
Fahmi bangun saat Adzan berkumandang, Fahmi melihat ke atas ranjang dan tidak ada Shalwa di sana ranjangnya pun sudah rapi. Fahmi berdidiri mendekati kamar mandi mungkin Shalwa di sana pikir nya tapi tak ada suara dari sana. Fahmi berpikir mungkin Shalwa sudah bangun dan keluar dari kamar.
lalu Fahmi mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi setelah siap-siap Fahmi bergegas keluar dari kamar untuk pergi ke masjid, kebetulan ayahnya juga baru keluar lalu mereka pergi ke masjid bersama.
pulang dari masjid Fahmi ke dapur dia melihat ibunya dan tante Arumi sedang memasak.
"butuh sesuatu..?" tanya ibu saat melihat putranya di sana.
"Fahmi cuma mau mengambil air untuk minum bu." jawab Fahmi sambil mengambil gelas dan menuangkan air ke dalamnya.
"apa ingin teh hangat biar ibu buatkan..?" tawar ibu.
"gak usah bu.." jawab Fahmi. "Fahmi bantu ibu dan tente masak ya.." ucap Fahmi. setelah meminum minumannya sambil duduk.
"gak usah nak, kamu panggil Shalwa saja apa dia mau sekolah atau tidak ini sudah jam 06 lebih Shalwa belum keluar.!" sahut tante Arumi.
Fahmi mengernyitkan alisnya heran. "tapi tadi saat Fahmi bangun Shalwa sudah tak ada di kamar." kata Fahmi.
"mungkin Shalwa tadi ke luar dulu coba kamu lihat sekarang, kamu belum ke kamar kan..?" kata ibunya.
"iya bu." jawabnya lalu Fahmi keluar dari dapur dan melangkah ke arah kamar Shalwa.
Fahmi membuka pintu kamar dan masuk ke dalam tapi tak ada Shalwa disana ke adaan masih sama seperti saat ia meninggalkan kamar itu, Fahmi mencari di kamar mandi juga kosong.
Fahmi keluar mencari di ruang keluaga tak ada di ruang tamu juga tak ada Fahmi mulai panik dia berbalik dan berlari ke dapur. "ibu... tante... Shalwa gak ada di kamar di ruang tengah dan ruang depan juga gak ada. apa Shalwa ke atas tante.?." ucap Fahmi masih bisa mengontrol rasa paniknya.
"seingat tante gak ada Shalwa di atas di kamar Ardi juga gak ada." jawab tante Arumi.
"mungkin Shalwa ke luar ke taman mungkin.." sahut ayah yang juga sudah ada di sana menikmati secangkir kopi sambil nyemil goreng pisang buatan istrinya sambil membantu menyiangi bayam.
__ADS_1
Fahmi buru-buru ke luar mendengar ucapan ayah nya, ia ingat kalau jendela kamar Shalwa menghadap ke taman. ayah yang melihat Fahmi terburu-buru menggelengkan kepala dan ter kekeh kecil. "anak itu segitu paniknya, padahal Shalwa tak mungkin kemana-mana kan, memangnya Shalwa mau ke mana sepagi ini apa dia sudah mencari di kamar kakeknya.?." ucap ayah heran.
"orang lagi jatuh cinta ayah kaya gak tau aja." sahut ibu lalu terkikik geli. tante Arumi hanya mengulum senyum saja.
Fahmi sampai di taman tapi tak ada siapa-siapa di sana, Fahmi mengelilingi rumah kakek walau rumah nya tak besar tak kecil juga tapi halamannya luas. ada taman bunga, ada kolam ikan, ada beberapa petak sayuran, dan ada beberapa pohon buah juga. Fahmi mengelilingi semuanya mencari-cari Shalwa tapi tak ada orang di sana.
Fahmi semakin panik ia berlari masuk ke dapur "Ayah, ibu Shalwa gak ada." ucapnya dengan panik dan ngos-gossan tapi orang tuanya anteng saja. "tolong bantu Fahmi dong cariin Shalwa masa menantunya hilang anteng-anteng saja." gerutu Fahmi setelah nafasnya teratur.
"emang Shalwa hilang kemana..?" sahut Ardi yang baru masuk dapur bersama neneknya, karna neneknya ingin melihat yang sedang masak terus nanti pengen ke taman Shalwa ingin menghirup udara segar katanya. Ardi menuntun neneknya duduk di kursi.
" ya gak tau tadi saat aku bangun Shalwa udah gak ada di kamar dan sampai sekarang aku belum melihatnya, aku takut dia kenapa-napa." kata Fahmi dengan cemas.
Ardi mengulum senyum melihat Fahmi yang cemas mencari adiknya. " udah cari ke kamar kakek." ucapnya kemidian.
Fahmi yang mendengar itu langsung bergegas ke kamar kakek.
"emang Shalwa mau ke mana pagi-pagi begini.? semalam aku melihat Shalwa masuk ke kamar kakek dan dia tertidur di sana, mungkin Shalwa rindu kakek." jawab Ardi.
"ternyata benar dugaanku kan." sahut ayah.
sedang yang lain hanya terkekeh.
Fahmi membuka pintu kamar kakek dan melongokan kepalanya sedikit ternyata benar dia melihat Shalwa ada di sana sedang tidur di ranjang kakek.
Fahmi melangkahkan kakinya ke arah ranjang kakek menghampiri Shalwa yang masih tidur.
Fahmi bernafas lega setelah melihat Shalwa sedang tertidur pulas. rasa khawatirnya seketika menghilang, dan Fahmi tersenyum bodoh "kenapa sampai tak ke pikiran kalau Shalwa ke sini padahal tinggal selangkah aja udah ketemu, ini malah mencari kemana-mana udah kaya orang gila aja aku." Fahmi merutuki kebodohannya.
Fahmi melihat Shalwa tidur dengan mendekap sebuah foto dan Fahmi melihat kalau mata Shalwa masih sembab, mungkin Shalwa habis nangis semalam di sini. Fahmi jadi sedih karna masih belum bisa jadi penghibur untuk istri kecilnya, tapi Fahmi tak berkecil hati ia akan terus berjuang untuk menggapai cinta istrinya. lagi pula mereka juga belum saling mengenal walau status mereka adalah suami istri. Fahmi akan mendekati istrinya pelan-pelan.
__ADS_1
Fahmi berjongkok di sisi ranjang dan mengelus pipi Shalwa pelan. "dek bangun,, ini sudah siang apa adek mau sekolah apa enggak..?" ucap Fahmi ia menusuk-nusuk pipi Shalwa pelan karna Shalwa belum bangun juga.
Shalwa menepiskan tangannya karna merasa terganggu menyangka itu kakaknya Ardi yang mengganggu tidurnya. "ish..kakak jangan ganggu-ganggu Shalwa masih ngantuk kepala Shalwa juga pusing." gerutu Shalwa dengan suara serak khas bangun tidur dan juga mata yang masih terpejam.
Fahmi gemas melihatnya ingin rasanya Fahmi gigit bibir yang sedang menggerutu itu. tapi Fahmi buru-buru sadar nanti malah Shalwa marah dan makin tak nyaman padanya.
"tapi ini sudah siang dek, ayo segera bangun..!" jawab Fahmi.
Shalwa sedikit membuka matanya karna mendengar itu bukan suara Ardi. Shalwa terkejut matanya terbuka lebar ternyata bukan kakaknya yang sedang mengganggu tidurnya tapi suaminya.
Fahmi tersenyum manis ke arah Shalwa yang sedang melotot ke arahnya karna terkejut.
"ini sudah siang dek.. ayo bangun..!" kata Fahmi.
mendengar kata siang Shalwa melirik jam yang ada di dinding ternyata jam sudah menunjukan pukul 06:30 pagi.
"Astagfirullahal'adzim." jerit Shalwa panik ia kalang kabut bangun dari tidurnya tanpa memedulikan orang yang sudah melongo melihatnya. " ya Allah aku kesiangan" ucapnya sambil berlari keluar dari kamar kakek menuju kamarnya. Shalwa tak sadar menutup pintu kamarnya dengan kasar saking paniknya.
Braak...
Fahmi terjengit kaget mendengar suara pintu yang di tutup kasar oleh Shalwa. Fahmi mengelus dadanya pelan karna terkejut "astagfirullahal'adzim." gumamnya lalu keluar dari kamar kakek dan melangkahkan kakinya ke arah dapur.
orang-orang yang ada di dapur melihat Fahmi yang baru datang dengan pandangan bertanya. "ada apa..?" begitu kira-kira arti dari tatapan mereka.
"dia kesiangan." ucap Fahmi seakan tau apa yang mereka ingin ketahui.
"oohh." ucap mereka serempak.
Fahmi mengernyitkan alisnya heran dengan kelakuan keluarganya itu. Fahmi menggendikan bahu acuh lalu duduk di kursi. dan yang lain kembali sibuk dengan aktivitasnya masing-masing.
__ADS_1