Shining Sunny

Shining Sunny
Tujuan Mariana


__ADS_3

Rumah Utama Keluarga Darma. Rumah bak istana mewah dengan luas hektaran yang dijaga ketat oleh banyak pengawal yang tersebar di setiap sudutnya.


Melihat iring-iringan mobil Mariana memasuki halaman, gerbang utama terbuka otomatis karena 24 jam dipantau oleh petugas khusus yang mengamati lewat CCTV.


Hanya orang-orang tertentu dan undangan khusus yang bisa memasuki kediaman pribadinya jadi akan sangat sulit menemuinya secara langsung jika ia sudah berada dirumahnya.


Setelah pengawalnya membukakan pintu mobilnya ia juga disambut beberapa ART berpakaian rapi yang sudah bersiap dengan minuman untuk menyambutnya.


" Suruh dokter Teddy keruang kerjaku sekarang juga."


Perintahnya pada assisten nya yang sudah senior.


" Bu, anda memanggil saya?." ucap pria yang berprofesi sebagai dokter pribadi keluarga Mariana.


" Bagaimana kondisi putraku?."

__ADS_1


" Belum ada perubahan signifikan. Meskipun beliau bisa mendengar tapi responnya sangat jarang beliau tunjukkan."


" Haah.. Sudah lebih dari 9 tahun dan kita bahkan sudah melakukan segalanya. Kenapa dia masih belum bangun juga."


" Kita sudah melakukan yang terbaik, tinggal keinginan dari pasiennya sendiri yang harus besar agar beliau bisa segera sembuh."


" Kau benar. Apa Danang sudah mulai menyerah...tidak.. Aku tidak akan menyerah padanya, tetap lakukan yang terbaik untuk kesembuhannya."


" Baik, bu."


" Bu, ini suplemen anda. Makanlah buah meskipun sedikit. Anda akhir-akhir ini tidak makan dengan baik."


" Bagaimana aku bisa makan dengan baik. Disaat putraku masih berjuang hidup dan mati, menantuku satu-satunya hanya tahu berfoya-foya dan menghabiskan uang dan cucuku yang ku harapkan bahkan tidak bisa ku atasi."


" Tuan muda Ezra mungkin butuh sedikit waktu lagi untuk mengambil alih tanggung jawab anda."

__ADS_1


" Tidak ada waktu lagi, disaat aku masih belum menyerahkan posisiku bahkan diluar sana orang-orang sedang meributkan untuk mengambilnya dariku."


Mariana mengepalkan tangannya dan wajahnya penuh dengan amarah.


" Mereka boleh mengambil satu per satu aset dan perusahaan milik mendiang suamiku tapi tidak untuk yang tersisa sekarang. Meskipun usiaku mungkin tidak akan lama lagi tapi setidaknya aku akan mati dengan tenang kalau tahu apa yang kumiliki sekarang tidak jatuh ke tangan orang-orang serakah itu."


" Keluarga adik-adik ipar anda memang tidak tahu caranya berbisnis. Mereka diberikan kesempatan untuk mengembangkan perusahaan tapi kebanyakan berakhir bangkrut. Beruntung anda yang menjadi presdirnya jadi beberapa perusahaan, rumah sakit dan universitas tetap berkembang pesat."


" Ya, sudah cukup mereka merugikan ku. Kedepannya aku tidak akan lagi berbaik hati pada mereka. Ezra yang akan menjadi senjata terakhirku aku akan buat dia lebih kuat dan tangguh dari siapapun jadi tidak akan ada yang berani mengusiknya."


" Mengenai tawaran anda pada dokter Bima Dirgantara. Beliau bilang menyetujuinya untuk menjadi direktur rumah sakit."


" Benarkah? Bagus.. Semakin banyak orang kepercayaan kita yang bergabung akan semakin menguntungkan posisi Ezra. Buat kontrak eksklusif dengannya sekarang juga dan email kan padanya. Undang juga Bima untuk makan malam, aku harus menjamunya dengan baik."


Mariana tersenyum penuh harap, satu per satu langkahnya mulai tercapai. Tujuannya hanya satu menjadikan Ezra presdir Darma Bakti dengan dukungan banyak pihak jadi ia akan bisa menguatkan posisi Ezra untuk melindungi perusahaan keluarganya.

__ADS_1


__ADS_2