Shalwa Az-zahra

Shalwa Az-zahra
32.


__ADS_3

Shalwa dan Fahmi sampai di rumah. Shalwa turun dari mobil dan langsung masuk ke rumah, Shalwa melangkahkan kakinya ke arah dapur untuk menyimpan bastusnya. setelah itu Shalwa berbalik dan pergi ke kamarnya.


"abang gak balik ke kantor?" tanya Shalwa saat melihat Fahmi ada di kamarnya.


"enggak, di kantor lagi gak sibuk jadi abang gak balik lagi." kata Fahmi sambil mengambil baju ganti dan handuk.


"abang mandi duluan ya" kata Fahmi sambil berlalu dari hadapan Shalwa menuju kamar mandi. sebenarnya di kantor masih banyak pekerjaannya tapi karna tak ingin istri kecilnya di rumah sendirian jadi kerjaannya di bawa saja ke rumah. ia akan bekerja dari rumah sambil nemenin istrinya, karna Fahmi tau kalau sendirian pasti Shalwa akan slalu teringat kakek dan menangis, jadi Fahmi ingin mengurangi kesedihan Shalwa dengan adanya dirinya yang menemani.


Shalwa menganggukan kepala sebagai jawaban lalu menyimpan tas sekolahnya, setelah itu Shalwa kembali keluar dari kamar dan menuju dapur. Shalwa ingin merebus sebagian bastus yang tadi belinya, Shalwa menyiapkan mie dan sayuran dan memasaknya bersama bastusnya. dan sebagian lagi bastusnya Shalwa potong-potong dan setelah itu Shalwa menggorengnya sampai setengah kering. tak lama masakannya sudah jadi, Shalwa membaginya jadi dua mangkuk dan menaruhnya di atas meja bersama bastus goreng dan tak lupa sausnya.


"eeuummh wangi banget,,,adek bikin apa?" kata Fahmi, dia datang dengan wajah yang sudah segar dan wangi serta rapi dengan kaos pendek dan juga celana pendek di bawah lutut.


"masak bastus yang tadi beli di jalan, abang mau? ini udah Shalwa bagi dua." kata Shalwa sambil menyodorkan mangkuk ke hadapan Fahmi yang berisi bastus beserta mie dan sayuran lengkap sudah di bumbuin.


"wah,, kebetulan abang lagi lapar banget, soalnya tadi gak sempat makan siang." kata Fahmi sambil duduk di kursi dan mengambil alih mangkuk yang di sodorkan Shalwa.


"abang belum makan siang, mau sekalian Shalwa ambilkan nasi..?" kata Shalwa sambil memberikan sendok serta sendok garpu ke Fahmi.


Fahmi mengambil sendok yang di sodorkan Shalwa "boleh, makasih dek"


Shalwa pergi mengambil nasi di penanak nasi dan menaruhnya di meja bersama piringnya. "mau lauknya apa?, biar Shalwa bikinkan dulu." kata Shalwa sambil berbalik lagi untuk mencari bahan masakan di kulkas tapi Fahmi buru-buru memegang pergelangan tangan Shalwa, dan Shalwapun berbalik melihat ke arah suaminya.


Fahmi menggelengkan kepalanya "gak usah kan udah ada ini, makannya sama ini saja." kata Fahmi sambil menunjuk mangkuk yang berisi bastus.


"tapi..."


"udah, adek duduk mari makan sama-sama, nanti keburu dingin jadi kurang enak." kata Fahmi sambil menarik Shalwa menyuruhnya duduk di kursi sebelahnya duduk.


akhirnya Shalwapun duduk dan mengikuti suaminya makan.

__ADS_1


"kenapa tak beli bakso saja sekalian tadi biar adek gak repot lagi memasaknya." kata Fahmi di tengah-tengah sela suapan makannya.


Shalwa menggelengkan kepalanya sambil menyodorkan sebagian bastus yang di gorengnya dan mengisyaratkan dengan tangannya jika dia sedang makan jadi tak boleh mengobrol kalo sedang makan.


Fahmi menutup mulutnya sambil meminta maaf dengan menangkupkan tangannya dengan mata memelas, Shalwa tersenyum melihatnya sambil menganggukan kepala. dan mereka kembali dengan makanannya dan makan dengan tenang, tanpa suara hanya terdengar suara sendok yang beradu dengan piring.


setelah selesai makan mereka membersihkan peralatan bekas makannya bersama. selesai itu mereka keluar dari dapur dan Shalwa membawa piring yang berisi basreng sisa mereka makan tadi ke ruang tengah dan menaruhnya di meja karna Fahmi duduk di sana.


"Shalwa ke kamar ya bang mau mandi dulu." kata Shalwa karna dari tadi dia belum berganti pakaian dari sekolah.


Fahmi tersenyum dan menganggukan kepalanya sambil mengambil tas kerjanya yang tadi dia taruh di kursi.


Shalwa berbalik dan melangkahkan kakinya ke arah kamarnya.


Fahmi tersenyum sambil memperhatikan punggung Shalwa sampai menghilang di nalik pintu kamar lalu mengalihkan pandangannya ke arah tas kerjanya dan mengambil berkas yang belum dia selesaikan tadi di kantor, setelah itu Fahmi fokus dengan pekerjaannya.


selesai mandi Shalwa keluar dari kamar mandi dan mengambil tas sekolanya, dan duduk dikursi belajarnya, Shalwa berniat untuk belajar sambil menunggu asyar tiba.


setelah mengeluarkan buku-bukunya Shalwa malah termenung mengingat surat yang di tulis kakeknya.


Teruntuk cucuku tersayang.


cucuku, maafkan kakek karna kakek sudah memutuskan sesuatu yang besar dalam hidupmu tanpa meminta pendapatmu terlebih dahulu.


bila Shalwa merasa marah dan kecewa dengan keputusan kakek, tak apa kakek akan menerimanya.


maaf karna kakek tak menyiapkan kado terindah di ulang tahunmu yang ke delapan belas tahun ini dan malah mungkin membuatmu banyak menangis, maafkan kakek. dan buku-buku itu semoga bisa menghiburmu dan bisa jadi contoh untukmu dalam berumah tangga.


maaf kakek baru memberikan cincin nenek yang sudah lama kamu cari-cari, kakek baru sanggup melepasnya sekarang walau cincin itu tak ada harganya tapi itu adalah cincin kesayangan nenekmu.

__ADS_1


oh ya nak, kakek tak tau sampai kapan usia kakek akan bertahan. bila kakek sudah gak ada lagi, kakek titip kado juga untuk kakakmu, tolong berikan kadonya pada kakakmu saat dia sudah menemukan jodohnya.


tolong terima keputusan kakek juga walau Shalwa marah dan tak mau, mungkin kakek memaksakan ke inginnan kakek ini padamu nak.


kakek yakin Shalwa cucu kakek akan jadi cucu yang kuat dan bisa menerima segala sesuatu yang Allah kehendaki padamu.


kakek yakin suatu saat tangismu akan berubah menjadi tangis bahagia karna_Nya, dan kakek yakin cucu kakek tak akan pernah lupa dan meninggalkan tuhannya. di situasi apapun selalu ingatlah pada penciptamu agar kelak engkau di beri kebahagiaan yang kekal.


maafkan kakek, kakek menyayangimu nak, sangat.


Salam sayang dari kakek.


Shalwa teringat kembali akan kebersamaannya bersama sang kakek dan tak terasa air matanya mengalir membasahi pipinya.


"dek, adek kenapa?, ko nangis." tanya Fahmi sambil menyentuh pundak Shalwa karna Shalwa tak merespon saat Fahmi memangil-manggilnya.


Shalwa terkejut dan buru-buru mengusap pipinya yang basah dan menoleh ke arah Fahmi. Shalwa memaksakan senyum sambil menggelengkan kepalanya "Shalwa gak papa cuma ke ingat kakek aja." kata Shalwa "apa abang butuh sesuatu?" katanya lagi buru-buru. Shalwa ingin mengalihkan pembicaraan tentang kakeknya.


" abang cuma mau ambil sarung sama peci, abang ke masjid dulu ya." kata Fahmi, ia tau Shalwa ingin mengalihkan pembicaraan.


"sudah asyar ya.?" tanya Shalwa.


"iya baru saja selesai adzan, abang pergi ke masjid dulu ya,, adek jangan nangis lagi, adek harus kuat bila ingat kakek lagi.!" kata Fahmi.


Shalwa menganggukan kepalanya sambil bergumam "InsyaAllah" dan tersenyum manis ke arah suaminya tanpa di paksakan.


Fahmi pun tersenyum melihatnya tak sadar tangannya beralih mengusap kepala Shalwa dengan sayang. setelah itu Fahmipun pergi dari kamar Shalwa.


Shalwa beranjak dari duduknya setelah menetralkan perasaannya karna usapan di kepala oleh suaminya membuat jantungnya berdetak kencang. dan pergi ke kamar mandi untuk mengambil wudhu sebelum melaksanakan Shalat asyar.

__ADS_1


__ADS_2