Shalwa Az-zahra

Shalwa Az-zahra
24.


__ADS_3

"kenapa rasanya badanku berat ya." batin Shalwa saat ingin bangun tidur. Shalwa membuka matanya perlahan lalu mengucek matanya dengan tangan kanan, sambil masih menguap dan punggung tangan kiri menutupi mulutnya.


Shalwa tersentak saat melihat apa yang membuatnya berat, ternyata tangan suaminya yang sedang melingkar di atas perutnya. Shalwa menoleh, melihat wajah tampan suaminya yang masih damai dalam tidur lelapnya.


Shalwa mengangkat kepalanya melihat jam yang ada di meja belajar di balik tubuh suaminya, jam baru menunjukan pukul 03:00 pagi.


Shalwa kembali melihat suaminya, lalu mengangkat tangan suaminya pelan dari perutnya dan meletakanya kembali di sisi tubuhnya.


setelah memastikan suaminya tak terganggu dengan pergerakannya, lalu Shalwa duduk dan turun dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi untuk bersih-bersih dan berwudhu untuk melakukan Sholat malam.


setelah Shalwa masuk kamar mandi Fahmi membuka matanya. sebenarnya Fahmi sudah bangun dari sebelum Shalwa, dan saat Shalwa bangun Fahmi berpura-pura tidur dengan pulas, agar Shalwa tak curiga.


Fahmi ingin memandangi wajah istri kecilnya yang imut dan manis, apalagi saat tertidur kadar ke imutannya jadi berlipat di mata Fahmi. dan Fahmi ingin berpuas-puas nemandanginya selagi sang empunya sedang tak sadar dan dia bisa memandanginya dengan puas.


Fahmi tersenyum bahagia karna akhirnya bisa tidur memeluk kekasih hatinya, sudah lama dia mendambakannya. mungkin sudah 10 tahun kurang lebih, dia menantikan dan menunggu waktu itu tiba, dimana dia dan Shalwa bisa hidup berdampingan dalam ikatan yang halal.


dan penantiannya tak sia-sia, akhirnya mereka di satukan dalam ikatan halal itu, Shalwa sudah menjadi istrinya.


"abang sudah bangun, bisakah kita Sholat bersama?" ucap Shalwa saat sudah keluar dari kamar mandi dan melihat Fahmi sudah duduk di atas ranjang.


"em iya tunggu sebentar, abang akan bersih-bersih dan berwudhu dulu.!?" Fahmi turun dari tempat tidur dan melangkahkan kakinya ke arah kamar mandi dengan berbunga-bunga, karna ini baru pertama kali Shalwa mengajaknya sholat malam bersama.


Fahmi buru-buru menyelesaikan bersih-bersihnya dan berwudhu, setelah itu berganti baju dengan sarung, koko, dan peci yang bertengger di kepalanya. lalu keluar dari kamar mandi dan menghampiri Shalwa yang sudah menggelar dua sejadah, dan telah memakai mukenanya.


"bisa kita mulai..?" tanya Fahmi setelah berdiri di sejadah yang sudah di siapkan Shalwa untuknya.

__ADS_1


"em... iya ayo...!" jawab Shalwa pelan.


lalu mereka melakukan sholat malam bersama. Fahmi melakukannya dengan perasaan begitu bahagia ia meresapinya dengan penuh suka cita. dan Shalwa, ia tak tahu apa arti dari perasaanya yang selalu tak karuan, jantungnya selalu berdebar kencang saat bersama Fahmi. walaupun begitu mereka tetap melaksanakan sholat dengan khusyu' setelah menenangkan diri masing-masing.


usai sholat dan berdo'a mereka menunggu subuh dengan membaca ayat-ayat suci Al-qur'an. sampai akhirnya tak terasa adzan subuh sudah terdengar berkumandang, Fahmi pamit pada Shalwa hendak ke masjid melaksanakan sholat subuh berjama'ah bersama orang-orang yang mungkin sudah datang ke masjid.


Shalwa mengiyakan dan dia melaksanakan Sholat di kamarnya sendiri. selesai sholat Shalwa pergi ke dapur membantu tantenya masak untuk sarapan, selesainya Shalwa mandi bergantian dengan suaminya dan bersiap-siap untuk pergi ke sekolah.


tak ada drama apapun pagi itu. selepas sarapan mereka pergi bersama mengantar Shalwa ke sekolahnya terlebih dahulu, lalu Fahmi dan Ardi akan pergi ke kantor.


rencananya Fahmi akan mengelola perusahaan orang tua Shalwa di bantu orang kepercayaan kakek. kemarin Ardi sudah mendiskusikanya bersama, awalnya Fahmi menolak karna dia berencana akan segera memboyong Shalwa pindah ke rumahnya yang ada di pusat kota, tapi Ardi mencegahnya dan meminta Fahmi membawa Shalwa setelah lulus sekolah, karna tanggung tinggal beberapa bulan lagi katanya.


itu hanya salah satunya, yang lainnya karna dia dan ibunya belum siap untuk melepas Shalwa jauh dari mereka.


apalagi mereka baru kehilangan kakek, mereka belum siap untuk berpisah dengan orang yang mereka kasihi lagi, walau bisa bertemu kapan saja tapi mereka belum sanggup untuk sekarang ini, jadi Ardi memohon pada Fahmi untuk tinggal bersama mereka sementara setidaknya sampai Shalwa lulus sekolah.


...****...


Ardi dan Fahmi sampai di sekolah Shalwa dan Shalwa menyalami tangan mereka berdua.


"sekolah yang bener dek,, jaga mata dan hatimu karna sudah ada pemiliknya, ingat itu..!!" ucap Ardi setelah Shalwa menyalami tangannya sementara Fahmi seperti biasa hanya menyunggingkan senyum manisnya saja.


Shalwa memicing melihat kakaknya "iya Shalwa akan menjaga mata dan hati Shalwa, Shalwa akan selalu ingat itu. tapi kakak mulai sekarang harus belajar melepas mata dan hati kakak untuk melihat sekitar kakak dan mulai mencari wanita yang cocok jadi mantu untuk tante. Shalwa gak peduli gimana perasaan kakak, yang penting perempuan itu sayang sama tante Arumi juga tante Arumi suka sama perempuan itu." jawab Shalwa, lalu keluar dari mobil dengan santai, ia melenggang masuk ke dalam sekolahnya meninggalkan kakaknya yang melongo mendengar kata-kata adiknya itu.


"ck.. dasar anak itu kalau aku kasih tau suka balas kasih tau. awas saja nanti akan ku suruh kau yang cari istri untukku." gerutu Ardi kesal dengan adiknya itu.

__ADS_1


"masa dia tak memikirkan perasaanku gimana kalau nanti wanita itu tak cocok denganku, masa dia mau menyuruhku menikahinya juga." Ardi masih terus menggerutu sambil mengemudikan mobilnya menuju perusahaan Shalwa.


Fahmi di belakang hanya terkekeh kecil mendengar gerutuan Ardi.


"jangan menertawaiku, kamu juga masih harus berusaha untuk menaklukan hatinya!" ucap Ardi kesal pada Fahmi yang masih asyik terkekeh-kekeh.


"iya aku slalu berusaha yang terbaik untuk bisa membuatnya nyaman dulu padaku. kakak juga harus berusaha mendapatkan calon yang dia setujui." jawab Fahmi tersenyum sambil menahan rasa yang ingin tertawa melihat raut muka Ardi dari belakang yang kalou ada di komik pasti kepalanya sudah berasap.


"kamu...." geram Ardi "awas saja akan ku suruh Shalwa tidur di kamar mamah nanti malam." ancam Ardi.


"jangan dong ka, masa baru semalam aku tidur di atas ranjang yang sama udah mau di pisahin lagi." melas Fahmi, ia tak sadar dengan ucapannya sendiri.


"apa..? jadi selama ini kalian tidur terpisah gitu..?" teriak Ardi tak percaya sambil mengerem mobilnya mendadak.


Fahmi yang sadar dia sudah keceplosan hanya tersenyum canggung dan menggaruk belakang kepalanya.


"aku gak mau buat Shalwa tak nyaman, jadi nunggu dia siap aja." jawab Fahmi pelan.


"kenapa kita berhenti..?" ucap Fahmi lagi bertanya.


"kita sudah sudah sampai." jawab Ardi, dia mendesahkan nafasnya berat.


Fahmi melihat sekeliling ternyata benar mereka sudah ada sampai di depan kantor milik orang tua Shalwa. Fahmi jadi salah tingkah dia membuka pintu mobil lalu keluar dan melangkahkan kakinya masuk ke dalam kantor.


Ardi menggelengkan kepalanya "pantas saja mereka terlihat masih canggung bila dekat, harus di kasih waktu berdua ini mah." batin Ardi. lalu keluar dari mobil dan menyusul langkah Fahmi yang sudah masuk ke dalam. Ardi ingin menyapa orang yang akan membantu Fahmi.

__ADS_1


mohon dukungannya dari kakak semua...😊😊😊


terimakasih


__ADS_2