
saat ini Shalwa sedang bersiap untuk tidur, di kamar mandi Shalwa membuka kerudung yang di pakainya. selesai berwudhu Shalwa melihat dirinya di pantulan cermin kamar mandi, Shalwa melihat dirinya yang tak berkerudung lalu membuka ikatan rambutnya dan menggerainya, biasanya Shalwa selalu mengenakan kerudung walau sedang tidur tapi sekarang Shalwa memutuskan akan membuka kerudungnya bila sedang di kamar dan hanya berdua dengan suaminya.
Shalwa merapihkan rambutnya dengan tangan, karna rambut Shalwa lurus jadi mudah di rapihkan walau hanya memakai tangan saja. Shalwa memperhatikan penampilannya sekali lagi setelah di rasa cupkup Shalwa berjalan ke arah pintu dan membukanya perlahan, di lihatnya sang suami yang lagi duduk di sisi ranjang dan sedang sibuk dengan ponsel di tangannya, Shalwapun perlahan berjalan ke sisi ranjang yang lain.
Fahmi mengalihkan pandangannya dari ponsel karna melihat siluet Shalwa dari ujung ekor matanya. betapa terpesonanya kala netranya melihat kecantikan sang istri yang tak mengenakan kerudungnya dan menggerai rambut indahnya itu. matanya terus mengikuti langkah Shalwa hingga Shalwa duduk di sisi ranjang yang lain, netranya tak ingin lepas dari pemandangan indah yang menakjubkan yang di lihatnya itu. hingga yang tadinya sedang menunggu sang istri keluar kamar mandi untuk bergantian memakainya karna ia juga ingin bersih-bersih dulu sebelum tidur, sekarang hanya terbengong menatap lekat pada istri kecilnya.
Shalwa tersipu malu dan wajahnya memerah karna terus di tatap oleh sang suami. Shalwa menoleh dan mengangkat wajahnya menatap suaminya yang juga sedang menatapnya dengan lekat. "emm... abang besok ada rencana kemana?" Shalwa bertanya dengan canggung karna terus di tatap oleh Fahmi.
"Cantik, istriku sangat cantik.." bukan jawaban dari pertanyaan Shalwa yang keluar dari mulut Fahmi tapi sebuah kata pujian yang membuat wajah Shalwa semakin memerah dan repleks menunduk kembali menyembunyikan semburat merah yang semakin menghiasi wajahnya.
__ADS_1
Fahmi menjulurkan tangannya menyentuh rambut Shalwa yang terurai karna rambut Shalwa panjang hingga ujung rambutnya berserakan di kasur walau dia sedang duduk. Fahmi membawa rambut Shalwa ke hadapannya lalu mencium dan menghirup wanginya yang mana itu membuat jantung Shalwa semakin berdegup kencang.
"harum sekali" ucap Fahmi sambil menggeser duduk nya mendekat ke arah sang istri. Fahmi menatap lekat pada wajah cantik istrinya yang polos tanpa polesan make up, Fahmi mencubit dagu Shalwa dan mendongakannya supaya dia bisa melihat jelas wajah istrinya yang kini semakin memerah bak kepiting rebus.
"apa adek sedang mencoba menggoda abang?, rasanya abang sudah tak bisa menahannya lagi bila adek seperti ini,," ungkap Fahmi dengan suara agak serak, Fahmi perlahan mendekatkan wajahnya dan menyatukan bibirnya ke bibir sang istri dan lama kelamaan Fahmi semakin berhasrat dan mencoba ******* bibir mungil istri kecilnya itu dengan perlahan tapi pasti, Fahmi memejamkan matanya dan sangat menikmatinya walau tak ada balasan dari sang istri, baginya tak ada penolakan dari sang istri itu sudah membuatnya cukup senang. Shalwa hanya mematung kaku dengan tindakan suaminya, jantung berdegup semakin kencang dan tak karuan Shalwa tak bisa mengendalikan dirinya dan merasa sendi-sendinya lemas dan gemetar.
Shalwa menggelengkan kepalanya di pelukan sang suami dan memberanikan diri dengan sekuat tenaga membuka mulutnya "ti,,tidak, tidak. hanya saja,,, Shalwa yang belum bisa mengendalikan diri dan perasaan Shalwa. maafkan Shalwa, Shalwa janji akan membiasakan diri dengan ini" kata Shalwa terbata dan melepaskan diri dari pelukan suaminya dan tiba-tiba Shalwa menabrakan bibirnya ke bibir sang suaminya yang mana itu membuat Fahmi terkejut bukan main tapi otaknya cepat sadar dan Fahmi tak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu dan dengan cepat menahan tengkuk Shalwa dan melahap bibirnya dengan perlahan saat istrinya itu ingin melepaskan ciumannya. Shalwapun perlahan membalasnya walau masih kaku, Shalwa tak ingin membuat sang suami kecewa terhadapnya dan terus menunggu. jadi Shalwa akan belajar mengendalikan dirinya dan perasaannya.
Fahmi tak ingin terburu-buru, setelah puas Fahmi melepaskan ciumannya dan mengusap bibir mungil istrinya yang basah dengan ibu jarinya "terimakasih" bisik Fahmi "abang tau adek belum siap, jadi abang tak ingin terburu-buru," kata Fahmi sambil merapihkan rambut Shalwa yang tergerai indah "sekarang tidurlah.!" kata Fahmi lalu beranjak dari tempat tidur dan buru-buru pergi ke kamar mandi, Fahmi ingin berendam di air dingin guna meredakan hasrat yang menggelora dalam dirinya.
__ADS_1
Shalwa melihat punggung suaminya yang menghilang di balik pintu kamar mandi dengan nanar dan perasaan campur aduk. Shalwa menekan dadanya yang terus berdebar dengan kencang, setelah merasa agak tenang Shalwa membaringkan badannya di kasur dan menutupinya dengan selimut. Shalwa terus menatap pintu kamar mandi yang di baliknya ada suaminya, entah apa yang sedang di lakukan suaminya di balik pintu itu Shalwa tak mengetahuinya.
hingga sekian lama Shalwa menatap pintu itu tapi pintu itu tetap tertutup dan tak ada tanda-tanda akan terbuka seperti tak ada siapa-siapa di dalamnya. hingga akhirnya mata Shalwa tertutup dan dia tertidur karna saking lamanya menanti suaminya keluar. tadinya dia ingin menyampaikan maksudnya yang tadi di ajak jalan-jalan ke taman bermain oleh Almahyra besok, tapi mungkin maksudnya tak akan tersampaikan sekarang.
mungkin sudah lebih dari satu jam Fahmi berada di kamar mandi dan merendam dirinya di air dingin, dan akhirnya Fahmipun selesai dan dia merasa segar setelah membersihkan diri.
Fahmi keluar dari kamar mandi dengan hanya berbalut handuk karna tadi tak sempat mengambil baju ganti saking buru-burunya. Fahmi melihat Shalwa sudah tertidur lelap di kasur dan dia tersenyum lebar lalu mengambil baju ganti di lemari dan langsung memakainya di sana.
perlahan Fahmi naik ke atas ranjang dan membaringkan tubunya di sisi sang istri yang sudah terlelap. Fahmi mengecup dahi Shalwa dan mendekapnya erat. "selamat tidur sayang. semoga adek selalu ad dalam lindungan Allah dan di jauh dari segala hal yang buruk." Fahmi menatap lekat wajah cantik sang istri dan kembali mengecupnya lama "terimakasih adek sudah mau belajar menerima abang, terimakasih. abang janji akan berusaha membuat adek bahagia semampu yang abang bisa." Fahmi mendekap istrinya dengan sayang lalu ikut memejamkan mata ingin menyusul tidur lelapnya sang istri.
__ADS_1