Shalwa Az-zahra

Shalwa Az-zahra
04. Nasihat kakek


__ADS_3

"kami pasti selalu mendoakanmu sayang ." kata tante Arumi, sambil membelai kepala keponakannya lembut.


kakek yang menyaksikan adegan manis anak cucunya, tersenyum lebar juga dengan mata yang mengembun.


kakek sangat bahagia, dan merasa lega, sekaligus sedih. bahagia, karna kini cucu yang selalu ia khawatirkan, telah memiliki seseorang yang akan selalu menjaga dan menemaninya, menggantikan dirinya. sedih, karna harus menikahkan cucu nya di usia yang masih muda apalagi cucunya masih sekolah. tapi kakek merasa waktunya bersama cucunya takkan lama lagi, dan akhir_akhir ini kakek sering memimpikan mendiang istrinya yang mengajaknya untuk pulang. jadi kakek menikahkan mereka secepatnya, karna kakek sangat ingin menyerahkan langsung cucunya pada suaminya.


ya, Fahmi dan orang tuanya sudah datang pada kakek, untuk mengutarakan keinginannya yang sudah lama ia pendam, dan ingin mengikat Shalwa dengan bertunangan. tepatnya dua tahun lalu saat Shalwa lulus SMP, tapi kakek tak menerimanya juga tak memberitahu Shalwa, karna Shalwa masih kecil, kakek tak ingin belajarnya terganggu. kakek hanya berpesan pada Fahmi untuk datang lagi setelah Shalwa lulus SMA.


tapi, setelah sakit kakek kambuh dan semakin parah, kakek hanya teringat Shalwa, kakek selalu khawatir Shalwa menikah tanpa dirinya, dan merasa sedih karna orang tuanya tak ada dan dirinya juga tak ada, walau ada Arumi dan Ardi tapi kakek selalu merasa sedih untuk cucunya yang satu itu. jadi kakek memutuskan untuk menikahkan Shalwa segera.


lalu kakek menelpon Ayah Fahmi, dan menjelaskan kondisinya, kakek mengutarakan keinginannya pada ayah Fahmi, untuk segera menikahkan Fahmi Dan Shalwa, dan langsung di setujui oleh ayah Fahmi.

__ADS_1


sempat di tentang oleh Arumi juga Ardi, dan kakek menerangkan nya perlahan dan memberi pengertian untuk mereka berdua serta menjelaskan kondisinya, hingga akhirnya Arumi dan Ardi menerima keputusan kakek Ahmad, walau mereka cemas dengan reaksi Shalwa tapi mereka tak bisa mengubah keputusan kakek.


tak terasa tetesan bening dan hangat meluncur dari mata tua kakek, kakek menghapusnya perlahan sambil masih menyunggingkan senyum nya.


"apakah Shalwa tak mau memeluk kakek juga..?" rajuk kakek dengan nada lemah.


Shalwa melepas pelukannya dengan tante juga kakaknya, lalu beranjak dan menghampiri kakeknya memeluknya dari samping. Shalwa menangis lagi di pelukan kakek nya, dan kakek terus mengusap kepalanya dengan lembut. setelah Shalwa tenang kakek memanggil cucu menantunya untuk mendekat.


Shalwa bangun karna melihat suaminya sudah berdiri di dekatnya.


" duduklah nak..!" titah kakek lagi. Fahmi dan Shalwa duduk bersisian dikursi. kakek menggenggam tangan keduanya satu persatu dan menyatukan keduanya..

__ADS_1


"selamat untuk pernikahan kalian,,, maaf karna kakek menikahkan kalian dengan terburu2,,, Shalwa, maafin kakek ya nak,, kakek sudah memaksakan keinginan kakek pada Shalwa..?" lirih nya. Shalwa dan Fahmi hanya menganggukan kepala saja.


"kakek berharap pernikahan kalian akan selalu medatangkan bahagia,,, sakinah mawadah warohmah..." ucap kakek dengan sesekali berhenti karna nafas nya sesak.


"Shalwa,,, sekarang kamu sudah jadi seorang istri,,, jadilah istri yang sholeha,, selalu turuti perintah suamimu selagi perintahnya dalam hal baik,,, patuhlah padanya,,, karna sekarang kamu sudah tanggung jawabnya,,, syurgamu ada padanya,,, raihlah selalu ridhonya,,, karna ridho suamimu juga ridho_Nya Allah,,, jangan membangkang,,, dan jangan jadi penghalang untuk suamimu berbakti pada orang tuanya,, jadilah jembatan untuk suamimu dan mertuamu dalam hal kebaikan, bantulah suamimu dalam meraih ridho orang tuanya,,, jangan keluar tanpa izin nya,,," kata kakek sambil mengusap tangan cucunya itu dengan lembut. Shalwa hanya menunduk dan bergumam InsyaAllah dalam setiap kata2 kakeknya sambil menahan isak tangisnya.


kakek beralih ketangan Fahmi dan meletakannya di atas tangan Shalwa lalu menggenggamkannya.


"Nak fahmi, kakek titip cucu kakek ya,,, bimbinglah dia menjadi istri yang baik,, bila dia salah tolong nasihati dia dengan lemah lembut,,, tolong bahagiakan cucu kakek dan hargai dia,,, bila nak Fahmi sudah tak sanggup membahagiakannya, tolong jangan sakiti dia,,, jangan kecewakan dia,,, dan tolong jangan kasari dia,,, bila itu terjadi maka kembalikan saja cucu kakek pada keluarganya yang masih ada,,, kakek yakin Arumi dan Ardi pasti akan menerimanya apapun keadanya..." kakek menghela nafasnya dan menghembuskanya perlahan dan tak terasa air bening dan hangat itu mengalir lagi dari mata tuanya. mereka yang ada disana juga menangis melihat dan mendengar kakek...


......................

__ADS_1


__ADS_2