
tak terasa air mata Shalwa menetes membasahi pipinya, Shalwa berkeliling mengamati kamar kakek, Shalwa mengambil foto kakek bersama nenek yang ada di atas nakas dan Shalwa duduk di atas ranjang kakek.
Shalwa menatap foto itu lekat-lekat, seakan-akan kalau ia lengah gambar itu akan hilang.
Shalwa membaringkan tubuhnya di ranjang "kakek,, nenek,,, semoga kalian mendapatkan kebahagiaan yang kekal disana." ucap Shalwa sambil terisak.
Shalwa mengingat setiap kata-kata kakeknya sebelum meninggal seperti ucapan perpisahan untuknya saat kakek memintanya untuk menerima pinangan Fahmi.
flasback on.
saat itu Shalwa masih berada di sekolah sedang membaca bersama teman-temannya di perpustakaan. tiba-tiba ponselnya bergetar karna memang Shalwa tak pernah mengaktivkan nada dering ponselnya saat di sekolah hanya getar saja.
Shalwa merogoh ponselnya di saku seragam sekolahnya, dan melihat ternyata kakaknya yang menelpon lalu Shalwa menjawab telponnya.
📱"assalamualaikum kak ada apa..?" tanyanya karna tak biasanya Ardi menelpon saat Shalwa sedang tengah sekolah.
📱"wa'alaikumsalam "
📱"ade belum selesai ya sekolahnya..?" jawab Ardi.
📱"iya ka ini lagi istirahat,, ada apa..?" kata Shalwa.
📱"em.. nanti pulang sekolah adek ke rumah sakit ya,, kakek, masuk rumah sakit.!" ucap Ardi.
__ADS_1
Shalwa mematung mendengar ucapan kakaknya, Shalwa langsung keluar mencari guru.
📱"a..apa sakit kakek parah.?" tanya Shalwa menyembunyikan isakannya sambil berlari kecil.
📱" gak tau karna sekarang masih di tangani dokter, tadi mama nemuin kakek sudah pingsan di kamarnya." jelas Ardi.
"ya udah ya ka nanti Shalwa kesana." putus Shalwa sepihak tanpa memberikan Ardi ruang untuk menjawab, karna Shalwa sudah berada di depan ruang guru.
Shalwa mengetuk pintu dan terdengar sahutan dari dalam menyuruhnya masuk
"nak Shalwa, ada apa..?" tanya gurunya heran melihat Shalwa yang menangis mendatangi ruang guru.
"gak papa buk, em.. Shalwa boleh ijin pulang lebih dulu buk..?" tanya Shalwa pada bu guru kepala sekolah.
"kakek Shalwa masuk rumah sakit, jadi Shalwa mau ijin pulang lebih dulu." kata Shalwa.
"inalillahiwainailaihiraji'un... boleh nak silahkan." jawab bu guru.
lalu Shalwa pamit dan langsung pergi dari sekolah setelah mengambil tasnya menuju rumah sakit. Shalwa menaiki ojek yang mangkal dekat sekolanya. sepanjang jalan Shalwa menangis bapak tukang ojekpun heran tapi tak berani bertanya.
setelah sampai Shalwa memberikan ongkos pada tukang ojek setelah itu Shalwa buru-buru menghapus air mata yang membasahi pipinya setelah itu pergi ke resepsionis menanyakan ruangan dimana kakek Ahmad di rawat.
setelah mengetahuinya Shalwa berlari menuju ruangan kakek dengan petunjuk resepsionis tadi.
__ADS_1
saat sampai di depan ruangan kakek Shalwa berkali-kali menetralkan nafasnya yang ngos-ngosan setelah tenang Shalwa membuka pintunya pelan terlihat di sana ada kakek yang sedang terbaring di atas ranjang dengan selang alat bantu pernapasan di hidungnya dan selang infus di tangan kirinya, juga ada tiga orang yang tak Shalwa kenal sedang duduk disana dengan tante Arumi juga kakaknya Ardi.
"assalamualaikum " ucap Shalwa kemudian
"wa'alaikumsalam " jawab yang ada di dalam sambil menoleh ke arah Shalwa.
salwa menyalami mereka satu persatu walau Shalwa tak kenal mereka tapi pasti keluarganya kenal makanya ada di sana.
"ko adek udah pulang, bukanya tadi masih istirahat kan..?" tanya Ardi.
"iya tapi Shalwa Khawatir jadi ijin pulang lebih dulu." jawab Shalwa. lalu Shalwa menghampiri kakek nya menyalami tangan kakek dan mencium tangannya berkali-kali.
" apa kakek sudah baikan.?" tanya Shalwa yang melihat kakeknya begitu pucat dan nafas yang berat.
"kakek sudah lebih baik nak." jawab kakek tersenyum ke arah sang cucu sambil menggenggam tangan Shalwa.
"syukurlah kalau kakek sudah lebih baik Shalwa lega." ucap Shalwa.
"boleh kakek mengobrol berdua dengan Shalwa..?" tanya kakek.
"tentu kek, kakek mau ngomong apa..?" tanya Shalwa.
mereka yang mendengar kakek ingin bicara berdua dengan Shalwa mengerti dan pamit keluar.
__ADS_1
tinggalah kakek dan Shalwa di sana.