kedua perusahaan dan mengembangkannya. kakek begitu bangga pada cucu lelakinya, usahanya mengajari Ardi tak sia-sia.
Ardi di bantu saudara sepupu dari ayahnya menjalankan perusahaan yang di tinggalkan ayahnya.
sementara perusahaan orang tua Shalwa di bantu oleh orang kepercayaan kakek dan sesekali Ardi akan berkunjung kesana untuk memantau ke adaan.
walau ke dua perusahaan itu bukan perusahaan besar tapi cukup untuk memenuhi segala keperluan mereka.
kakek pensiun setelah Ardi memimpin, kakek hanya ingin menghabiskan waktu bersama anak cucunya.
mohon dukungannya ya kakak pembaca semua...😊😊😊
__ADS_1