
Kediaman Gunawan
_Diruang Tengah.
Di ruang tengah dipenuhi oleh para kerabat Rere dari Kakek nenek gempal yang sudah datang beberapa jam lalu, ada pula para sepupu-sepupunya, paman bibinya dan para tetangga.
Dan ada pula beberapa kolegan bisnis papah Rian disana.
"Kek calon nya sudah datang" bisik pelan Farhan sepupu Rere yang memang stay didepan.
"baiklah suruh para om tantemu sambut mereka" balas Kakek Gempal.
_Di Halaman.
Iring-iringan calon mempelai pria memarkirkan beberapa mobil secara berjejeran tak lama keluarlah Regan dari salah satu mobil itu disamping sang Papah dan Om diikuti beberapa orang kerabat dan para anak muda perempuan membawa serserahan yang telah dihiasi.
Laras dan Dena berjalan tepat dibelakang Regan bersama para tante dan om Regan.
Mereka disambut meriah oleh kerabat Rere yang mewakili diambang pintu mereka berhenti sejenak untuk di foto lalu sang mempelai pria di persilahkan duduk di kursi yang sudah disediakan.
Ada enam kursi dan satu meja ditengah-tengahnya.
Regan duduk berhadapan dengan Rian papah kandung Rere disamping papah Rian sudah ada penghulu lalu papa Panji duduk di sisi samping kiri sebagai saksi dan sisi kanan saksi pihak wanita.
"Ya Allah semoga segalanya berjalan lancar" batin Regan berdoa.
_Di Kamar Rere a.k.a kamar pengantin.
Rere duduk di kursi seraya berkaca dimeja rias, Pengrias pengantin sudah keluar lebih dulu di sana ia hanya seorang diri.
Kamar Rere sudah didekor selayaknya kamar pengantin dalam sekejap mata, tadi mamahnya sudah menghampiri dan beberapa sepupu juga sempat masuk kamarnya mengucapkan selamat.
Rere juga sudah tahu kalau calon suaminya sudah datang dari sepupunya Feby yang sempat masuk kekamarnya dan jantungnya sedari tadi berdetak tak beraturan.
Rere menyalakan tab ia merasa takut dan gugup melihat layar tab yang menampakan kondisi ruang tengah tempat dimana Ijab kabul akan laksanakan.
Rere melihat Regan yang nampak sangat gagah dan keren dimatanya.
"Astagah calon laki gue" gumam Rere mupeng.
Rere melihat tahap demi tahap dilewati Regan namun ia berubah menjadi tegang saat melihat Regan duduk berhadapan dengan papah nya.
"Sudah siap nak Regan?" tanya penghulu.
...(note; kalau ada kesalahan mohon maaf karena author belum nikah 😅)...
"Insyah Allah siap" jawabnya Tegas.
"silahkan pak Rian di jabah tangannya, silahkan dimulai"tuntun penghulu yang sebelumnya sudah mencontohkan sekali kalimat ijab kabulnya.
__ADS_1
" Saya nikahkan dan kawinkan engkau Ananda Regan Wijaya bin Panji Wijaya dengan anak kandung saya bernama Rere Gunawan binti Rian Gunawan dengan emas kawin uang sebesar 1 Milyar dan seperangkat alat sholat di bayar, Tunai" Kata Rian sebagai wali nikah sedikit menghentakan tangannya saat kalimat berakhir.
"Saya terima nikah dan kawinya Rere Gunawan binti Rian Gunawan dengan emas kawin tersebut dibayar, Tunai" Jawab Regan tegas dan Jelas dalam satu tarikan nafas.
"Bagaimana para saksi sah?" tanya penghulu menengok kanan kiri ke arah saksi.
"Sah!" Jawab kedua saksi di ikuti serentak beberapa orang disana.
"Alhamdulillah" sahut Penghulu.
"Alhamdulillah" batin Regan tersenyum tipis dan mendapat tepukan pelan dibahu dari papahnya.
Sanking senangnya Regan sampai tak menyadari bahwa Rere sudah dibawa untuk duduk disamping.
"Waduh suaminya mikir malam pertama ya sampai istri cantiknya disamping tidak ditengok" goda bapak penghulu.
"Ah ya maaf" jawab Regan terbata-bata membuat orang didekat nya tersenyum geli.
Rere merasa panas di pipinya karena malu, dan hanya bisa tersenyum malu.
Bapak penghulu membaca doa-doa dan salawat serta Regan diminta mengikutinya setelah itu mereka diminta mengucap iklar kewajiban dan hak antar suami istri.
Regan memasang cincin dijari manis sebelah kanan dan Rere melakukan hal yang sama.
"Ayo cium tangan suaminya" seru penghulu, dengan sedikit malu-malu Rere mencium punggung tangan Regan dengan bibir yang sengaja dibasahinya supaya terasa pikirnya mengulum bibir menahan senyum.
"dasar nakal" batin Regan tersenyum tipis menatap Rere.
Lalu Regan mencakup kepala Rere meniup ubun-ubun Rere dan membaca doa kemudian mencium kening Rere lembut penuh kasih sayang.
"Saya cinta kamu Re" bisik Regan ditelinga Rere.
"emm aku juga" balas Rere membisik tersenyum manis lalu menatap dalam wajah Regan merekapun saling tatap-tatapan dan saking melemparkan senyum memperlihatkan bahwa mereka sangat bahagia saat ini.
Setelah itu mereka menyalimi kedua orang tua dan mertua mereka satu sama lain dan tak lupa menyalimi para kerabat yang hadir.
📌📌📌
Karena hanya akad tanpa pelaminan mereka akhirnya berbaur dengan tamu yang hadir saat ini,Regan dengan setia merangkul pinggang Rere posesif.
Dari kejauhan Tenguh dan Galuh melangkah mendekati sepasang pengantin baru itu.
"Widih udah nikah mas bro! pantes ngebet ngelamar terus nikah dalam waktu sehari lah cewenya cantik gini jadi gak aneh sih" kata Teguh seraya menebarkan senyumnya begitu mereka berdekatan.
"iya istri saya memang cantik" puji Regan menoleh ke Rere dan mengusap pinggang Rere dengan jempolnya yang stay disana.
Rere mengulum bibirnya malu,"jangan gitu aku malu "bisik Rere, Regan hanya tersenyum mendengar bisikan istrinya.
" susah ya pengantin baru kita ini,main nya bisik-bisik manja"ledek Teguh terkekeh.
__ADS_1
"Jangan macam tuh, mereka nanti malu!" tegur Galuh melihat Teguh tak bisa berhenti meledek.
"sibuk amat!" sinis Teguh melirik Galuh disampingnya"ahh sorry ya galuh emang suka gini, kalau begitu selamat ya untuk kalian"kata Teguh seakan Galuh yang banya
"iya terima kasih kak" Kata Rere.
"Teguh bukan kak!" tegas Regan.
"argh maaf Teguh maksudnya" kata Rere kembali meralat perkataanya.
"oke santai bro! mulai posesif aja" kata Teguh tersenyum geli melihat tingkah Regan."ah istri lo siapa namanya dari tadi gak dikenalin"kata Teguh kembali.
"panggil saja Rere" kata Regan datar.
"oke,Rere sabar-sabar aja ya lo hadapin nih laki-laki harap maklum aja kalau banyak resenya" celetuk Teguh.
"Awak banyak cakap! pening saya mendengar nya" kata Galuh memegang kepala "Macam perempuan!" lanjutnya, seketika mata Teguh terbelalak.
"enak aja perempuan! laki nih gue laki" kata Teguh tak terima.
Rere melihat perseteruan itu hanya tersenyum canggung.
"Ehem!" dehem Regan nyaring, Teguh langsung menutup mulutnya menghentikan perkataan yang keluar dari mulutnya.
"maafkan saya! tapi tahniah kawan" kata Galuh sedikit canggung.
"Tahniah?" gumam Rere melirik Regan, paham maksud tatap istrinya.
"Dia bilang selamat untuk kita" jelas Regan.
"Ohh ya terima kasih" kata Rere mengalihkan wajahnya tersenyum pada Galuh,dan Galuh membalas senyum itu.
"Ehem!" dehem Regan.
"kenapa?" tanya Rere mendogah menatap Regan.
"laki lo cemburu tuh" celetuk Teguh, Regan menatap Teguh melotot.
"terlalu banyak bicara" batin Regan.
Tahu suaminya sedang cemburu Rere pun membalas perkataan Teguh.
"Gak papa tandanya dia cinta sama aku" kata Rere melempar senyum ke Regan.
"iya saya cinta kamu" sahut Regan tanpa malu.
"udah deh gak tahan gue lama-lama disini kami kesana dulu! permisi" kata Teguh tanpa aba-aba menarik Galuh pergi.
Rere hanya menarik sebelah alisnya naik menatap dua teman semuanya itu menjauh.
__ADS_1
"tidak usah dipikirkan mereka memang suka seperti itu" kata Regan merangkul Rere berbaru ke tamu tamu yang lain.
Bersambung ...