
Hari ini adalah hari yang sangat melelahkan bagi Rere entah kenapa tenaganya terasa terkurang hingga membuatnya lemas.
"Dari mana kamu?" Tegur Rian didepan pintu menyambut kedatangan Rere.
"Dari dari!" kata Rere merasa dirinya sedikit linglung "gue dari mana ya?" batin Rere binggung.
"ditanya selalu begitu! masih tak mendapat kerja? hah? dasar beban keluarga! menyusahkan saja bisanya! lima tahun menganggur untuk apa sekolah tinggi-tinggi kalau kamu begini tak akan mau aku menghamburkan uang hanya buatmu kuliah" bentak Rian membuat Rere tertekun " lima tahun pengangguran?"batin Rere sangat binggung.
"begong lagi begong lagi! kamu itu ya bisanya"bentak Rian merasa sangat geram.
" coba lihat kakak kamu kuliah lulus langsung mendapat tawaran perkerjaan tanpa susah payah sekarang menikah sama pengusaha muda dan punya ada dua! sedangkan kamu apa? cuma pengangguran beban keluarga? gak malu kamu!? untuk apa wajah cantikmu itu sedangnya otaknya tak berisi!"bentak Rian membuat tubuh Rere bergetar ketakutan.
"maaf pah, aku juga gak pernah mau kaya gini! aku juga udah berusaha kok" lirih Rere menjawab dengan kepala tertunduk.
"Aduh apasih pah ribut-ribut gak capek apa marah-marah setiap hari" seru Dita dari dalam rumah dengan mimik wajah kesal.
"ini anakmu coba di didik dengan benar pusing aku mikirinnya!"
"ihh anak aku apa? anak aku cuna Dara bukan dia!" elak Dita tak mau mengakui.
"Sudahlah terserah!" seru Rian frustasi,
" intinya kamu Rere jika satu bulan masih tak dapat perkerjaan mau tak mau kamu harus menikah dengan orang pilohab saya ngeti kamu"tekan Rian laku masuk kedalam rumah, Rere hanya bisa menangis seperti biasanya tanla mampu melawan.
"Dengar kan apa yang dibilang suami saya! ingat itu, waktu mu satu bulan " Tekan Dita lalu berbalik badan masuk kerumah mengikuti Rian.
"Tahu seperti ini tak akan kupertahankan dia saat dikandungan" gumam Dita samar-samar masih didengar Rere.
📌📌📌
_**Satu Bulan kemudian_
Kediaman Gunawan**
_Ruang Tengah.
Diruang tengah Rian dan Dita duduk bersampingan dan ada Rere yang duduk didepannga disofa bagian lain.
"Masih tak dapat perkerjaan?" tanya Rian datar menatap Rere tajam.
"Belum pah" jawab Rere pelan menundukkan kepalanya tak berani menatap lawan bicara nya.
"baik seperti yang sudah saya bilang, nanti malam bersiaplah dia akan melamarmu. ingat tak ada kata menolak!" tekan Rian.
📌📌📌
_Di Kamar Rere
|20:04|
Di tepi ranjang Rere duduk memainkan jari-jarinya gelisah diatas pangguannya.
tok' tok' tok'
"Re, keluar! tamunya sudah datang"
__ADS_1
"iya bentar" sahut Rere mulai melangkah pelan kearah pintu.
Ceklek!
"Lambat banget sih!" celetuk Dara sinis "ayo cepat keruang tamu sekarang"lanjut nya melangkah lebih dulu.
sampai diruang tamu,
Deg!
Rere melihat punggung pria yang duduk tegak dengan rambut yang terlihat tertata rapi.
" Ngapain diam disana cepat kesini"seru Dita melihat keberadaan adanya yang hanya bengong berdiri diambang pintu.
"Ah iya" Rere tersadar dan mendekat lalu duduk disamping mamanya yang hanya disana yang kosong karna bagian sofa yang lain sudah diduduki yang lain.
Rere menundukkan pandangannya tak berani menatap calon suaminya yang entah seperti apa wajahnya.
"Jadi ini cewe yang bakal dijodohin sama kak Regan?" seru seorang wanita dengan nada merendahkan.
karna merasa dibicarakan Rere mengangkat kepalanya, "Dena? berarti calonku" batin Rere terkejut melihat teman lamanya itu lalu beralih ke pria yang ada disamping Dena.
"Regan" gumam Rere tak percaya.
"pokoknya aku gak setuju mah! dia ini cewe jal*ng suka merebut pacar orang bahkan aku putus juga gara-gara dia godain mantan aku" kata Dena pada Laras mamahnya dengan nada tinggi menunjuk-nunjuk wajah Rere tak suka.
"Memang kakak mau diselingkuhi? gak mau kan! jadi mending gak usah sama dia cewe diluar sana banyak" lanjut Dena mengalihkan pandangan ke arah Regan.
"Diam Dena pendapatmu tak diperlukan disini" tegas Panji tak tahan Dena terus-terusan memojok Rere.
"Suka tidak suka pernikahan tetap berlangsung! ingat janjimu Panji" kata Rian tegas mengingatkan janji panji dahulu.
"iya baiklah aku selalu ingat Rian tenang saja" sahut Panji tersenyum paksa.
📌📌📌
Hari Pernikahanpu tiba, Rere duduk didepan meja hias seraya menunggu dipanggil tak lama suara ketukan terdengar.
Ceklek!
"Selamat nak kamu sudah menjadi seorang istri, ingat setelah ini jangan pernah membantah suamimu turuti semua kemauannya" kata Dita tersenyum tipis entah senang karena ini hari pernikahan Rere atau senang karena akhirnya beban keluarga keluar dari rumah itu.
Dengan pelan tapi pasti Rere keluar kamar menuju ruangan tempar suaminya melantangkan ucap kabul.
Sederhana? ya itu yang terlihat di pernikahan ini tak ada kemewahan,
Deg!
Regan menatapnya tajam tak ada senyuman disana terlihat sangat terpaksa entah apa jadi nya pernikahan Rere dan Regan ini.
📌📌📌
_Malam Pertama_
Hari berganti malam Rere sekarang dibawa Regan kerumah pribadinya yang cukup besar untuk mereka berdua.
__ADS_1
begitu masuk ia mengikuti langkah Regan kekamar utama atau kamar yang akan menjadi kamarnya juga.
"Mandi!" seru Regan datar paham kalau pria bergelar suami itu memintanya mandi Rere bergegas mengambil pakaian ganti dan segera kekamar mandi.
Tak akan ada adegan meminta tolong untuk membuka seleting baju pengantin karena seleting gaun ini berada kedua sisi samping hingga pinggang cukup merepotkan memang membuka sendiri tapi masih bisa ditangganin Rere dengan benar.
kurang lebih dua puluh menit Rere menyelrsaikan mandi nya dan membereskan gaun yang digunakannya tadi.
"Tunggu diranjang jangan tidur" seru Regan sebelum masuk kamar mandi.
dengan perasaan yang mulai gelisa Rere menunggu Regan yang sedang mandi.
Ceklek!
Suara pintu kamar mandi yang terbuka membuyarkan lamunan Rere, dipandangnya sekilas Regan.
"Astagah kenapa gak pakai baju sih" batin Rere menundukkan pandangan.
Sebuah tangan menarik dagunya membuat Rere menatap ke depan.
"Tatap aku!"
"Sekarang menurutlah" seru Regan mendorong pelan Rere dan menindihnya.
hal yang semestinya pun terjadi.
📌📌📌
_Dua Bulan Kemudian_
Pernikahan Rere berjalan dingin Regan mendatanginya hanya ketika dia menginginkan haknya.
Ceklek!
Pandangan Rere mengarah pintu utama yang terbuka terlihat Regan yang baru datang, baru saja ingin menyambut kedatangan suaminya tapi.
Deg!
ada dua sosok wanita dibelakangnya yang mengikuti langkah Regan salah satu nya Dena tapi satunya entah siapa Rere tak mengenalnya.
"Hai Re! kenalkan ini calon kakak iparku" sapa Dena tersenyum mengejek.
seketika senyum dibibir Rere pudar, Rere menatap Regan seakan menanyakan kebenarannya.
Regan tak membantah apapun malah merangkul wanita itu tanpa beban,
"Mas!" kata Rere menahan tangan Regan menatap Regan dengan mata yang terasa memanas.
"minggir!" bentak Regan menepis kasar tangan Rere.
"Jahat kamu mas" jerit Rere tak terima, namun tak dihiraukan Regan sama sekali.
"Gimana? enakkan rasakan nerakamu" sinis Dena lalu meninggalkan Rere mengikuti Regan.
Bersambung...
__ADS_1