Si Cantik Mengubah Takdir

Si Cantik Mengubah Takdir
14.Ketemu mantan.


__ADS_3

Kediaman Gunawan


_Diruang Tamu.


Rere baru saja tiba melangkah masuk akan melewati Ruang tamu tapi sebelum benar-benar berlalu suara Dita memanggilnya.


"Re sini dulu" panggil Dita setelah menjawab salam Rere sebelumnya, dengan memaksakan diri Rere pun melangkah mendekati mamanya.


"ya Mah, ada apa?" tanya Rere sesopan-sopan mungkin.


"gak mama cuma mau bilang uang jajan kamu udah gak dipotong lagi Setelah mamah hitung-hitung ternyata pengeluaran kamu itu gak berlebihan dan papahmu juga bilang gak ada tagihan berlebihan dari kartu pegangan kamu belakang ini" jelas Dita dengan wajah sedikit bersalah.


"mamah minta maaf ya karena salah paham ternyata tagihan yang banyak itu dari kartu bibi weni yang menyalah gunakan kartu untuk keperluan dapur dan mamah baru tahu tadi pagi sekali lagi maaf ya"lanjut Dita.


Walau pun suka membandingkan Dita tetaplah ibu yang perhatian dan sayang padanya tapi tetap lebih Sayang pada Darah sih pikirnya.


" iya mah gak papa"sahut Rere seadanya tidak mungkin juga dia marah.


"terus bibi weni dimana sekarang?" tanya Rere penasaran karena dia sangat kenal dengan mamanya yang tidak akan begitu mudah memaafkan.


"udah pulang kamu setelah mamah pecat sekarang diganti sama bibi Sarah namanya nanti sore habis ashar baru datang" jelas Dita.


"oh ya mamah juga mau kasih tahu kamu kalau kakakmu nanti malam habis isyah lamaran jadi kamu siap-siap ya" seru Dita tersenyum memperlihatkan rasa senangnya.


"iya mah, kalau gitu aku kekamar ya permisi!" kata Rere pamit kekamar.


📌📌📌


|19:56|


Setelah sholat isyah Rere langsung menyiapkan diri karena acara lamaran akan tiba.


Rumahnya tidak banyak yang datang hanya keluarga inti seperti paman bibi dan sepupu-sepupu nya yang ada dijakarta saja yang datang sedangkah yang lain akan hadir saat diacara pernikahan begitu kata mamanya tadi sore.


Sebenarnya Rere terlalu malas untuk turun menyambut calon suami kakaknya karena itu adalah orang yang pernah jadi masa lalunya sekaligus orang yang sangat ia benci karena hanya memanfaatkan dirinya.


Untungnya saat pacaran dengan laki-laki itu ia tidak memamerkan hubunganya secara terang-terangnya karena permintaan orang itu dan ternyata ada sebuah alasan di belakangnya tapi sudahlah nasi telah menjadi bubur pikirnya.


tok' tok' tok'

__ADS_1


"Rere ayo turun!" seruan suara wanita yang ia kenal sebagai sepupunya itu terdengar.


tak ingin membuat sepupu cantiknya itu menunggu lama Rere langsung melangkah kepintu.


Ceklek!


"Widih!! makin cakep ya beb, sebenarnya yang mau lamaran lo atau Dara sih? asli pangling gue, lama gak ketemu lo makin glowing aja tahu gak"sambut Feby memuji dengan senyuman nan suara manja khasnya.


" bisa aja lo!"sahut Rere tersenyum "Btw datang kapan kok gue gak tahu"tanya Rere.


" Gue datang habis magrib tadi langsung ngumpul sama yang lain diruang tamu lo sih dikamar mulu jadi gak tahukan"jelasnya.


"oh yaudah yuk turun" ajak Rere di setujui Feby mereka turun beriringan dan langsung melangkah ke ruang tamu dimana orang-orang sedang sedang berkumpul.


"Kenapa baru turun, gak bantuin yang lain? berasa jadi tuan putri ya?" sindir Dara pelan dengan aura permusuhan yang kental begitu Rere duduk disampingnya.


"ya gue emang tuan putri baru nyadar lo" celetuk Rere pelan takut yang lain ada yang dengar saat ia berkata tak sopan dengan Dara.


"oh ya? berarti tuan putri yang dibuang kah? buktinya Deon aja gak mau sama lo" ledek Dara tersenyum sinis meremehkan.


"Asem nih orang ngomong ngejleb banget" batin Rere berwajah keruh saat nama mantan laknatnya itu harus disebut.


"enak aja bilang gue putri terbuang" batin Rere.


"lo_


" Ehem!"dehem Feby nyaring memotong perkataan Dara yang akan dilontarkan, tanpa keduanya tahu dari tadi ia sebenarnya ikut mendengar kan saat mereka berdebat saling mengejek.


Dara menoleh ternyata keluarga kekasihnya itu sudah datang wajahnya yang tadi kesal berubah menjadi senyuman.


Di sisi lain, Deon yang baru duduk berhadapan dengan Dara malah sekilas salah fokus akan kehadiran Rere yang duduk disamping Dara.


"Rere kok makin cantik? ah tidak tidak percuma cantik kalau tidak cerdas" batin Deon.


Rere yang mendengar pikiran Deon tersenyum sinis "gue gak sebodoh itu kali" batinnya kesal.


Tak lama bahunya terasa dicolek pelan saat Rere menoleh kesamping ada mamahnya yang meminta bertukar posisi agar Dara bisa duduk ditengah-tenah kedua orangnya.


Rere tanpa keberatanpun suka rela bertukar tempat.

__ADS_1


"lo kok gak cerita sih kalau kalau calon nya mantan lo" bisik Feby pelan hanya Rere yang mendengar.


"Shutt!! nanti cerita nya"balas Rere membisik Feby mau tak mau akhirnya diam tak sabar menunggu Rere bercerita.


Acara lamaran pun berjalan sebagai mana mestinya dan pernikahan ditetapkan akan berlangsung sebulan dari sekarang.


📌📌📌


_Di Kamar Rere.


Acara lamaran sudah berakhir keluarga calon besan sudah pulang namun beberapa keluarga masih ada di kediaman Gunawan ini akan menginap dan ada yang pulang.


Rere dan Feby sekarang berada dikamar Rere setelah membersihkan diri keduanya berbaring diranjang dan Feby rencana nya malam ini ia akan menginap karena penasaran menunggu penjelasan dari pertanyaan saat diruang tamu tadi.


Feby memang lebih dekat dengan Rere dari pada Dara karena menurut Feby ,Dara itu orangnya terlalu angkuh jadi tak cocok dengannya yang suka bercanda dan sedikit manja.


" jadi bisa lo ceritakan sekarang? "seru Feby tak sabaran memiringkan tubuhnya mengarah Rere seraya menunggu.


" gue langsung ke intinya aja boleh gak? gue rasanya terlalu muak untuk ngebahas tuh laki-laki baj*ngan"kata Rere sebenarnya sangat enggan menceritakan.


"oke oke ke intinya aja deh"sahut Feby tidak mungkin juga ia memaksa.


" gue pacaran sama dia kan backstreet selama dua tahun itupun pemintaannya karena gue juga dilarang pacaran sama bokap nyokap ya oke oke aja, terus lama pacaran tiba-tiba dia gak ada kabar sebagai pacar yang baik auto cari tahu dong tapi gak ketemu ketemu sampai hari kapan gitu dia minta ketemu sama gue direstoran yang udah dia tentuin"


Feby diam menyimak tanpa menyela,


"ya karena seneng bakal ketemu gue langsung setuju tanpa membanta ehh tahu-tahunya dia putusin gue lo mau tahun dia ngomong apa waktu itu?" kata Rere mengingat jelas kejadian beberapa waktu itu.


"apa emang?" tanya Feby penasaran.


"dia minta maaf terus bilang kalau dia jadiin gue pacarnya cuma sebagai pelantaraan buat dekat sama Dara! asem banget gak tuh,karena kesel langsung gue buat malu aja dia ditempat detik itu juga. gue lupa ngomong apa hari itu yang gue ingat jelas kalau gue ngasih dua hadiah tamparan bolak balik dipipinya terus lanngsung pergi deh" kata Rere menceritakan dengan mengebuh-gebuh.


"kalau lo ada di sana mungkin bakal ngakak sama muka malunya sumpah gue tahan ketawa waktu itu" lanjutnya tersenyum.


Feby ikut tertawa ringan lalu berkata, "lo sabar aja pasti nanti ada ganti yang lebih baik kok, lo kan juga cantik pasti banyak yang maulah" Feby menghibur Rere.


"iya santai aja kali gue gak bakal sedih, jadi lo gak perlu pakai kasihan sama gue" kata Rere tak menyukai rasa simpati yang tidak tepat sasaran menurutnya itu berlebihan.


"urusan jodoh pastilah nanti bakalan ada dan kalau gue udah nemu terus ngerasa fiks sama tuh cowo langsung minta dinikahin biar gak ada namanya Pho" celetuk Rere lalu tertawa lepas Feby pun ikut tertawa.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2