Shalwa Az-zahra

Shalwa Az-zahra
12.


__ADS_3

Fahmi pergi ke kamar tamu yang di tempati orang tuanya untuk melaksanakan sholat dzuhur.


selesai sholat Fahmi menyusul ke dua orang tuanya ke dapur untuk membantu mereka memasak.


sampai di dapur Fahmi melihat ibunya sibuk mencuci sayuran juga daging ayam dan ayahnya membantu mengupas bawang.


ini bukan kali pertama Fahmi melihat pemandangan yang begitu romantis menurutnya, ayah nya sering melakukan itu membantu ibunya memasak, membersihkan rumah, mencuci pakaian dan mencuci piring mereka suka melakukannya bersama_sama.


bila Fahmi bertanya kenapa ayahnya suka sekali membantu ibunya. padahal orang lain yang Fahmi lihat istrinya sibuk membersihkan rumah, suaminya kadang sedang duduk membaca sambil ngopi, kadang juga suaminya langsung pergi bekerja. ayah selalu menjawab pertanyaan putranya sambil tersenyum "ini memang tugas ayah sebagai seorang suami, justru ibumu yang membantu ayah, jadi nanti setelah kamu menikah jangan melimpahkan pekerjaan rumah tangga pada istrimu ya.." sambil menepuk bahu putranya pelan.


Fahmi sering membayangkan ia melakukan apa yang di lakukan orang tuanya bersama pasangannya kelak.


ibu yang melihat putranya terbengong di pintu masuk dapur sambil tersenyum mengernyitkan alisnya heran, lalu ibu menghampirinya dan melambaikan tangan di depan mukanya tapi putranya itu masih tersenyum_senyum sendiri.


"Fahmi,, Fahmi,, hei nak, kamu kenapa..?" tanya ibu sambil menepuk bahu putranya itu. "lagi bayangin apa hayo kok senyum_senyum gitu..?" goda ibunya sambil tersenyum kecil.


Fahmi yang tersadar dari lamunannya jadi salah tingkah karna ketahuan melamun oleh ibunya , Fahmi hanya tersenyum kecil sambil menggosok hidungnya.


"ayo nantu ibu masak..!" ajak ibu pada Fahmi.


Fahmi mengikuti ibunya dan duduk di sebelah ayah. ayah yang melihat putranya duduk di sebelahnya berbisik "berusahalah untuk mewujudkan bayanganmu itu jadi kenyataan.. semangat.." bisik ayah lalu anteng lagi mengiris bawang seperti tak terjadi apa_apa.

__ADS_1


Fahmi hanya tersenyum tipis mendengar bisikan ayahnya dalam hati Fahmi bertekad akan berusaha mewujudkannya.


ibu meletakan sayuran yang sudah di cuci ke depan suami dan putranya menyuruh mereka untuk memotong sayura untuk membuat sup. sementara ibu mengambil bawang yang ayah kupas dan menguleknya bersama bumbu yang lain untuk bumbu ayam goreng. setelah ayam di marinasi ibu mengoreng nya. ibu juga menggoreng tempe.


sementara ayah membuat sup Ardi menyiapkan piring dan mangkuk untuk alas makanan nya. setelah itu Ardi hanya menyaksikan orang tuanya yang sibuk memasak.


"Fahmi tolong periksa nasinya kalau sudah matang bawa ke meja makan ya..! lalu panggil semuanya ajak makan..!" ucap ibu meminta tolong putranya.


"siap bu." jawab Fahmi semangat sambil beranjak dari duduk nya dan melakukan apa yang di perintahkan ibunya.


setelah itu Fahmi keluar dari dapur dan menuju ke kamar Shalwa. setelah sampai di depan pintu kamar Shalwa Fahmi mengetuk pintunya tapi hening tak ada sahutan dari dalam. Fahmi membuka pintunya pelan dan melongokan kepalanya sedikit terlihat Shalwa masih duduk di atas sejadahnya dan masih mengenakan mukenanya.


"dek..?" panggil Fahmi dan Shalwa menoleh sebentar lalu menunduk, Fahmi menghela nafas pelan dengan reaksi Shalwa.


"ibu menyuruhku memanggilmu untuk makan. ibu menunggu di dapur." kata Fahmi menerangkan kedatangannya.


"iya aku akan ke dapur sebentar lagi." jawab Shalwa pelan dengan masih menunduk.


"aku akan memanggil kak Ardi dan tante Arumi dulu." ucap Fahmi lalu pergi dari sana setelah melihat Shalwa mengangguk.


Fahmi menaiki tangga menuju kamar Ardi dan tante Arumi.

__ADS_1


sementara Shalwa membereskan peralatan sholatnya setelah memakai kerudung Shalwa keluar dan melangkahkan kakinya menuju dapur.


terlihat di sana ayah dan ibu sedang menyajikan makanan. Shalwa menghampiri mereka berdua.


ibu yang melihat Shalwa datang menyongsong menantunya itu dan membawanya duduk di kursi makan. "oh sayang,, kemarilah dan duduk disini dekat ibu." kata ibu sambil mendudukan menantunya itu.


"apa ibu yang masak..?" tanya Shalwa melihat makanan yang terhidang di atas meja. ibu mengangguk meng iyakan.


"kenapa ibu tak panggil Shalwa, kan Shalwa bisa bantu ibu." kata Shalwa ibu hanya tersenyum menanggapi ucapan menantunya "maaf karna Shalwa hanya asik sendiri di kamar saja. maaf ibu jadi repot sendiri." sesal Shalwa.


ibu mengusap punggung tangan Shalwa lembut sambil tersenyum ke arah menantunya "tak apa sayang,, ibu tak masak sendiri ada ayah dan Fahmi yang ikut memasak." terang ibu pada Shalwa karna melihat menantunya itu merasa tak enak.


Shalwa melihat ayah mertuanya dan ayah tersenyum sambil mengangguk meng iyakan.


tak lama Fahmi datang dengan Ardi, tante Arumi, juga neneknya Ardi yang di gandeng oleh Ardi, lalu Ardi mendudukan neneknya di dekat Shalwa.


Shalwa menyambut nenek dengan senyum dan mengecup tangannya. nenek selalu suka dengan sikap Shalwa yang selalu menghormati orang yang lebih tua.


nenek tersenyum dan mengusap puncak kepala Shalwa dengan sayang.


mereka duduk dengan perempuan sebelah kiri dan para pria sebelah kanan. dan mereka makan tanpa suara hanya suara dentingan sendok yang terdengar.

__ADS_1


__ADS_2