
|10:43|
Saat ini Regan dan Rere sedang bersantai di kepala ranjang dengan menonton senima dilayar laptop baru dibelikan Regan kemarin.
"Sayang" panggil Rere duduk didepan Regan dan terkurung pada tengah-tengah kaki Regan serta tangan Regan yang mendekapnya dari belakang.
"ya?" sahut Regan perhatiannya beralih dari layar laptop ke Rere.
"kamu gak kerja?" tanya Rere penasaran dengan Regan yang selalu dirumah.
"kerja dari rumah" jelas Regan.
"besok aku udah kuliah lagi jatah bolosku udah habis" kata Rere sekilas menoleh ke Regan yang menempelkan dagu dibahunya.
"emm ya" balas Regan.
"kok cuma iya responnya?" kata Rere mengerutkan dahinya menatap Regan kesal.
"emm saya tidak mungkin meminta kamu untuk bolos lagi sayang, kalau kamu sudah harus masuk saya tidak apa sendiri disini" ujar Regan mengerakan pelukannya.
"setahun lagi sabar ya" lanjut Regan menghibur paham Rere masih ingin meliburkan diri.
"iya" jawab Rere pasrah.
"Sayang nanti malam kita ke mansion ya" ucap Regan.
"mansion?"
"ya mansion utama wijaya, papa tadi pagi menelpon meminta kita menginap setidaknya beberapa hari disama" jelas Regan saat Rere terlihat sedikit kebingungan.
"harus berkemas lagi dong" kata Rere.
"iya sayang barang kamu saja yang perlu dikemas kalau untuk saya tidak perlu karena disana barang saya masih utuh tapi kalau kamu tidak mau repot biar saya minta seseorang untuk membeli perlengkapmu selama disana" ujar Regan sedikit menawari.
"gak usah ih boros banget " tolak Rere.
"ya sudah!" sahut Regan.
"udah diam! aku mau nonton" Rere menyela saat Regan mau membuka mulut mengeluarkan suara nya.
"iya baiklah" balas Regan.
📌📌📌
|16:45|
Sesuai yang di katakan Regan tadi pagi sekarang mereka sedang bersiap pergi ke mansion utama dengan Regan yang menarik koped kepunyaab Rere.
"kamu bawa baju berapa kok ini ringan sekali?" tanya Regan menoleh ke Rere.
"cuma beberapa pasang aja! tekan tombolnya sayang" seru Rere saat mereka mulai memasuki lift, Regan menurut menekan tombol ke lantai dasar.
Ting!
__ADS_1
lift berhenti mereka keluar dengan satu tangan dipeluk Rere dan satu menarik koper.
mereka mulai melalui lobi Rere sadar banyak mata melihat nya penuh menyelidik itu membuat nya merasa sedikit tak nyaman, Regan yang paham tingkah Rere membalas pandangan orang-orang itu dengan tajam sontak mereka langsung tertunduk.
tak merasa dipandangi lagi Rere akhirnya mengangkat kepalanya,dan benar saja sekarang orang-orang itu sedang sibuk sendiri dengan aktivitas mereka.
Tak lama seseorang menghampiri Regan,
"siapa?" bisik Rere pada Regan saat melihat kedatangan orang asing itu.
"Sayang kenalkan ini Toni orang kepercayaan saya yang selalu membantu perkerjaan saya" kata Regan memperkenalkan Toni pada Rere seraya merangkul bahu Rere.
"Salam nona!" ucap Toni sedikit membungkuk memberi salam.
"Ah ya ya" sahut Rere mengibaskan tangannya sedikit tak nyaman diperlakukan demikian.
"kamu ke mobil duluan ya tidak apa kan,saya ada suatu hal yang harus dibicarakan dengan Toni" kata Regan menoleh ke Rere.
"oh oke aku tunggu di mobil" balas Rere melangkah meninggalkan dua pria dewasa itu.
"bagaimana?" tanya Regan saat Rere sudah menjauh.
"sudah lengkap Tuan! saya tak membawa berkas secara fisik tapi anda tenang saja filenya sudah saya kirim ke email Tuan" ujar Toni menatap lurus ke Regan.
"kerja bagus! saya mau kamu juga mencari tahu tentang calon suaminya" seru Regan.
"maaf Tuan hal itu sudah saya rangkum dalam file yang saya kirim" ucap Toni sedikit tunduk.
"insiatif yang bagus! tapi sekali lagi kamu harus melakukan sesuatu untuk saya" ujar Regan menatap Toni datar.
"beli saham Perusahaan Gunawan sebanyak mungkin tapi secara perlahan dan jangan sampai orang lain tahu kalau itu atas intruksi saya mengerti!?"seru Regan.
" baik Tuan saya akan kerjakan sebaik mungkin"jawab Toni tegas.
"ya sudah saya pergi dulu!" kata Regan laku melangkah ke arah mobil bersiap pergi ke mansion utama.
📌📌📌
Kediaman Wijaya
Mobil Regan memasuki halaman Kediaman Wijaya, ternyata kedatangan mereka sudah di nanti-nanti dan sudah ada Dena dan Laras yang menyambut kedatangan mereka.
"Argh!!! akhirnya lo datang" pekik Dena memeluk Rere tanpa aba-aba kesenangan membuat Regan disamping Rere harus bergeser.
"ehh se..tan lo nyekik gue!!" jerit Rere tertahan menepuk lengan Dena.
"Dena jaga sikapmu!" seru Regan meninggikan suaranya mendorong Dena agak kuat.
"uhuk! uhuk!" batuk Rere menepuk dadanya pelan.
"eh! maaf maaf gak segaja" kata Dena mundur beberapa langkah menutup mulutnya terkejut.
"sayang kamu tidak apa?" tanya Regan khawatir menatap Rere dan memegang kedua bahu Rere memastikan.
__ADS_1
"gak papa kok cuma kaget aja tadi" kata Rere menoleh ke Regan, Regan menghela nafas kasar tidak memperpanjanh masalah lalu merangkul Rere kemudian menatal dua orang didepannya.
"gak papa kok gue, lo tenang aja" kata Rere pada Dena.
plak! Laras menampar bahu Dena cukup kuat karena kesal.
"kamu tuh nak! hampir aja mantu mama pingsan!!" omel Laras pada Dena.
"hem!! aku gak papa kok tante"ujar Rere tak enak hati sudah membuat orang lain mencemaskan dirinya.
" tuh mah!! dia bilang udah gak papa kali"kata Dena tanpa rasa berdosanya.
"ihh kamu ini" dumel Laras melirik sinis ke Dena "nak,kenapa panggil Tante sih panggil mamah dong"kata Laras meralat panggilan Rere untuk nya.
" emm iya mah!"kata Rere tersenyum sedikit canggung.
"sampai kapan berdiri di sini" celetuk Regan datar.
"ah ya, maaf ayo masuk sayang" kata Laras mempersilahkan mereka masuk.
Rere dan Regan masuk dengan tangan Regan yang satu merangkul dan satu menarik koper Rere,Laras serta Dena ikut masuk dibelakang mereka.
"mah!" panggil Dena membisik mendekat ke Laras.
"kenapa?" tanya Laras melirik Dena.
"itu kak Regan bukan sih" bisik Dena sambil berjalan disamping Laras.
"ihh kamu ini, ya kakak kamulah itu! udah ah kamu aneh-aneh aja" balas Laras melangkah lebih cepat meninggalkan Dena.
"isss!!! malah di tinggal!" dumel Dena menghentakan kakinya kesal.
Rere berhenti dan duduk diruang Tamu sedangkan Regan terus ke arah kamarnya untuk menaruh koper Rere.
"Re!" panggil Dena mendudukan diri disamping Rere, Rere menoleh ke Dena.
"lo kapan ngampus lagi gue bosen sumpah sendiri aja kaya orang linglung" curhat Dena.
"emm besok sih harusnya udah ngampus soalnya gue gak ada ijin, ini gue libur aja pakai jatah bolos" jawab Rere menyadarkan tubuhnya disofa.
"ohh syukurlah!! eh tapi mama mana kok gak ada" kata Dena sadar akan keberadaan Laras tak ada diruang Tamu.
"ke dapur kayanya tadi gue juga gak tanya" balas Rere.
"sana pindah!" perintah Regan berdiri disamping sofa.
"ya elah ganggu aja!" gumam Dena terpaksa mengeserkan diri.
"apa kamu bilang?" kata Regan menatap tajam Dena.
"ah! ha ha ha gak ada kok kak" sahut Dena tersenyum paksa.
"Dasar kanebo kering!!" batin Dena mengumpat kesal, Rere hanya tersenyum samar mendengarnya.
__ADS_1
Bersambung ...