Shalwa Az-zahra

Shalwa Az-zahra
03. SAH


__ADS_3

"Saya nikahkan engkau Muhammad Fahmi bin Abdul Rojak dengan cucuku Shalwa Az_zahra binti Abdul Aziz dengan maskawin seperangkat alat sholat dan emas seberat 10 gram di bayar tunai" ucap kakek dengan agak terbata.


"Saya terima nikahnya Shalwa Az_zahra binti Abdul Aziz dengan seperangkat alat sholat dan emas seberat 10 gram di bayar tunai" jawaban lantang Fahmi.


"bagaimana para saksi sah..?" tanya penghulu pada saksi yang ada.


"SAH." jawab semua yang ada disana.


kakek dan Fahmi bernafas lega, serasa beban berat terangkat dari pundak keduanya.


"Alhamdulillah" ucap penghulu di ikuti semua yang ada disana.


lalu Fahmi mengambil cincin pernikahan yang di sodorkan ayahnya, dan menyematkan cincin itu di jari manis istri kecilnya, setelah itu giliran Shalwa yang menyematkan cincin di jari suaminya dengan tangan gemetar, lalu menyalaminya, Fahmi merengkuh bahu Shalwa dan mencium ubun_ ubunnya lalu dahinya.


Shalwa membeku dengan perasaan asing yang menggelitiki hatinya.


setelah itu pak penghulu memimpin do'a, beliau tak banyak berkata setelah memberi wejangan singkat, dia pamit undur diri bersama saksi dari dua belah pihak.


"surat nikahnya akan dikirim kerumah pak Ahmad seminggu lagi." ucap pak penghulu, karna mereka nikah secara agama terlebih dahulu.

__ADS_1


"iya pak, terimakasih ya." jawab Fahmi.


"sama_sama, kalo gitu saya pamit, Assalamualaikum. " sambil menyalami orang yang ada di sana, lalu pergi.


"Wa'alaikumsalam." jawab mereka.


lalu kakek berbaring lagi di bantu dokter, dan di periksa, setelah itu dokter juga pergi.


ibu dan ayah Fahmi memeluk sepasang pengantin baru bergantian memberikan selamat dan nasehat. "selamat ya sayang, semoga pernikahan kalian sakinah, mawadah, warohmah, Fahmi sekarang sudah jadi suami sudah bertambah kewajiban dan tanggung jawabnya, bahagiakan istrimu jangan pernah kasari dia, jadilah suami yang selalu menghargai istrinya.!" kata ibunya.


ayah menepuk bahu putranya pelan setelah melerai pelukannya "jangan kecewakan kami.!"


ibu dan ayah memeluk Shalwa sayang, dan ibu mengecupi kepala dan pipi Shalwa, setelah melerai pelukan mereka "sekarang kami juga keluargamu jadi Shalwa jangan sungkan ya..!" ucap ibu. "iya tante." jawab Shalwa. "ibu sayang, panggil aku ibu, seperti Fahmi memanggilku ibu dan ayah.!" tegas ibu Fahmi.


"iya bu.." jawab Shalwa.


ibu dan ayah menangis bahagia karna akhirnya putra mereka menikah juga dengan wanita pilihannya.


giliran tante Arumi dan Ardi memeluk mereka bergantian.

__ADS_1


"tante titip putri tante ya nak, tolong bimbing dia jadi istri yang baik." ucap tante Arumi, " InsyaAllah tante." jawab Fahmi. tante Arumi tak bisa banyak berkata, hanya air mata yang terus keluar membasahi pipinya, begitu juga Ardi, dia hanya mampu menepuk bahu suami adik sepupunya itu.


mereka beralih ke Shalwa yang ada di pelukan ibu Fahmi sambil menangis.


Shalwa melerai pelukannya dan beralih pada tante dan kakaknya, Shalwa menghambur kepelukan mereka, sambil menangis sesegukan, bagai anak kecil yang bertemu ibunya setelah lama berpisah.


tante menghapus air mata Shalwa yang membasahi pipi putri kecilnya itu, dan mengecupinya dengan sayang.


"sudah, berhenti menangis sayang, lihat, riasanmu habis tersapu oleh air matamu.,,!" ucap tante Arumi sambil membersihkan wajah putrinya dengan tisu, karna riasannya sudah berantakan karna air mata . "sudah jangan nangis lagi, nanti wajahmu jadi jelek.." guraunya,,sementara air matanya juga terus mengalir di pipinya.


"iya tante." jawab Shalwa lirih sambil juga menghapus air mata di pipi tantenya. "tante juga jangan nangis lagi, matanya udah besar dan merah, kaya orang kesurupan, hehe,,," jawab Shalwa sambil cengengesan.


"kamu ini,,, malah meledek tante ya.." tante Arumi mencubit pipi Shalwa gemas, dan mengecupi pipinya berkali_kali, dan memeluknya lagi erat.


"selamat untuk pernikahanmu sayang, do'a terbaik untuk rumah tanggamu dari tante." ucap tante Arumi.


"udah jadi istri harus belajar dewasa, jangan main terus ya." sahut Ardi sambil mengelus kepala adiknya yang ada dalam pelukan mamanya.


" makasih tante,, makasih kak, do'ain Shalwa terus ya...!!" ucap Shalwa, sambil menarik tangan kakaknya untuk ikut memeluknya...

__ADS_1


__ADS_2