
Rere Gunawan gadis cantik rupawan, cantiknya tak secantik takdirnya terlahir menjadi anak kedua dan memiliki saudara perempuan membuatnya selalu dibanding-bandingkan jikapun benar selalu diminta untuk mengalah.
Dara Gunawan kakak Rere wajahnya cantik tapi selalu merasa kalah saing akan kecantikan adiknya yang selalu menarik perhatian pria yang ia suka, ditambah lagi ia hanya merasa kasih sayang orang tuanya berkurang sejak kehadiran Rere yang berselisih empat tahun darinya.
Rere yang selalu dibanding-bandingkan kakaknya yang cedas selalu mencoba mengejar ketinggalan dengan tekun belajar namun nyatanya semua sia-sia saat beasiswa yang harusnya ia dapat malah diam-diam dihancurkan sang kakak.
sampai waktu terus berlalu ia selalu dipojokkan kedua orang tuanya yang mengatakan dirinya hanya beban keluarga.
📌📌📌
Dan saat paling menyakitkan ketika kekasihnya yang sudah memiliki hubungan dua tahunpun hilang tanpa kabar, begitu kembali hanya mengatakan,
"Maaf Re yang aku cinta kakakmu kamu hanya pelantaraan selama ini agar aku bisa dekat dengan Dara"kata Deon seketika hidupnya pun semakin berantakan.
menangispun hanya sia-sia karena tak ada manfaatnya bagi Rere yang cukup tersenyum tipis membalas.
" Oke! sekarang gua sadar ternyata lo bajing*n"
Plak! tanpa aba-aba menampar pipi kanan Deon sampai pria itu menegok kekiri,
"Sorry gua butuh pelampiasan"
Plak! ditamparnya lagi dan sekarang pipi kiri membuat kedua pipi Deon benar-benar memar.
"Dan itu untuk rasa sakitnya biar seimbang" kata Rere mengakhiri pertemuan itu pergi meninggalkan Deon di tengah keramaian Restoran,
"Ck, sial" gumam Deon tak mampu melawan tak ingin semakin mempermalukan diri setelah menjadi pusat perhatian lalu ikut pergi setelah merasa semakin malu.
📌📌📌
Pukul |23:11|
Sesampai Rere dirumah,
"Dari mana kamu anak gadis kok doyan banget keluyuran mau jadi jal*ng?" tegur Dita menghadang langkahnya penuh emosi.
"Maaf mah aku_
" Halah banyak bicara sana masuk kamar jangan sampai tangan mama yang bertindak"kata Dita memotong perkataan Rere.
"iya mah" lirih Rere menunduk melangkah pergi ke kamar sebelum mamahnya benar-benar main tangan.
"Entah anak siapa, beda sekali dengan Dara" gumam dita masih didengar Rere namun ia hanya mampu diam mengigit pipi bibir menahan kesal dan pergi kekamar.
📌📌📌
Sesampai dikamar Rere langsung membersihkan diri kemudian berbaring seraya menatap langit-langit kamarnya merenung.
__ADS_1
"Oh Tuhan hidupku mengapa terus begini andai saja takdirku ku seperti novel fantasi kan ku ubah segala kesialan ini" lirih Rere.
Ting
Suara notifikasi menarik perhatiannya,
yang ternyata hanya notif dari apk novel online yang sering ia baca karena penasaran ia pun membukannya.
"notif Up ternyata" gumamnya.
karena kepala tanggung penasaran Rere pun melanjutkan bacaan novel yang sempat tertunda beberapa hari menunggu jadwal up dan hari ini adalah jadwalnya.
"End " begitu tertera di ujung cerita novel fantasi tema kerajaan yang ia baca.
kata kata ucapan terimakasih dari penulis itu disampaikan dan diakhir kalimat ada sebuah pesan yang disampaikan.
"Waktu memang tak bisa berputar kembali kemasa lalu maka aturlah masa lalu itu agar menjadi pemicu agar kamu tak menyesal dikemudian hari"
Deg!
Rere sejenak tertekun entah mengapa pesan itu seakan menyindirnya,
"Benar perubahan itu harus ku lakukan dari diri sendiri" lirih Rere lalu terdiam.
"RERE TIDUR JANGAN BUAT PERKERJAAN MAMA KAMU MAKIN BANYAK BESOK DENGAN MEMBANGUNKAN MU" Teriak Rian ayah Rere dari balik pintu sadar anak gadisnya belum tidur saat melihat sinar lampu dari kamar Rere masih menyala begitu ia melewati kamar Rere.
📌📌📌
_Di Meja Makan.
pagi berjalan seperti biasa saat ini Rere sarapan bersama orang tuannya dan kakaknya Dara tak butuh waktu yang begitu lama ia pun mengakhiri makannya.
"Lain kali makannya biasa saja jangan seperti orang kelaparan gak malu apa kalau ada orang lain yang lihat" tegur Dara pada adiknya begitu ia selesai makan karna ia porsi sedikit maka hanya butuh waktu beberapa menit,
"apasih makan ya makan emang orang makan secara luar biasa ada? terus kalau ada kaya mana? kalau cara makanku ini yang namanya makan yang luar biasa harus banget gitu aku makan dengan cara biasa? terlalu datar!" sahut Rere ketus tak mau kalah.
"Rere yang sopan kakakmu hanya mengingatkan" tegur Rian.
"ya pah" kata Rere mengalah melirik Dara yang ternyata diam-diam tersenyum.
"dasar nenek sihir" batin Rere melirik Dara.
"Ya sudah pah mah aku berangkat kuliah dulu bye-bye"seru Rere lalu dengan cepat melangkah pergi.
📌📌📌
Rere berangkat hanya mengunakan taksi karena mobil yang biasa digunakan sedang perbaikan setelah tak sengaja menabrak pembatas jalan beberapa hari sebelum nya.
__ADS_1
" Nih bang kembalianya ambil aja"seru Rere lalu melangkah ingin menyebrang karena taksi tadi berhenti disisi kiri sedangkan kampusnya ada disebrang jalan atau sisi kanan perjalanan dari rumahnya.
baru mau menyebrang langkah Rere terhenting saat ekor matanya tak sengaja melihat seorang nenek yang ingin menyebrang namun ragu-ragu.
karena tak tega Rere pun menghampiri nya.
"Sini nek saya bantu"kata Rere dengan lembut, dengan senang hati nenek itu menerima uluran bantuan dari Rere.
" maaf ya cu nenek gak punya apa-apa sebagai tanda terima kasih"kata nenek itu tak enak hati.
"gak papa kok nek saya ikhlas, kalau begitu saya pamit permisi" seru Rere,
"Eh tunggu cu!" Rere tak jadi membalikkan badan pergi.
"ya kenapa nek?"
"ini permen untuk kamu semoga bermanfaat ayo langsung dimakan"
karena tak enak hato menolak Rere pun membuka bungkus permen itu dan memakannya.
"enak" gumam Rere.
"Terima ka_sih, ehh nenek nya kemana?" ujar Rere binggung menegok kanan kiri.
"karena keasikan makan permen gak sadar neneknya sudah pergi" gumam Rere tak ambil pusing dan segera melangkah pergi kekelas karna hari ini ada kuis.
📌📌📌
"Duh Rere cantik banget sih!"
"Emang gua cantik dari lahir" sahut Rere mengejutkan pria disamping kirinya membuat pria itu belaga tak terjadi apa-apa.
"Ngomong apa sih re?" tegur teman wanita yang duduk didepannya merasa terganggu.
"itu rehan bilang gua cantik" cetus Rere.
"Mana ada, fitnah!"elak Pria bernama Rehan itu datar tak suka " sial aku tak segaja keceplosan " batin Rehan.
"Tuh dia ngomong lagi"kata Rere yakin.
" apasih halu kali kamu gr habis"seru teman wanitanya itu.
"Hei itu yang dibelakang kenapa diskusi! kerjakan sendiri-sendiri"tegur Dosen membuat mereka terdiam kembali fokus pada kuis.
" apa bener aku yang halu ya? udahlah bodo amat"batin Rere.
Bersambung...
__ADS_1