Shalwa Az-zahra

Shalwa Az-zahra
08. mimpi Shalwa


__ADS_3

setelah makan mereka tidur di karpet, tapi tidak dengan Shalwa walaupun matanya sudah di pejam-pejamkan, Shalwa tak bisa tidur lagi. mungkin ngantuknya sudah hilang, atau karna gugup tidur di apit mertua dan tantenya.


Shalwa bangun karna tak bisa tidur lagi lalu pergi ke kamar mandi untuk berwudhu setelah selesai Shalwa keluar mengambil mukena dan sejadah lalu memakainya . Shalwa mengerjakan Sholat dua raka'at dan berkeluh kesah pada tuhan nya atas apa yang menjadi ganjalan di hatinya.


jam sudah menunjukan pukul 02:00 tapi Shalwa masih betah dengan duduknya bersama tasbih yang bergulir di tangannya. setelah lewat 15 menit Shalwa bangun dan merapikan alat sholatnya dan memasukan kedalam tas sekolahnya. ya karna Shalwa kerumah sakit langsung dari sekolahnya jadi Shalwa belum pulang ke rumah.


Shalwa pergi ke kamar mandi lagi untuk membuang hajatnya dan mengambil wudhu lagi, setelah itu Shalwa keluar menghampiri kakeknya, Shalwa duduk di kursi yang ada di sebelah ranjang kakek.


menatap lekat wajah kakek yang sudah keriput tak terasa tetesan bening keluar dari matanya Shalwa buru-buru menghapusnya. Shalwa menggenggam tangan kakek dan mengecupnya pelan, Shalwa meletakan kepalanya di sisi ranjang kakek dan meletakan tangan kakek di kepalanya. tak lama Shalwa terlelap dengan mimpinya.


Shalwa berada di taman yang sangat indah banyak bunga bermekaran disana, Shalwa melihat kesana kemari matanya jelalatan melihat bunga-bunga yang indah, Shalwa bertemu ayah, ibunya juga nenek, mereka memeluk Shalwa dengan sayang. tak lama kakek datang menghampiri mereka, kakek juga memeluk Shalwa dengan erat, mengecup ubun-ubunnya lama "Shalwa harus jadi wanita yang kuat dan tegar ya, kami menyayangimu" ucap kakek "jangan terlalu larut dalam bersedih" sambungnya. Shalwa bergeming ia tak mengerti ucapan kakeknya, bersedih kenapa pikirnya. kakek melerai pelukannya, lalalu kakek menggandeng tangan nenek sambil tersenyum ke arah Shalwa dan pergi dari hadapan Shalwa.

__ADS_1


"kalian mau kemana kenapa ninggalin Shalwa..? tunggu Shalwa..!" ucap Shalwa sambil ingin melangkahkan kakinya tapi kakinya serasa terpaku di sana tak bisa di gerakan.


"kakek nenek, ayah ibu, tunggu Shalwa kalian mau kemana kenapa Shalwa di tinggal Shalwa gak bisa bergerak." teriaknya tapi tak ada yang merespon teriakan Shalwa mereka hanya melambaikan tangan mereka.


"kakek jangan pergi tunggu Shalwa.!" teriak nya lagi dengan air mata yang sudah berderaian.


"kakek...." kakek...." nenek... ayah... ibu...jangan pergi tunggu Shalwa.." Shalwa terus berteriak. tapi tak ada yang kembali mereka sudah hilang dari pandangan Shalwa bersama taman yang indah itu, mata Shalwa berkeliling sejauh mata memandang hanya putih yang Shalwa lihat tak ada apapun disana.


Ardi yang terbangun dari tidurnya ia duduk dan mengusap wajah nya sambil menguap, melihat jam sudah menunjukan angka 04:00, ia melihat tempat Shalwa tidur kosong dan ia melihat kearah ranjang kakek ternyata Shalwa tidur disana. Ardi bangkit dari duduknya dan menghampiri Shalwa, Ardi melihat pipi Shalwa basah, Shalwa menangis dalam tidurnya sambil menggumamkan kakek,, Ardi menepuk bahu Shalwa pelan dan mengguncangkannya sedikit.


"dek, kamu kenapa dek,,? hey,, bangun dek..!" ucap Ardi lembut. tapi Shalwa masih dengan posisi semula dan air mata yang terus keluar dan bergumam "kakek jangan pergi.."

__ADS_1


Ardi yang mendengar gumaman Shalwa dalam tidurnya dan melihat tangisnya tak kuasa menahan sesak di dadanya, Ardi memangku kepala Shalwa dan menepuk nepuk pipi Shalwa pelan "dek,, bangun sayang, sudah mau subuh.." ucap Ardi tapi Shalwa masih tidur dengan mimpinya. Ardi mengguncang tubuh Shalwa pelan lagi. "dek bangun lihat kakek disini kakek tak pergi." ucap Ardi lagi.


Shalwa yang mendengar kakek tak pergi langsung membuka matanya dan mendapati wajah Ardi, Shalwa menoleh dan matanya berkeliling melihat ruangan putih dan melihat kakek masih terbaring di ranjang nya ternyata masih di rumah sakit.


Shalwa memeluk Ardi dan menangis lagi. "Shalwa mimpi kakek pergi sama nenek, ayah dan ibu, kak." ucapnya sambil nangis di pelukan kakaknya.


"shut,,, sudah-sudah jangan nangis lagi kakek masih tidur nanti terganggu tidurnya ya." kata Ardi sambil mengusap punggung Shalwa yang berguncang karna isakannya.


mereka yang ada disana bangun karna adzan sudah berkumandang. mereka melihat Shalwa menangis di pelukan Ardi bertanya " kenapa..?" tante Arumi sudah panik dan menghampiri ayahnya takut ayahnya kenapa-napa tapi setelah di periksa ayahnya masih tidur.


"Shalwa kenapa sayang..?" tanya tante Arumi.

__ADS_1


"Shalwa mimpi kakek pergi mah, makanya nangis." jawab Ardi.


__ADS_2