Shalwa Az-zahra

Shalwa Az-zahra
11.


__ADS_3

saat akan menaiki tangga Ardi melihat Fahmi bersandar di dinding dekat pintu kamar Shalwa Ardi mengernyitkan alisnya heran. "kenapa tak masuk..?" tanyanya.


Fahmi mendongak "Shalwa sedang sholat, kalau aku masuk takutnya ganggu dia" jawab Fahmi. "aku rasa dia ingin menenangkan diri." lanjutnya.


Ardi membuka pintu Shalwa sedikit dan melongokan kepalanya ternyata benar Shalwa sedang khusyuk sujud.


"kalau gitu kamu istirahat aja di kamarku kamu pasti juga lelah..!" tawar Ardi kemudian setelah menutup pintuh Shalwa lagi pelan.


"gak usah kak aku tunggu di sofa aja di depan" jawab Fahmi.


"yasudah aku ke kamar dulu" kata Ardi menepuk bahu Fahmi pelan dan berlalu menaiki tangga.


Fahmi mengangguk dan melihat punggung Ardi yang menaiki tangga dengan iba, Fahmi tau Ardi butuh waktu sendiri walau Ardi terlihat tegar dan baik_baik saja, tapi mungkin hatinya tidak, dia hanya tak ingin memperlihatkan itu pada keluarganya dia harus kuat untuk keluarganya.


begitu juga Shalwa walau dia tak menitikan air matanya di depan orang_orang dan terlihat kuat tapi ia begitu rapuh saat tak ada orang lain, makanya sekarang Fahmi tak berani masuk meski hatinya ingin menemani dan membawa istri kecilnya itu kedalam dekapannya untuk memberikan kekuatan tapi pasti istri kecilnya tak akan nyaman karna mereka belum saling mengenal dan akan terasa canggung. bukanya nyaman yang di dapat pasti risih yang di rasanya.


Fahmi melangkah ke arah sofa dan tidur di sana.


*****

__ADS_1


di dalam kamar Shalwa, masih duduk di atas sejadah dan menengadahkan tangan nya " ya Allah ampuni hambamu yang penuh dosa ini ya Allah ampuni hamba, engkau yang maha kuasa yang maha tahu, hambamu yang berlumur dosa ini memohon pada_Mu tolong lapangkanlah dadaku dalam menerima setiap ujian dari_Mu, hamba tahu setiap yang engkau gariskan adalah yang terbaik bagi hamba_Mu, engkau yang maha membolak balikan hati maka dari itu hamba mohon berikanlah hamba ke ikhlasan hati dalam menjalani segala sesuatu yang engkau gariskan."


Shalwa terus berdoa berkeluh kesah pada tuhannya atas kesedihan hatinya di tinggal sang kakek. dan akhirnya Shalwa menumpahkan tangisnya di atas sejadah. Shalwa menangis tersedu_sedu, Shalwa ingin menumpahkan segala sesak yang menghimpit di dadanya.


setelah merasa sedikit tenang dan tangisnya mereda Shalwa mengambil Al-qur'annya dan tenggelam dengan bacaannya.


*****


di kamar Ardi, dia juga melakukan hal yang sama dengan yang Shalwa lakukan, Ardi menenggelamkan dirinya dengan membaca ayat_ayat suci Al_qur'an.


walau mereka bukan keluarga 'alim tapi kakek selalu tegas pada anak_anak dan cucunya untuk selalu belajar agama, dan di sela_sela kesibukan mereka untuk belajar mengaji pada ustadz yang dekat dengan rumah mereka.


*****


tak lama tante Arumi bangun setelah mendengar suara adzan berkumandang dari arah masjid terdekat.


"maaf bu, Arumi malah menambah lelah ibu, padahal ibu sudah jauh_jauh kesini pasti belum istirahat" sesal tante Arumi.


"tak apa sayang ibu masih kuat kok,," terang ibu mertuanya sambil mengusap pipi menantunya yang masih segar walau usianya hampir 50an.

__ADS_1


"ayo kita sholat dulu setelah itu baru istirahat." ajaknya pada mantan menantu yang sudah di anggapnya anak sendiri.


"iya bu mari Arumi bantu." tawar tante Arumi. ibu janya menganggukan kepala sambil tersenyum. dan mereka pergi ke kamar mandi untuk berwudhu dulu setelah itu mereka melaksanakan sholat dzuhur bersama.


setelah selesai ibu mertuanya kembali ke ranjang dan istirahat sementara tante Arumi menenggelamkan diri membaca Al_qur'an.


*****


di kamar tamu ayah dan ibu Fahmi istirahat sebentar lalu sholat dzuhur disana. setelah selesai ibu pamit pada ayah untuk memasak, ibu baru ingat kalau mereka belum sempat sarapan pagi tadi dan ini udah waktu makan siang, yang lain pasti takkan ingat. ayah menawarkan diri untuk membantu, dan ibu mengiyakan sambil tersenyum manis ke arah ayah, ayah gemas melihat istrinya itu.


lalu mereka keluar menuju dapur untuk memasak.


saat melewati sofa ayah melihat Fahmi tidur disana. lalu ayah membangunkanya.


"nak,,bangunlah ini sudah dzuhur...!" kata ayah sambil mengguncang bahu putranya.


Fahmi mengerjapkan matanya lalu duduk sambil menguap.


"sholatlah dulu di kamar yang kami tempati..! ayah dan ibu mau ke dapur dulu untuk memasak" terang ayah pada putranya dan berlalu menyusul istrinya.

__ADS_1


__ADS_2