Si Cantik Mengubah Takdir

Si Cantik Mengubah Takdir
4.Tobat sambal.


__ADS_3

Kediaman Gunawan


_Ruang Tengah.


Baru saja Rere sampai rumah langkahnya dicegat sang mama diruang tengah saat mau kekamar nya.


"Kenapa mah?" tanya Rere binggung saat langkahnya di halangi.


"Duduk!" seru Dita dengan waja yang terlihat menahan amarah.


"tapi_


" cepat duduk tak perlu membantah"tegas Dita menunjuk sofa, dengan langkah pelan reee duduk di sofa berhadapan dengan mamanya.


Rere duduk terdiam menunggu ucapan yang akan ditayangkan Dita padanya.


"kamu ngusilin kakak kamu kan!"


"Pasti ngadu tuh nenek lampir" batin Rere mulai tak tenang.


"gak kok mah" elak Rere masih tak ingin mengaku.


"bohong! kamu masukin apa kedalam cemilan semalam?"


"gak ada kok mah malah nih ya aku ikutan makan walau sedikit sih itupun karena kakak pelit gak mau bagi-bagi lagi" elak Rere mencari alasan agar tak disalahkan.


"yang bener kamu"


"iya bener kok mah" balas Rere sangat meyakin was was takut mamahnya tak percaya.


"oke kalo ini percaya, tapi awas kalau sampai kamu ketahuan ngejailin kakak kamu awas saja!"


"iya mah" balas Rere bangkit,


"hei siapa suruh bangun tetap duduk!" seru, "ah iya mah" Rere kembali duduk seperti semula.


"kamu beli apa aja sih belakangan ini?"


"maksudnya apa mah aku gak ngerti"


"kamu tuh kenapasih makin hari makin boros aja! kamu gak kasihan sama papa kamu yang cari uang banting tulang tapi kamu foya-foya ngabisin uang sendiri!? kamu pikir cari uang itu ngampang ah? pokoknya mulai hari ini uang jajan kamu dipotong"kata Dita mengomel lalu bangkit melangkah pergi,


"tapi mah!"


"gak ada tapi-tapian ingat perkataan mama barusan"seru Dita ditahan rere lalu benar-benar pergi meninggalkan Rere sendiri.

__ADS_1


"mah!"


Rere mencoba menjelaskan tapi tak digubris oleh Dita.


"**** Kenapa sih kapan gue boros coba? siapa pun itu awas aja bakal gue balas lo!!" kata Rere kesal.


📌📌📌


|15:21|


Rere sedang duduk di ranjang merenung memikirkan cita-citanya yang tidak kesampaian dulu ia ingat berbagai cara dilakukannya untuk mendapatkan beasiswa ke jerman dan ketika dapat malah dihancurkan begitu saja oleh kakaknya dengan memengaruhi pemikiran orang tuanya dan menfitnah Rere hingga orang tua nya semakin tak percaya pada nya.


tapi sudahlah mungkin memang bukan rejeki Rere sekarang ia hanya bisa fokus dengan pilihan kedua yakni kuliah manajemen itu setidaknya sudah cukup untuk kedepannya jika mencari kerja walau ia setengah hati menjalankannya.


"Oh ya harusnya aku cari tahu kenapa aku bisa membaca pemikiran orang lain, ya tapi bagaimana?" gumam Rere merasa pusing sendiri sekarang.


"Hahhh! setidaknya dengan keajaiban atau kekuatan ya aku bilang nya? pokoknya supernatural ini cukup membantuku menghindar masalah dimasa depan dan bisa membedakan orang yang tulus dan tidak, dan pasti paling penting masa depanku tak akan suram lagi seperti bayanganku beberapa waktu lalu modahan saja aku bisa mengubah takdir lebih baik" lirih Rere berdoa.


"aku juga berharap semoga saja dengan ini aku bisa mengubah pandangan papa mama akan diriku yang selalu dibandingkan dengan Dara dan diremehkan kalau mengingat itu membuatku sedih dan paling penting tidak akan tertipu lagi dengan pria pendusta! "kata Rere menginggat masa lalunya,"aahhh pengen punya pacar!!!" jerit Rere.


📌📌📌


|04:56|


hari berganti mata hari belum terbit tapi entah angin apa membuat Rere yang paling malas bergerak sekarang bangun untuk menunaikan sholat subuh.


"hamba tahu betapa banyak dosa yang hamba lakukan dan lalai tak mengerjakan sholat semoga hambamu ini bisa istiqomah dalam memperbaiki diri amin ya robbal alami"


selepas sholat Rere membereskan alat sholatnya,


Jika orang lain melihatnya mungkin akan berpikir bila dia adalah non muslim tapi nyatanya tak begitu, sikapnya dan gaya busananya sedari dulu sulit berubah karena salah satu pengaruhnya adalah faktor lingkungan yang orangnya bergaya kebarat-baratan membuatnya ikut mengambarkan jati diri yang gaul padahal malah membuat dosa.


"mimpi semalam seram banget ya kok bisa-bisanya mimpi meninggalkan kan langsung nyaho guenya hahhh" gumam Rere menghembuskan nafas berat.


"mana rasanya nyata banget lagi bikin takut aja"seru menghidik ngeri mengingat mimpi semalam membuatnya bangun bersamaan suara azan berkumandang.


|05;02|


" tidur lagi gak ya emmm gak usah deh mending mandi aja"kata Rere bangkit meraih handuk dan melangkah kekamar mandi.


📌📌📌


hari ini Rere ada satu mapel kelas pagi membuatnya bersiap dikamar setelah bersantai-santai bermain ponsel sedari langit masih gelap.


"mah! pah aku berangkat Assalamuakaikum" seru Rere berpamitan menyalimi mama papanya dan tersenyum tipis ke Dara yang akan berangkat kerja.

__ADS_1


semua orang dimeja makan terbengong merasa berhadapan dengan orang lain bukannya Rere.


"Waalaikumsalam" lirih papah Rere a.k.a Rian pelan tersadar saat Rere sudah menjauh.


Dita, Rian dan Dara saling melempar padangan penuh tanya,


"itu! itu ta tadi Rere bukan mah?"kata Dara sedikit terbatah masih mode linglung bagaimana tidak didalam rumah tak ada yang namanya bersalaman jika pamit apalagi mengucap salam yang sangat langkah dan Rere baru saja melakukan keduanya jadi tak salah jika mereka terpaku linglung.


" mungkin dia tobat"celetuk Dita berusaha tak ambil pusing tingkah si bungsu.


📌📌📌


"Assalamualakum" seru Rere masuk kelas.


"Waalaikumsalam" balas beberapa orang didalamnya dan yang lain pada diam,


"sakit nih bocah"


"tobatkah?"


"kesambet apa tuh tumben ngucap salam"


beberapa orang dikelas memandangnya aneh,terutama Dena yang melihatnya sampai melotot lalu cepat-cepat mengulurkan tangan memegang kening Rere.


"gak panas" gumam Dena masih terdengar oleh Rere.


"ihhh siapa yang sakit sih?" jerit Rere menepis tangan Dena dari keningnya "temannya ucap salam digituin gak seneng apa temannya tobat" lanjut Rere kesal.


"Tobat sambal paling" batin Rehan yang ada disampingnya, Rere hanya bisa meliriknya sinis kalau dibalas orangnya nanti kebingungan lagi seperti kemarin pikir Rere.


"kenapa lo ngelirik sinis amat"


"gak apa" ketus Rere mengeluarkan buku dan laptop karna hari ini akan ada tugas presentasi mandiri dan dipilih secara acak.


"ternyata bisa dengar suara hati orang lain gak nyaman juga ya" batin Rere menahan diri agar tak marah.


"Re lo beneran mau tobat?" tanya Dena merasa tak percaya karena ia sangat kenal dengan Rere gak mungkinkan temannya ini tiba-tiba tobat tanpa sebab.


"gak tapi tobat sambal!" celetuk Rere.


"lah kok dia semikiran gue ya?" batin Rehan sedikit kanget mendengar celetuk Rere menjawab.


baru Dena mau kembali melontarkan kata Rere sudah mengkode untuk diam dan menunjuk kearah depan yang ternyata sudah ada dosen yang datang.


"ck, datangnya di waktu gak tepat" batin Dena kesal menelan liur tak jadi bicara, Rere hanya menahan senyum mendengar pikiran Dena.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2