Si Cantik Mengubah Takdir

Si Cantik Mengubah Takdir
10.Khodam.


__ADS_3

Kediaman Wijaya.


_Kamar Regan.


Pov Regan(On)


|06:21|


Regan duduk termenung menatap jendela memikirkan tentang khodam.


khodam adalah sebutan untuk jin pendamping manusia, Jin khodam masuk ke dalam kategori jin yang baik.


Secara umum, khodam pendamping diartikan sebagai makhluk halus  yang berasal dari benda-benda pusaka, ilmu kebatinan ataupun sengaja dipanggil untuk keperluan tertentu.


Beberapa orang pun memiliki khodam pendamping yang berasal dari ilmu leluhur yang diturunkan kepadanya.


tapi tidak semua orang memiliki khodam pendamping. Hal ini karena khodam pendamping hanya akan mengikuti orang yang rajin beribadah, berdoa, rajin berpuasa, melakukan amalan-amalan tertentu lalu mengapa Rere memilikinya batin Regan.


atau khodam itu berasal dari kakek atau nenek terdahulunya yang sudah meninggal untuk menjaga Rere tapi kenapa dulu saya tak sadar jika memang kenal dia?


"Arghh terserah untuk apa memikirkanya lebih baik saya pergi ke lokasi proyek" gumam Regan pergi keluar kamar.


Pov Regan( Off )


📌📌📌


_Kamar Dena.


"Den Den bangun! ihh dibilang juga apa jangan tidur lagi habis sholat malah tidur jadi susah kan dibanguninnya"dumel Rere sudah rapi dan wangi sedangkan Dena masih tertidur dengan dengkuran halus.


" Astagah ini anak bener-bener"kata Rere jenggah.


"Woy bangun" teriak Rere ditelinga Dena,Dena pun bangun terkejut hingga duduk.


"kenapa- kenapa?" jerit Dena linglung.


"bangun lo gak mau kuliah? kita ada kelas pagi kalau lo lupa" tekan Rere .


"emang sekarang jam berapa?" tanya Dena mengusap keningnya kepalanya pening karena bangu terkejut.


|08:12|


"udah jam delapan lewat sedangkan kita masuk jam 9 makanya cepat gue gak mau ya telat untuk pertama kalinya gara-gara lo"kata Rere mengomel setelah melihat jam.


" ya iya mandi gue"ujar Dena bangkit kekamar mandi.


"jangan lama" kata Rere mengingatkan.


"iyaa" teriak Dena dari kamar mandi.


Tak butuh waktu lama Dena kembali keluar.


"Lo mandi atau cuma cuci muka doang kok cepet banget?" kata Rere Heran baru saja duduk disofa tak sampai lima menit Dena sudah keluar kamar mandi.


"mandi kok!" elak Dena cuek menyisir rambut.


"yakin mandi basah satu badan? bukan mandi bebek kan?" ledek Rere bangkit mendekati Dena.


"apa lo dekat-dekat" kata Dena mendorong wajah Rere yang mau mendekatin bahunya.


"santai dong! gue cuma memastikan kalau lo pakai sabun ha ha" tawa Rere pecah melihat wajah kesal Dena.

__ADS_1


"canda beb jangan marah" menyengol bahu Dena dengan bahunya.


"Ehem!"


"ye ngambek lo canda kali gue" kata Rere .


"ya iya gak ngambek cuma kesel, ayo katanya buru-buru mau telat lo" kata Dena menarik tangan Rere lalu meraih tas yang sudah disiapkannya semalam melangkah keluar kamar.


"oh ya baju gue disini aja gak apa kan numpang tolong dicuciin sekalian ya" Celetuk Rere tak tahu diri.


"iya gampang itu mah!"sahut Dena.


" hei! kalian udah mau berangkat ke ngampus?"tegur Laras lembut menghentikan langkah keduanya diambamg pintu.


"iya tante maaf lupa pamit tadi hehe" Kata Rere terkekeh mengusap tengkuknya.


"iya gak papa! tapi kalian gak mau sarapan dulu baru berangkat" kata Laras bertanya sekaligus menawarkan.


"nanti aja mah gak sempet kalau makan disini nanti kami makan dikantin kampus kok Assalamualaikum" pamit Dena menyalimi laras diikuti Rere menyaliminya tak memberi jeda untuk Laras berkata.


"ya Waalaikumsalam" gumam Laras saat Rere dan Dena cepat memasuki mobil dan langsung meninggalkan kediaman Wijaya.


Disisi lain Regan baru keluar kamar melangkah ke Meja makan.


"Sepi apa aku terlambat turun?" batin Regan baru turun karena ada sesuatu yang membuatnya tertunda keluar kamar.


"cari apa nak? kamu mau serapankah?" tanya Laras baru masuk ke dapur namun melihat Regan seperti mencari sesuatu.


"iya mah, yang lain kemana?"


"oh adikmu sama Rere sudah berangkat kekampus kalau papahmu sudah kekantor pagi-pagi buta mau mengerjakan berkas yang akan dipakai rapat pagi ini katanya" jelas Laras.


"loh nak gak jadi makannya?" tanya Laras.


"tidak nanti saja" jawab Regan singkat kembali kekamar bersiap untuk pergi.


📌📌📌


Sesampai dikampus Rere dan Dena melangkah cepat hampir berlari keruanv kelas yang ada dilantai dua.


Brak


"Aaurgh hati-hati dong!" bentak seorang wanita terduduk karena tertabrak Rere.


"sorry gue gak sengaja" kata Rere menyodorkan tangannya tapi ditepis kasar wanita itu ia berdiri sendiri.


"santai dong gue juga sudah minta maaf" seru Rere sedikit tak terima tangannya ditepis kasar.


"ya..iya lain kali hati-hati" seru wanita itu terlihat sedikit ketakutan langsung melangkah pergi.


"lah langsung pergi? tadi aja marah-marah" celetuk Dena yang dari tadi hanya diam melihat mereka.


"udahlah biarkan ayo kekelas" seru Rere menarik tangan Dena kembali melangkah.


📌📌📌


_DiArea pembangunan Cabang Perusahaan Regan.


"Hei! kamu akhirnya datang" sambut Galuh begitu melihat Regan mendekat.


"maaf lama, apakah semua lancar?" Kata Regan meminta maaf lalu bertanya akan kelansungan Proyek.

__ADS_1


"Tidak masalah,semuanya berjalan dengan lancar" jawab Galuh.


"tumben tidak mencampur aduk bahasa?" kata Regan sadar hanya bersikap layaknya seorang melayu saja.


"tak apa,cuma nak berubah" sahut Galuh memalingkan wajahnya kearah lain.


"bohong! kenapa coba jelaskan" tegas Regan tak terima alasan Galuh karena setahunya Sahabatnya itu tidak pernah begini sejak SMA galuh selalu mencampur aduk bahasany walau sering kali diledek oleh Teguh.


"Boleh kita bincang pasal kerja?" tanya Galuh tidak ingin membahasa pemasalah lain.


"baiklah kalau itu mau mu" sahut Regan tak ingin memaksa.


"kalau ada masalah pada proyek tolong beri tahu saya!"lanjut Regan.


" iya pasti, sekarang mari kita berkeliling"seru Galuh memimpin langkah.


📌📌📌


_Dikampus.


|11:57|


Kelas sudah berakhir Dosen baru saja keluar dari kelas.


"Aduh kok tugasnya banyak banget"


"asem nih dosen"


"punya dendam kesumat kali ya, makanya tugasnya langsung berjibun"


"ihh batal lagi deh kencannya"


"bla bla"


Dan banyak lagi suara suara itu sangat menganggu hingga Rere harus mengusap telinganya mengurangi rasa panas.


"gak bisa tenang kah sekali aja" batin Rere berusaha sabar.


"eh Re ayo kantin! laper nih perut gue dah keroncongan" kata Dena menegok kebelakang.


"ah iya" sahut Rere "lebih parah ini mah" batin Rere membayangkan keributan yang lebih parah.


"Sabar demi perut!" gumamnya bangkit setelah memberesman meja.


_Dikantin


Dengan cara memfokuskan diri pada makanan yang didepannya membuat Rere merasa lebih tenang.


Sedikit demi sedikit Rere memang mulai paham cara mengendalikan kekuatannya yakni dengan fokus jika tidak perdengarnya akan berantaran semua orang yang berbicara dalam hati akan terdengar olehnya seperti tadi saat di kelas karena lapar membuat nya tak fokus.


"Re" tegur Dena.


"hem?" dehem Rere hanya melirik sekilas lalu melanjutkan makannya.


"kok diem aja? tumben" celetuk Dena memerhatikan Rere.


"huss!! lagi menikmati makanan gue jadi lo diharap diam!"


"oh oke" balas Dena ikut fokus dengan makanannya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2