Shalwa Az-zahra

Shalwa Az-zahra
31.


__ADS_3

di perjalanan tak ada percakapan di antara Fahmi dan Shalwa. Shalwa menatap ke sisi jalan sambil termenung entah apa yang di pikirkannya, padahal baru saja ketawa-ketiwi dan wajahnya ceria banget waktu ngobrol sama si dedek Azmi, tapi sekarang udah mendung aja.


Fahmipun tak berani menegur karna melihat Shalwa yang muram dan melihat ke sisi jendela mobil, padahal bibirnya gatal ingin mengobrol dengan Shalwa tapi tak berani memulai jadi hanya fokus ke jalanan.


hingga tak lama mereka sampai di depan gerbang sekolah Shalwa beriringan Almapun juga sampai di sekolah.


"Shalwa ke sekolah dulu ya bang, makasih" ucap Shalwa setelah mobil Fahmi berhenti.


"iya dek, belajar yang rajin ya" ucap Fahmi tak lupa dengan senyuman manisnya.


Shalwa menganggukan kepalanya sebagai jawaban.


"Assalamualaikum"


"Wa'alaikumsalam"


Shalwa turun dari mobil setelah menyalami tangan suaminya.


Fahmi melihat tangannya yang menggantung dengan nanar, niatnya ingin mengusap puncak kepala Shalwa tapi tak ke sampaian karna Shalwa keburu keluar dari mobil. Fahmi mendesahkan nafasnya pelan "Hhhhh kenapa aku selalu tak berani memulai, bodoh,,, bodoh... padahal aku ini lelaki, tapi aku gak mau membuat Shalwa tak nyaman akan keberedaanku." gerutu Fahmi dalam hatinya.


Fahmi melihat Shalwa menghampiri temannya yang sudah menunggu di depan gerbang, lalu mereka masuk bersama. setelah Shalwa sudah tak terlihat lagi, Fahmi menyalakan kembali mesin mobilnya dan melajukan kembali ke arah kantor.


*


*


setelah semua berkumpul di rumah nenek dan semua persiapan dan hantaran pernikahan sudah di masukan ke mobil. semua keluarga ILham berangkat ke desa calon istrinya kecuali neneknya dan tante Arumi, mereka akan menyusul dua hari lagi sehari sebelum ILham melaksanakan akad nikah.


Ardi senyum-senyum sendiri sampai ILham, Hanif dan hanifah yang kebetulan semobil dengannya juga heran.


"ka Ardi kenapa? dari tadi senyum-senyum mulu padahal yang mau nikah ka ILham lho. jangan-jangan ka Ardi kerasukan ya..?" ucap Hanifah. Hanifah adiknya Hanif adik sepupu Ardi juga, ibunya hanif dan hanifah adiknya ayah Ardi. usia Hanifah lebih muda dari Shalwa sementara Hanif usianya sebaya dengan ILham.


"apaan sih kamu dek, orang lagi senang juga malah di katain kerasukan." ucap Ardi masih dengan tersenyum-senyum.


"kakak lagi senang karna apa? cerita dong cerita!?" tanya Hanifah lagi dengan antusias.


"ya senang karna ILham mau nikahlah." jawab Ardi lagi dengan singkat.


"iihh,,. kak Ardi ini ya tentulah senang karna ka ILham mau nikah, tapi yang Hani lihat kakak senyum-senyum bukan karna itu loh, ini beda senyumnya" ucap Hanifah dengan tangan di silangkan di dada dan mengetuk-ngetukan jarinya ke tangannya pertanda sedang berpikir.


"ka Ardi udah punya calon juga ya" tebak nya.


Ardi menggelengkan kepala menjawab tebakan Hanifah "tapi adek doain aja ya supaya kakak cepat-cepat punya calon!" kata Ardi masih dengan tersenyum cerah.

__ADS_1


"tentu dong Hani selalu berdoa semoga Kak Ardi cepat punya pasangan soalnya tinggal kak Ardi yang masih sendiri. kak Ilyas udah punya istri bahkan punya anak, ka ILham empat hari lagi mau nikah, kak Hanif juga 2 bulan lagi mau nikah loh udah lamaran dan nentuin tanggal. nah tinggal ka Ardi kan yang belum padahal umur kakak lebih tua dari kak ILham sama kak Hanif. kak Ilyas aja yang se usia kakak udah punya anak dah besar pula nah kakak masih jomblo aja. padahal tampang kakak lumayan oke pekerjaan tetap juga udah punya tapi kenapa kakak masih betah ngejomblo.?" ucap Hanifah panjang lebar. Ilyas adalah kakaknya ILham usianya sepantaran dengan Ardi.


"belum sampai jodohnya dek, makanya kakak masih ngejomblo. makanya sekarang kakak minta doanya dari kalian semua supaya kakak cepet ketemu jodohnya.!" ucap Ardi.


"Aamiin." serempak tiga orang yang ada di mobil.


"semoga kakak cepat nyusul kita ya" ucap ILham sambil menepuk bahu Ardi pelan, karna Ardi yang menyetir dan ILham duduk di belakang bersama Hanif sedangkan Hanifah duduk di kursi depan sebelah Ardi makanya dia tahu Ardi dari tadi senyum-senyum sendiri. sementara dua orang di belakang menjadi pendengar setia.


Ardi menganggukan kepalanya sementara matanya tetap fokus ke jalanan walaupun sambil tersenyum-senyum.


"kak Ardi itu senyumin apa sih? Hani penasaran loh kak." ucap Hanifah karna rasa penasarannya masih belum terjawab.


"kamu itu udah kaya Shalwa aja sih Han kalo nanya" kata Ardi.


"iya dong kan kak Shalwa yang ngajarin, Hani itu penasaran kakak itu kenapa sih? ucap Hanifah.


"oke oke, kakak di sana ada kecengan jadi nanti kakak mau temuin dia, nah kalo cocok mau kakak kenalin dia ke keluarga, jadi doain ya.!" kata Ardi.


"oh syukurlah kalo kakak udah punya kecengan, nanti Hani juga mau lihat ya kak." ucap Hanifah antusias.


"boleh sekalian temenin kakak ya.!" kata Ardi yang melihat Hanifah antusias jadi Ardi mengajaknya.


Hanifah menganggukan kepalanya semangat.


sementara dua orang di belakang hanya berdoa semoga sepupu satu mereka ini cepat di pertemukan dengan jodohnya. mereka juga ingin Ardi cepat punya pasangan karna orang tua mereka sering menanyakan kapan Ardi menikah pada tante Arumi. mereka kasian pada tante Arumi yang sering murung bila di tanya kapan Ardi punya pasangan oleh orang tua mereka.


*


*


"Shal aku duluan ya." kata Alma saat mereka sudah di depan sekolah. saat ini sudah waktunya pulang sekolah dan jemputan Alma sudah datang, Alma di jemput oleh ayahnya.


"iya kamu hati-hati di jalan ya" ucap Shalwa pada Alma yang sudah melangkah ke arah ayahnya.


"iya kamu juga hati-hati daaaah" kata Alma melambaikan tangannya pada Shalwa.


Shalwa juga melambaikan tangannya lalu duduk di dekat gerbang seperti biasa seperti saat dia menunggu jemputannya.


dan tak lama jemputannya pun datang. Shalwa beranjak dari duduknya dan menghampiri Suaminya yang sudah menjemputnya.


"assalamualaikum" ucap Shalwa saat sudah membuka pintu mobil dan menyodorkan tangannya meminta salim pada suaminya.


"wa'alaikumsalam" jawab Fahmi sambil menyambut tangan Shalwa.

__ADS_1


"gimana sekolahnya lancar?" kata Fahmi setelah Shalwa duduk di kursi dan menutup pintu mobil.


"Alhamdulillah lancar hanya para guru semakin ketat membimbing mempersiapkan kami untuk menghadapi ujian 2 bulan lagi." kata Shalwa sambil tersenyum.


Fahmi terpesona dengan senyuman Shalwa tapi tak lama ia menanggapi ucapan Shalwa sambil menghidupkan mesin mobil. "jadi adek udah mau ujian ya?" tanyanya.


"emm.. ujian awal" jawab Shalwa sambil menganggukan kepalanya.


"adek mau ada yang di kunjungi dulu sebelum pulang?" tanya Fahmi.


"em...enggak tapi nanti di depan dekat pertigaan berhenti dulu ya bang." kata Shalwa.


"oke." jawab Fahmi sambil melirik Shalwa dan memberikan senyum manisnya sekilas dan kembali fokus ke jalan.


sampai di dekat pertigaan Fahmi menepikan mobilnya dan berhenti di sana. "di sini dek?" tanya Fahmi.


"iya bang, tunggu sebentar ya!" kata Shalwa sambil turun dari mobil. Fahmi menganggukan kepalanya dan melihat Shalwa bejalan menuju penjual kaki lima yang berjajar di sana.


Shalwa melangkahkan kakinya ke arah penjual bastus yang ada di sana. "mang beli bastusnya 25 ribu di bungkus yang masih mentah sama minta saos dan bumbunya di pisah ya mang..?" kata Shalwa saat udah sampai di si mamang penjual bastus.


"siap neng tunggu sebentar ya mamang lagi bikin porsi buat si eneng ini dulu.!" kata si amang penjual cilok yang lagi melayani tiga pembeli yang datang lebih dulu dari Shalwa.


" iya mang aku tunggu." kata Shalwa.


tak lama setelah melayani pembeli yang lain si mamang membungkus pesanan Shalwa dan menyerahkannya. "ini neng." kata si mamang.


"oh iya mang makasih, ini uangnya" sambil menyodorkan uang 10 ribuan tiga lembar dan berlalu pergi dari sana.


"neng kembaliannya." kata si mamang saat Shalwa sudah beberapa langkah.


Shalwa menoleh "gak usah mang aku kan udah minta bumbunya di pisah-pisah jadi kembaliannya buat mamang aja." kata Shalwa ramah.


"makasih neng." kata si mamang tersenyum sumringah.


"sama-sama" setelah itu Shalwa kembali ke mobil Fahmi.


"udah dek?" tanya Fahmi setelah Shalwa membuka pintu mobil.


Shalwa menganggukan kepalanya sambil memperlihatkan bungkusan yang di pegangnya pada sang suami, lalu duduk di kursi sebelah Fahmi dan menutup pintu mobilnya dan memasang sabuk pengaman.


"apakah ada yang mau adek kunjungi lagi?" tanya Fahmi lagi.


"enggak sekarang kita pulang saja" jawab Shalwa. lalu Fahmi kembali melajukan mobilnya menuju ke arah jalan pulang.

__ADS_1


mohon dukungannya dari semuanya๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


terimakasih untuk yang sudah mampir dan like ๐Ÿ™ terimakasih.


__ADS_2