
tak terasa hari sudah gelap saatnya orang-orang yang beraktivitas untuk berhenti dan mulai beristirahat, begitu juga dengan Fahmi dan Ardi. selesai melaksanakan sholat magrib Fahmi kembali ke ruangannya mengambil berkas-berkas yang belum selesai dikerjakan dan memasukannya ke dalam tas kerjanya. setelah itu Fahmi keluar dari kantor, di depan sudah terparkir mobil perusahaan dan seorang supir yang akan mengantarnya pulang.
*
*
di kantor Ardi setelah sholat magrib dia kembali berkutat dengan pekerjaannya yang belum selesai, Ardi ingin menyelesaikanya sekarang di kantor karna mulai besok sampai beberapa hari kedepan ia tak akan masuk kantor.
dengan semangat Ardi menyelesaikan pekerjaannya dan memeriksanya dengan teliti agar saat dia berada di desa akan merasa tenang.
*
*
Fahmi sampai sudah sampai di rumah sebelum isya dan keadaan rumah sangat sepi, mungkin Shalwa sedang di masjid bersama tante Arumi. Fahmi menuju ke kamar Shalwa dan langsung membersihkan diri setelah menggantung tasnya di gantungan samping lemari dan membuka lemarinya untuk mengambil baju ganti.
setelah selesai mandi dan kemudian berwudhu kembali Fahmi keluar dari kamar mandi. Fahmi kembali mengambil tas kerjanya berniat menyelesaikan pekerjaan yang tadi tertunda sambil menunggu waktu isya.
*
*
di masjid Shalwa masih belajar mengaji bersama beberapa anak-anak hanya ada enam orang yang seumuran dengannya termasuk dirinya. karna mungkin teman-teman sebayanya yang lain banyak yang sekolah jauh dan mungkin sambil mondok. sementara dirinya tak ingin berjauhan dengan kakeknya, jadi Shalwa sekolah di sekolahan yang bisa dia jangkau dari rumah walaupun agak sedikit jauh, sedangkan sekarang orang yang tak ingin dia jauh malah lebih jauh lagi di ambil sama yang maha penciptanya.
begitu juga dengan Alma, ia tak ingin berjauhan dengan ayah ibunya. maklum dia anak bungsu jadi sedikit manja pada orang tuanya, tak seperti ke dua kakaknya yang sudah di pondokan oleh ayah sedari mereka keluar dari SD. padahal ayahnya sudah menyuruh putri bungsunya itu untuk mondok waktu dia lulus SMP tapi gadis itu menolak dan malah menangis sesenggukan sambil memeluk ibunya erat.
__ADS_1
waktu Alma keluar SD ayahnya pernah mengirimnya ke pondok pesantren tapi tak lama hanya sebulan dan akhirnya dia kembali lagi dengan ke adaan yang sedang sakit parah, kata pengasuhnya Alma sering melamun dan bila di tanya Alma akan menjawab sambil menangis …"Alma rindu ibu, Alma ingin pulang, Alma tak betah di sini, Alma ingin ibu"… itulah jawaban Alma sambil terisak-isak.
walau pengasuhnya sering menghiburnya dan mengatakan bahwa seiring berjalannya waktu Alma akan terbiasa di sana dan akan betah, tapi semakin lama malah kondisi Alma yang memburuk dan berakhir di rumah sakit selama hampir dua minggu karna sakitnya parah. dan sampai sekarang ayahnya tak berani lagi meminta Alma untuk mondok lagi.
*
selesai mengaji Alma menatap Shalwa dengan intens, gadis itu masih tak percaya dengan pendengarannya tadi siang bahwa sang sahabat sudah punya suami.
"kenapa lihatin aku kaya gitu? kamu naksir aku Al?" Shalwa menaikan alisnya saat melirik sahabatnya sedang menatap dirinya.
"aku masih normal ya." dengus Alma pelan.
"padahal aku udah seneng loh di taksir kamu" goda Shalwa.
"ish kamu ini, jangan aneh-aneh ya. ayo bentar lagi adzan siap-siap." kesal Alma pada sahabatnya yang suka sekali menggodanya. lalu Alma beranjak dari duduknya untuk menyimpan Al-qur'an dan beberapa kitab kecil ke tempat penyimpanan yang sudah di sediakan di sana, Shalwa pun menyusulnya sambil mengulum senyum.
Alma mengepalkan tangannya dengan geram ke arah sahabatnya itu yang malah santai ikutan duduk bersama anak-anak. dan diapun langsung menyusul karna adzan sudah berkumandang.
*
*
setelah mendengar adzan berkumandang Fahmi merapihkan berkas-berkas yang sedang dia periksa kembali dan menyimpanya ke dalam tas kerjanya. setelah itu Fahmi mengerjakan Sholat di sana, selesai mengerjakan sholat Fahmi merapihkan sejadah dan berganti baju koko dan sarungnya dengan kaos dan celana. setelah itu Fahmi keluar dari kamar dan melangkahkan kakinya ke arah dapur, Fahmi berniat akan memasak untuk istri dan tantenya karna belum tentu Ardi akan pulang cepat.
setelah di dapur Fahmi melihat penanak nasi sudah menyala dan ternyata sudah ada isinya. Fahmi melangkah ke meja makan dan membuka tutup saji yang ada di meja, ternya sudah ada beberapa lauk yang sudah di masak tapi tak ada sayur. lalu Fahmi melangkah ke arah tempat masak, di atas kompor nangkring panci yang ukurannya sedang Fahmi membuka tutupnya dan ternyata di dalamnya ada sup bakso. tinggal memanaskanya lagi karna semuanya sudah dingin, mungkin mereka masak sore hari jadi sekarang udah dingin, pikir Fahmi. setelah itu dia memanaskan masakan yang sudah pada dingin itu.
__ADS_1
dan tak lama tante Arumi dan Shalwa sudah pulang, mereka masuk setelah mengucapkan salam. tante Arumi langsung pergi ke lantai atas untuk menyimpan mukenanya sementara Shalwa langsung ke dapur setelah meletakan mukena di sofa ruang tengah.
"abang udah pulang? biar Shalwa aja yang panasin abang istirahat aja pasti abang lelah.!" ucap Shalwa saat melihat suaminya berkutat di dapur.
"udah dek. gak gapa ini tinggal sedikit lagi mending adek taruh aja yang udah abang panasin di meja ya?" Fahmi tersenyum ke arah istrinya saat Shalwa menyodorkan tangan untuk salim lalu Fahmi mengulurkan tangannya.
Shalwa menata makanan di meja serta menyiapkan piring, gelas, dan sendoknya. setelah semuanya selesai mereka berduak duduk di kursi yang bersisian tak lama tante Arumi datang.
"udah di panasin ya, maaf ya tante jadi merepotkan" ucap tante Arumi.
"gak repot ko tante cuma panasin doang" jawab Fahmi sambil tersenyum ke arah tante Arumi.
"ya udah ayo kita makan!" ajak tante Arumi.
"tapi kak Ardi belum datang.." ucap Shalwa.
"kakakmu akan pulang telat katanya dan akan makan di luar, jadi kita makan duluan saja" kata tante Arumi sambil menyendok nasi ke piringnya dan menambahkan lauk pauknya.
Shalwa melayani suaminya itu dengan mengambilkan makanan untuk suaminya lalu memyimpannya di depan Fahmi.
"terimakasih" ucap Fahmi.
Shalwa hanya tersenyum saja menjawab ucapan suaminya sambil mengambil makanan untuknya.
tante Arumi yang melihat itu tersenyum bahagia, melihat Shalwa yang sudah mulai banyak tersenyum lagi dan mulai merima keberadaan suaminya.
__ADS_1
akhirnya mereka makan bertiga dengan tenang tanpa ada yang bersuara.