Shalwa Az-zahra

Shalwa Az-zahra
07.makan bareng pertama


__ADS_3

Ardi menumpahkan tangisnya disana, mengeluarkan segalanya yang mengganjal di hatinya dengan menangis, atas saran Fahmi. Ardi terus menangis dengan tersedu, ia berharap dengan begitu nanti hatinya merasa lega dan jiwanya merasa tenang. "(kaya orang udah mati aja)" ia tak malu dan merasa risih walau ada Fahmi di sisinya, yang tak bereaksi apa hanya mengusap bahu Ardi pelan.padahal orang-orang yang lewat disana menatap mereka berdua dengan aneh.


setalah sekian menit tangis Ardi mulai melemah dan hanya terdengar isakan nya lirih,,, Ardi mengambil sapu tangan dari saku celananya, dan menghapus air mata yang membasahi pipinya juga membuang ingus nya disana,,, setelah selesai Ardi melipat saputangan, menempatkan yang ada ingusnya di dalam lalu memasukan kembali ke dalam saku celananya.


Fahmi yang melihat itu mengernyitkan alisnya dan bergidik, tapi tak berkomentar apapun.


Ardi menarik nafas dalam dan menghembuskanya perlahan "terimakasih." ucap Ardi singkat.


"sama-sama." jawab Fahmi dengan singkat pula dengan tanpa reaksi apapun.


Ardi menoleh ke arah Fahmi sebentar lalu lurus lagi kedepan tanpa mengucapkan apa-apa. mereka saling diam entah apa yang sedang mereka pikirkan.


setelah 10 menit mereka saling diam dengan pikiran masing-masing, pesanan Ardi tiba. setelah membayar dan berterimakasih pada sang kurir mereka masuk kedalam dan mampir ke kantin untuk membeli minum lalu melanjutkan kembali langkah mereka ke ruang rawat kakek Ahmad.


saat sampai di dalam ruangan kakek mereka melihat orang tua mereka masih berbincang dengan suara pelan tapi tidak dengan Shalwa, gadis itu sudah tertidur di pangkuan tante Arumi.

__ADS_1


"kenapa lama.?" tanya ayah.


"karna baru datang." jawab Fahmi.


ayah hanya berdecak kesal pada putranya itu.


mereka berdua meletakan makanan dan minuman di tengah karpet itu.


"Shalwa, sayang bangun makan dulu...!" tante mengusap pipi Shalwa membangunkannya.


"emh,,, tak usah tante Shalwa masih ngantuk.." jawab Shalwa setengah sadar


"iish,, kakak Shalwa masih ngantuk, jangan ganggu." jawabnya sambil menepis tangan Ardi.


"iya nanti terusin lagi tidurnya kalau udah makan." kata Ardi sambil menggelitiki kaki Shalwa.

__ADS_1


lantas Shalwa bangun dengan kesal memelototi kakaknya, "kakak maksa banget sih orang masih ngantuk juga, malah di gangguin, inikan udah tengah malam, makannya besok aja sekalian sarapan pagi." omel Shalwa sambil manyun dan merapihkan kerudungnya. Shalwa lupa dengan keadaan di sana yang banyak orang.


"emang Shalwa gak lapar.?" tanya Ardi.


"lapar tapi ngantuk, kakak suapin Shalwa aja karna kakak udah maksa.!" jawab Shalwa memejamkan mata lagi sambi duduk.


Ardi mencebik "minta suapin aja sama suami kamu." bisik Ardi tapi masih kedengaran oleh mereka yang ada di situ.


Shalwa langsung membuka matanya lebar, ia baru sadar keadaan di sekitarnya, Shalwa melirik orang-orang yang ada di situ sekilas dan mukanya tiba2 memerah karna malu. Shalwa bangkit dan membungkuk sedikit "maaf." cicit nya pelan lalu berbalik menuju kamar mandi untuk membasuh tangan dan wajahnya..


Fahmi dan kedua orang tuanya hanya mengulum senyum, gemas melihat tingkah Shalwa. sedangkan tante Arumi sudah terbiasa melihat kelakuan kedua putra putrinya.


"ka Ardi jail banget sih bikin aku malu aja, mana depan suami dan mertua yang baru resmi beberapa jam yang lalu." gerutunya.


setelah selesai Shalwa keluar dan bergabung untuk makan malam yang waktunya sudah sangat kelewat.

__ADS_1


Shalwa grogi karna ini makan pertama bareng suami dan mertua, Shalwa makan dengan terus menunduk tak berani mengangkat kepalanya.


Ardi pun tak menggodanya mereka makan tanpa suara. hanya terdengar suara kerupuk yang di kunyah...


__ADS_2