Shalwa Az-zahra

Shalwa Az-zahra
10. pemakaman


__ADS_3

"innalillahiwainailaihirojiun" ucap ketiganya.


Fahmi melihat Shalwa yang menatap kakek tapi tatapannya kosong, Fahmi langsung membawa Shalwa kedalam pelukannya, Shalwa tak bereaksi apapun tatapannya masih melekat pada kakek.


"yang sabar ya de, ikhlaskan kakek pergi agar kakek tenang dan bahagia disana." ucap Fahmi sambil menghadapkan wajah Shalwa ke dadanya agar tak terus melihat ke arah kakek.


"kakek disana sudah tak merasakan sakit lagi juga pasti bertemu dengan nenek, kakek akan senang disana jadi kalian yang di tinggalkan harus ikhlas melepas kepergian kakek." hibur Fahmi lagi. "ayo kita kita antarkan kakek pulang dengan banyak do'a dan cinta dari kalian." ucap Fahmi lagi.


Shalwa merespon ucapan Fahmi dengan anggukan kepala, Fahmi sangat senang dengan respon Shalwa juga tak menolak pelukannya.


ayah Fahmi menyelesaikan administrasi kakek setelah selesai jenazah kakek di antar ke rumah oleh pihak rumah sakit.


Shalwa ikut mobil jenazah di temani Fahmi. tante Arumi yang pingsan karna terus menangis di bopong Ardi menaiki mobil ayah Fahmi, sementara mobil Ardi di tinggal di rumah sakit.


setelah sampai rumah banyak tetangga yang datang ingin melayad. banyak tetangga yang menghibur Shalwa, karna Shalwa anak yang riang dan suka membantu jadi banyak yang mengenal Shalwa dan menyayangi nya. teman-teman sekolah Shalwa juga para guru Shalwa banyak yang datang setelah mendengar kabar wafatnya kakek Shalwa, keluarga ayah Ardi juga rekan-rekan bisnis dan sejawat Ardi juga pada datang mengucapkan bela sungkawa. keluarga Fahmi juga pada datang. rekan-rekan kakek juga pada datang.

__ADS_1


saat di mandikan Shalwa dan Ardi tak mau ketinggalan ingin ikut membersihkan sang kakek untuk terakhir kalinya, setelah selesai dimandikan dan di kafankan Shalwa dan Ardi tenggelam dalam membaca Al-qur'an, mereka ingin memberikan bekal sebanyak-banyak nya untuk sang kakek. para pelayad juga banyak yang membacakan yasin untuk kakek. tante Arumi yang baru sadar dari pingsan nya juga terlihat sedang membacakan Al-qur'an untuk sang Ayah.


lalu jenazah kakek di sholatkan setelah selesai di sholatkan dan liang lahat sudah selesai di gali, tak lama jenazah kakek di bawa kepemakaman karna tak ada yang di tunggu, untuk di makamkan di dekat sang istri.


pemakaman kakek sangat lancar Ardi dan Fahmi ikut turun ke liang lahat menyambut jenazah kakek dari bawah, setelah selesai menimbun tanah pak ustadz di sana memimpin do'a dengan khusyu.


setelah selesai para pelayad mulai bubar satu persatu. tinggal keluarga yang ada di sana. setelah sekian lama disana menatap kuburan kakek akhirnya mereka juga pulang.


setelah sampai di depan rumah, perasaan Shalwa, Ardi dan tante Arumi begitu sesak, yang biasanya kakek selalu duduk di kursi teras rumah kini sudah tiada.


mereka bertiga hanya tersenyum tipis menyapa orang-orang disana, setelah selesai orang-orang pamit dan pada pulang tak lupa Ardi memberikan sedikit rejeki pada orang yang datang.


keluarga Fahmi juga pada pamit pulang, begitu juga dengan keluarga Ardi hanya neneknya yang tinggal karna Arumi yang meminta untuk beliau menginap di sana.


setelah tak ada orang lain lagi Shalwa pamit ke kamarnya, tante Arumi juga pamit ke kamarnya bersama ibu mertuanya.

__ADS_1


"Fahmi susulah Shalwa ke kamar nya tolong temani dia..!" kata Ardi pada Fahmi "kamarnya paling pojok dekat tangga yang sebelahnya kamar kakek." sambungnya lagi.


"iya ka." jawa Fahmi lalu beranjak dari duduknya.


"om sama tante hana juga itirahatlah mari Ardi antar." lalu Ardi menunjukan kamar tamu untuk di tinggali sementara orang tua Fahmi.


"bila tante atau om butuh sesuatu jangan sungkan anggaplah di rumah sendiri, maaf ya om, tante Ardi gak bisa melayani om sama tante dengan baik, maaf juga karna di sini tak ada ART." ungkap Ardi dengan sesal.


om Rojak menepuk bahu Ardi pelan " tak apa nak, kami ngerti ko, nak Ardi juga istirahatlah jangan risaukan kami." jawabnya


"iya nak istirahatlah.!" sambung tante hana.


"ya udah om, tante Ardi pamit ke kamar dulu" pamit Ardi


"iya pergilah." jawab keduanya.

__ADS_1


__ADS_2