Shalwa Az-zahra

Shalwa Az-zahra
22.


__ADS_3

Shalwa dan Fahmi pulang dari masjid dan di suguhkan bau masakan yng enak.


"abang, adek lihat ke dapur langsung ya..?" pamit Shalwa pada Fahmi.


"iya nanti abang susul ya, oya sini mukenanya biar abang simpan." kata Fahmi.


Shalwa memberikan mukenanya pada Fahmi "maaf jadi ngerepotin abang." ucap Shalwa.


"gak repot ko. ya udah sana abang ke kamar dulu mau ganti baju." kata Fahmi mengusap puncak kepala Shalwa dengan hati berdebar-debar.


Shalwa pun pergi menuju dapur dan Fahmi pergi menuju kamar Shalwa sambil melihat tangan yang tadi mengusap puncak ke pala Shalwa dan menciuminya, "semoga ini menjadi pertanda ke baikan untuk hubunganku dan gadis kecilku" monolog Fahmi bahagia.


"Assalamualaikum.." salam Shalwa setelah masuk dapur dan melihat tante Arumi juga kakaknya di sana sedang masak.


"wa'alaikumussalam." jawab ke duanya serempak.


"udah pulang dek..? mana suamimu..?" tanya Ardi melirik ke belakang Shalwa tapi Ardi tak melihat apapun di sana.


"bang Fahmi ke kamar dulu." jawab Shalwa. "tante masak apa..?" tanya Shalwa pada tante Arumi.


"tante cuma masak tumis kangkung sama terong bakar pake sambal goreng terus mau bikin perkedel ini." jawab tante Arumi yang lagi membulatkan adonan kentan untuk di jadikan perkedel.


"biar Shalwa yang goreng perkedelnya tante." kata Shalwa sambil mengambil telur dan mengocok lepas kuning telurnya setelah itu menghidupkan kompornya dan menaruh wajan di atasnya yang sudah di tuangin minyak setelah minyak panas Shalwa mencelupkan bulatan perkedel ke dalam telur lalu menggoreng nya.

__ADS_1


"Shalwa tante mau Sholat isya dulu ya." pamit tante Arumi setelah selesai membulatkan adonan perkedelnya.


"iya tante.." jawab Shalwa sambil tersenyum ke arah tantenya.


"kakak ayo kakak juga belum Sholat isya." ajaknya pada sang putra yang sedang asik menyuapkan camilan ke dalam mulutnya.


"iya mah bentar Ardi mau minum dulu." jawab Ardi lalu meminum minumannya. "kakak ke atas dulu ya dek,, awas gosong nanti perkedelnya." ucap Ardi menggoda Shalwa setelah melihat Fahmi masuk ke dapur.


"iya ka tenang aja nanti kalo perkedelnya gosong Shalwa akan kasih semuanya ke kakak." balas Shalwa enteng.


"kamu ini ya, enggak mau pokoknya kalo sampai gosong kamu harus abisin semuanya." ucap Ardi lalu pergi dari dapur.


"iya tapi harus di bantuin ya." kata Shalwa agak meninggikan suaranya karna Ardi sudah ke luar dari dapur.


Shalwa berbalik dan melihat suaminya sudah berdiri di belakangnya. "emm.. abang butuh sesuatu.?" tanya Shalwa kemudian.


"enggak, abang cuma pengen nemenin Shalwa aja." jawab Fahmi "abang butuh adek." lanjutnya dalam hati. "butuh bantuan..?" tawar Fahmi sambil mengambil spatula dan membolak balikan perkedelnya yang hampir gosong.


"benar ternyata peringatan kak Ardi." kekek Fahmi.


Shalwa jadi salah tingkah sendiri.


"adek yang celupin perkedelnya ke telur dan masukan ke penggorengan biar abang yang bolak balikin gorengan perkedelnya." ucap Fahmi.

__ADS_1


dan Shalwa mengiyakan saja permintaan Fahmi sambil menahan malu karna baru saja berdebat dengan kakaknya tentang perkedel yang gosong eh tak lama malah kejadian perkedelnya hampir gosong dan itu di saksikan suaminya.


akhirnya mereka bekerja sama menggoreng perkedelnya.


selesai menggoreng mereka menyajikan makanannya di atas meja makan, dan menata piring dan juga gelasnya. setelah itu mereka duduk menunggu tante Arumi dan Ardi untuk makan malam.


tak lama tante Arumi datang dan duduk di kursi dekat Shalwa, Ardi pun menyusul dan duduk sebelah mamahnya.


"dek, pindah duduknya..!" seru Ardi pada Shalwa.


Shalwa mengernyit heran "kenapa..?" tanyanya pada sang kakak.


"gak kenapa-napa kasian aja Fahmi duduk sendiri padahal udah punya istri tapi makananya aja dia ambil sendiri padahal saat bersama ibunya dia suka di ambilin makanannya oleh ibunya." sindir Ardi pada adiknya itu yang masih anteng duduknya. tante Arumi mencubit paha putranya sambil melototkan matanya pada Ardi menyuruhnya diam. Ardi balik menatap mamahnya memohon sambil menahan sakit untuk meminta di lepas cubitan di pahanya.


Shalwa pun berpindah duduknya jadi di Sebelah Fahmi lalu mengambilkan nasi ke piring Fahmi dan menaruh lauknya.


"terimakasih." ucap Fahmi setelah Shalwa menaruh piring berisi makanan di depannya.


Shalwa mengangguk kan kepalanya sambi mengambil makanan bagiannya.


Fahmi melihat ke arah Ardi dengan pandangan terimakasih dan Ardi membalasnya dengan senyuman.


merekapun makan dengan tenang.

__ADS_1


__ADS_2