Si Cantik Mengubah Takdir

Si Cantik Mengubah Takdir
2.Merasa Aneh.


__ADS_3

"Sekarang kumpulkan kertas pertanyaan dimeja saya" seru Dosen saat waktu kuis berakhir,


"Astagah pasti nilai gua jelek nih"


"sial belum selesai"


Rere menoleh kanan kiri merasa binggung ia merasa temannya banyak yang bicara tapi kenapa yang terlihat hanya diam dan pada mengumpul kertas.


setelah mengantar kertas Rere kembali dududk,


"aduh nilaiku pasti rendah"


"oke pasti dapat A+ nih"


"soalnya sulit banget sih tadi"


Rere merasa telingany berdengung dan panas mendengar suara teman-temannya,


"Aauuw! sakit kok" lirih Rere mengusap pahanya yang ia cubit sendiri memastikan kalau ia sedang tak bermimpi.


"yang bener masa gua bisa dengar suara mereka tanpa bicara? ya kali gua punya kekuatan bisa dengar suara hati orang?" batin Rere merasa tak percaya keanehan yang ia rasa hari ini.


"Den den!" panggil Rere pelan seraya menusuk-nusuk punggung Dena teman Rere yang duduk membelakanginya dengan jari telunjuknga.


"apa?" balas Dena menoleh,


"coba lo ngomong tapi dalam hati"seru Rere ingin memastikan.


" apasih gak jelas"cetus Dena kembali duduk dengan posisi yang benar.


"ihh cepetan!" paksa Rere kembali menusuk-nusuk punggung Dena.


"iya iya" sahut Dena tanpa menoreh karna Dosen memerhatikan mereka.


"Rere jelek kaya monyet!"


"Apa loh bilang?" Pekik Rere dengan suara tinggi ingin memukul punggung Dena kesal.


"Rere Gunawan! dari tadi saya perhatikan anda tidak bisa diam kalau tak suka mapel saya silahkan anda keluar"


Rere terkejut langsung memperbaiki posisi duduknya,


"maaf pak!" balas Rere menunduk merasa seram dengan Dosen killer didepan yang menegurnya.


"sekali lagi anda berisik saya tak segan-segan mencoret nilai kuis anda hari ini!" ancam Dosen itu.


"iya pak"


📌📌📌


Jam kuliah berakhir Dosen pamit keluar beberapa saat kemudian,


"Re kenapa lo marah tadi?" tanya Dena heran.


"ya iyalah gua marah lu bilangin gua jelek kaya monyet!!" balas Rere nada tinggi kesal.


"kok tahu? lo bisa dengar suara hati gua?" tanya Dena heran.


"Argh! gak kok, cu cuma nebak kan lo suka bilang gitu ke gue" alibi Rere gugup,

__ADS_1


"oh kirain! langsung pulang gak nih?" tanya Dena berdiri disamping Rere yang merapikan barangnya dimeja.


"iya gua rasanya capek banget hari ini mana gak bawa mobil lagi lu antarin gue ya"


"oke aman itu mah"


📌📌📌


"Thanks ya!" seru Rere berdiri diluar mobil didekat jendela supir Dena.


"iya masama gue pergi ya bye!!" pamit Dena melambaikan tangan.


"ya Bye!!" Balas Rere tak lama mobil Dena pun pergi menjauh.


"baru pulang kamu?" sapa Dita diruang tengah or Keluarga.


"iya mah"


"ohh langsung mandi terus makan" seru Dita lalu kembali fokus ke layar tv.


"iya mah" balas Rere pergi kekamar.


Ceklek!


Rere masuk kamar langsung membersihkan diri, sesudah mandi Rere keluar melangkah kedapur ingin makan.


"Tumben langsung pulang biasanya keluyuran dulu" kata Dara ada disamping Rere habis minum.


"kapan ni nenek lampir datang?" batin Rere sedikit terkejut akan kehadiran Dara.


"Eh dengar gak! diajak ngomong malah begong"


"Dasar gak sopan" ketus Dara meninggalkan Rere.


"sialan tuh bocah"


Rere hanya diam tanpa menjawab umpatan Dara,


"Gue bener-bener bisa dengar suara hati orang? sumpah demi apa?" gumam Rere tak percaya menepuk-nepuk kedua sisi pipinya.


"tapi kok bisa?"lirih Rere merenung,


"udahlah nanti aja dipikirinya" gumam Rere melanjutkan makannya.


📌📌📌


|19:13|


setelah makan malam Rere, Dara dan kedua orang tuanya bersantai diruang Keluarga menonton bersama.


"Re! ambil cemilan sana" perintah Dara dari sofa menendang Rere pelan yang duduk dibawah berlapis ambal tebal berbulu.


"Apasih, lo ambil sendiri sana" sahut Rere ketus asik main ponselnya membuka sosmed.


"Rere yang sopan, apa itu bahasanya lo lo ingat dia lebih tua dari kamu" tegur Rian.


"ya maaf pah" balas Rere mengalah paling tak bisa melawan perkataan orang tuanya.


"minta maaf sama kakak kamu"

__ADS_1


"maaf kak Dara" kata Rere terpaksa dengan persaan dongkol.


"iya aku maafin kalau kamu ambilin cemilan didapur" seru Dara tersenyum sinis.


"Enak aja gue_


"Rere" tegur Dita.


"iya mah" kata Rere menurutkan nada bicaranya,mau tak mau Rere akhirnya bangkit.


"Rasain bocah emang enak"


"****" umpat Rere pelan melangkah pergi kedapur mengambil cemilan.


Sesampai didapur Rere membuka lemari tempat cemilan biasa tempat mamanya menyimpan makanan ringgan.


ada banyak macam jenis makanan disana tapi matanya tertarik dengan keripik keju pedas manis yang pasti tak terlalu terasa pedasnya karna tertutup akan rasa manis yang lebih dominan.


"sekarang waktunya membalasanmu!" gumam tersenyum licik.


dengan cepat Rere meraih toples dan menuangkan isi keripik itu kedalamnya dan kembali ke ruang keluarga.


"Ini" kata Rere menyodorkan toples berisi keripik itu dengan wajah datar agar Dara tak curiga dengannya.


"kena kau! hi hi hi" batin Rere tertawa setan saat korbannya memakan umpan.


"kenapa lihat-lihat" ketus Dara merasa curiga akan Rere yang terus memperhatikan nya.


"mau bagi sedikit!" kata Rere agar nanti tak disalahkan, dengan tak ikhlas Dara membagi Rere.


"Udah dikit aja" seru Dara menarik kembali toplesnya.


"sial kok enak! tapi gak papa biar lebih sempurna" batin Rere saat Dara makan banyak keripik.


"mah! Pah! aku kekamar ya mau ngerjain tugas" kata Rere bangkit.


"iya" balas Dita dan Rian yang hanua bergumam tak jelas.


📌📌📌


Ceklek!


Rere menutup kamarnya pelan dan,


"Ha ha ha"


"gak sabar deh nunggu besok pasti tuh nenek lampir pagi-pagi udah bolak balik kamar mandi" kata Rere seraya menahan tawa.


Bagaimana tidak Dara adalah tipikal orang yang memiliki perut sensitif akan pedas walau hanya sedikit cabai akan tetap bereaksi.


Namun sialnya indra pengecap Dara sedikit terganggu karena pernah keracunan sesuati yang Rere sendiri kurang tahu apa sebab itu terjadi saat Rere masih sangat kecil, oleh sebab itu Dara tak akan merasa rasa makanan kalau bumbu didalamnya kurang kuat, contohnya rasa pedas pada keripik itu.


"udah lebih baik gua kunci pintu menghindarin bahaya yang tak terduga hi hi"kata Rere menutup mulut menahan tawa karena kalau sampai tawanya meledak pasti akan terdengar keluar.


sesudah mengunci pintu Rere pun akhirnya meraih buku dan laptop mengerjakan tugas seperti perkataan nya sebelumnya pada orang tuanya saat diruang keluarga tadi.


Kurang lebih dua jam mengerjakan tugas rasa kantuk menghampiri Rere dengan menahan mata tetap terjaga ia membereskan buku-buku yanh sempat berserakan dan kekamar mandi untuk cuci muka dan gosok gigi.


" Hahh! selamat malam Rere!"gumam Rere pada dirinya sendiri menutup mata kealam kapuk.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2