Shalwa Az-zahra

Shalwa Az-zahra
13.


__ADS_3

tak terasa malam telah tiba, sehabis sholat magrib Shalwa menyempatkan membaca Al_qur'an sebentar setelah itu Shalwa keluar dari kamarnya dan melangkahkan kakinya ke arah dapur.


setiba di dapur Shalwa melihat tante Arumi dan ibu mertuanya sedang sibuk memasak.


"boleh Shalwa bantu." tanya Shalwa setelah dekat dengan mereka.


ibu dan tante Arumi menoleh dan tersenyum. "Shalwa tadi nenek nanyain kamu, katanya kalau kamu keluar kamar suruh temuin nenek. jadi sekarang Shalwa samperin nenek aja ya..!" kata tante Arumi.


"iya tante, ibu, kalau gitu Shalwa temuin nenek dulu." jawab Shalwa.


Shalwa pergi dari dapur setelah menerima respon mereka yang menyuruhnya pergi.


Shalwa menaiki tangga dan tiba di lantai dua rumah itu, ada tiga kamar di sana, kamar tante Arumi yang paling dekat dengan tangga lalu bersisian dengan kamar yang di jadikan ruang kerja oleh kakek dulu dan sekarang di pakai oleh Ardi, dan satu ruang santai.


Shalwa melangkahkan kakinya menuju kamar tante Arumi karna nenek ada di sana. setiba di depan kamar tante Arumi Shalwa mengetuk pintunya. "nek ini Shalwa" ucapnya dari luar.


"masuklah nak..!" jawaban nenek dari dalam.


Shalwa membuka pintu lalu melangkah masuk dan menutup lagi pintunya. Shalwa mendekati nenek, dan nenek menepuk sisi ranjang di dekatnya agar Shalwa duduk disana.


"kata tante nenek nanyain Shalwa ya, ada apa..?" tanya Shalwa ramah setelah duduk di tempat yang nenek tepuk tadi.


nenek menggapai tasnya yang ada di atas nakas dan merogoh sesuatu di dalamnya.


"ini untuk Shalwa sebagai hadian pernikahan dan ulang tahun mu dari nenek semoga Shalwa suka." nenek memberikan sepasang liontin bentuk hati.


"sebenarnya nenek sudah menyiapkan ini jauh hari untuk hadiah ulang tahunmu. tapi karna nenek gak tau kalau Shalwa sudah menikah dan nenek tak menyiapkan hadiah jadi ini saja sebagai hadiahnya sekalian, karna waktunya juga bertepatan." kata nenek lagi.


Shalwa menerima liontin itu dan menatapnya dengan mata berbinar. liontin yang terbuat dari perak itu begitu cantik tapi juga tak mencolok. sebenarnya Shalwa menginginkan liontin seperti ini sudah sangat lama tapi Shalwa tak berani meminta pada keluarganya.


"terimakasih nek." Shalwa memeluk nenek sayang. "nenek sudah memberikan hadiah ulang tahun untuk Shalwa, yang begitu Shalwa inginkan sekian lama. padahal Shalwa saja tak ingat, kalau Shalwa ulang tahun. bahkan mungkin yang lain juga pada tak ingat, mungkin hanya nenek saja yang ingat." mata Shalwa sudah mengembun.


"dan mungkin kakek Shalwa juga ingat, bahkan hadiah dari kakek takkan pernah bisa Shalwa lupakan. pernikahan dan kepergiannya mungkin jadi kado untuk Shalwa." tubuh Shalwa bergetar di pelukan nenek karna menahan tangis.

__ADS_1


nenek mengelus punggung Shalwa sayang "menangislah nak,, jangan di tahan keluarkan semua beban yang ada di hatimu. insyaAllah dengan menangis kamu akan lebih tenang."


tangis Shalwa akhirnya pecah, runtuh sudah pertahanannya di pelukan nenek Ardi yang sudah Shalwa anggap nenek sendiri. Shalwa mengeratkan pelukanya pada nenek dan nenek mengusap punggung Shalwa dengan sayang.


lama Shalwa menangis hingga lewat isya dan Shalwa tertidur di pelukan nenek masih dengan isakan yang masih sesekali terdengar lirih dari mulutnya.


tak lama tante Arumi datang, melihat Shalwa di pelukan mantan ibu mertuanya sambil di tepuk-tepuk pelan.


"Shalwa kenapa bu...?" tanya tante Arumi pelan sambil mendekat ke arah ranjang.


"Shalwa tertidur setelah menangis." jawab nenek juga pelan.


" yaudah Arumi panggil Fahmi dulu bu, biar Shalwa tidur di kamarnya." kata tante Arumi. lalu keluar menghampiri Fahmi yang sedang bercengkrama dengan ayahnya juga Ardi di ruang keluarga.


"Nak Fahmi Shalwa tertidur di kamar tante, tolong nak Fahmi pindahkan ya soalnya tidurnya di pelukan nenek. " ucap tante Arumi setelah dekat dengan Fahmi.


"iya tante" jawab Fahmi sambil beranjak dan pergi ke kamar tante Arumi.


"kenapa Shalwa tidur di pelukan nenek mah..?" tanya Ardi.


Fahmi memangku Shalwa dengan hati-hati.


"jangan di bangunkan biarkan saja Shalwa istirahat.!" ucap nenek pada Fahmi.


"iya nek." jawab Fahmi. lalu Fahmi membawa Shalwa keluar dan berpapasan dengan tante Arumi di depan pintu.


"hati-hati nak..!" peringat tante Arumi. Fahmi hanya menganggukan kepalanya. lalu menuruni anak tangga satu persatu dengan hati-hati.


Ardi menghampiri Fahmi setelah Fahmi berada di dekat pintu kamar Shalwa. "biar aku yang buka." tawarnya pada Fahmi lalu membukakan pintunya.


"terimakasih kak." ucap Fahmi.


"sama-sama" jawab Ardi.

__ADS_1


Fahmi masuk ke kamar sementara Ardi juga berlalu menaiki anak tangga, Ardi ingin ke kamarnya dan berganti pakaian.


Fahmi membaringkan Shalwa di ranjang dengan hati-hati takut tidurnya terganggu.


Fahmi memandangi wajah Shalwa lekat. Shalwa sangat cantik dan manis bulu mata lentik dan hidung bangir nya serta lesung pipi menghiasi wajahnya bikin yang memandang begitu candu, walau sekarang matanya sembab dan hidungnya merah tapi kecantikannya tak pudar. tak sadar Fahmi mendaratkan kecupannya pada dahi Shalwa. Fahmi tersenyum sendiri dengan kelakuannya.


Fahmi menyelimuti Shalwa lalu pergi mengambil baju ganti yang sudah di tata rapi di lemari oleh Shalwa sore tadi.


Fahmi berganti pakaian di kamar mandi karna takut Shalwa bangun saat dia sedang bertelanjang, Fahmi tak mau membuat Shalwa tak nyaman padanya.


Fahmi tak ingin memaksakan kehendaknya, yang Fahmi inginkan saat ini adalah kenyamanan Shalwa.


setelah berganti pakaian Fahmi keluar dari kamar mandi dan melihat Shalwa masih tertidur, Fahmi berjongkok mendekatinya dan mengusap pipi Shalwa dengan punggung jarinya pelan. "kakak akan makan dulu ya.. nanti kalau adek lapar adek bangun ya..!" ucap Fahmi lalu bangun dari jongkoknya dan keluar dari kamar Shalwa lalu menutup pintunya pelan.


Fahmi melangkahkan kakinya ke arah dapur. di dapur sudah ada orang tuanya dan Ardi tapi belum ada tante Arumi dan neneknya Ardi, mungkin mereka belum selesai.


"Shalwa sudah tidur ya.?" tanya ibu. " ibu sisihkan dulu makanannya, nanti kalau Shalwa bangun kamu tinggal angetin aja.!" sambungnya lagi sambil menyisihkan makanan dan menyimpanya.


"iya bu.." jawab Fahmi.


tak lama tante Arumi dan neneknya Ardi datang lalu duduk bersisian dengan ibunya Fahmi, dengan nenek yang duduk di kursi tengah.


dengan telaten tante Arumi melayani mantan mertuanya itu dan nenek menerimanya dengan senang hati dan rasa terima kasih yang terpancar dari tatapan matanya.


tak lupa tante Arumi juga mengisikan nasi dan lauknya di piring putranya, baru kemudian mengisi miliknya.


ibu Fahmi juga melakukan hal demikian pada suami dan putranya.


lalu mereka makan tanpa suara.


selesai makan mereka membersihkan meja makannya dan mencuci piring kotor bersama, kecuali nenek yang sudah di antar oleh Ardi keruang keluarga, karna setelah selesai beberes mereka akan mengaji bersama disana.


mohon dukungannya dari kakak-kakak semua...😊😊😊

__ADS_1


terimakasih sebelumnya.


__ADS_2