
Kediaman Wijaya
_Ruang Tamu.
|13:24|
"Hallo! ya secepatnya satu set antar ke rumah saya sekarang juga tutt..tutt"
"Hallo ya saya sendiri,.. iya benar.. oke Terimakasih"
"Hallo, ya Waalaikumsalam,.. ya bi.. iya nanti sore.. nanti saya sharelock baik Waalaikumsalam...tutt.tuu"
....
Regan menghembuskan nafas lega semuanya sudah beres sekarang tinggal mengundang dua sahabatnya itu.
baiklah Regan perlu istirahat sejenak tengorokannya juga terasa kering Setelah berbicara banyak untuk pertama kalinya.
"Bi!" panggil Regan melihat pelayan melintas ruang tamu itu.
"ya den! ada yang bisa saya bantu?" kata pelayan itu sedikit menundukan pandangannya sungkan berhadapan dengan Regan.
"ambilkan air putih sedikit hangat"Seru Regan mendudukan diri dan bersandar menghilangkan penat sejenak.
" baik den,tunggu sebentar"
Regan terdiam bersandar menatap langit-langit.
"Rere, saya tak sabar memiliki kamu" batin Regan memejamkan matanya tersenyum tipis.
"Ehem! den, ini air putih nya" kata pelayan itu,Regan membuka matanya memperbaikan duduknya dan menerima sodoran air putih itu.
"kalau begitu saya permisi" pamit pelayan itu pergi setelah melihat anggukan pelan Regan.
|13:32|
"kenapa cepat sekali?" gumam Regan melirik jam dinding.
"lebih baik sekarang saja" batin Regan.
Regan meraih kembali ponsel disakunya menghubungi Teguh lebih dulu
"Assalamualaikum" salam Regan begitu sambungan terhubung.
📞"Waalaikumsalam, Kenapa bro tumben lo nelpon gue "balas Teguh di sebrang sana.
" Saya cuma mau mengabarkan sekalian mengundang kamu nanti sore saya akan menikah"kata Regan.
📞"Hah!? yang bener lo? serius mau nikah, kok baru kasih tahu sih" Teguh terdengar terkejut dan tak percaya.
"karena memang baru tadi pagi saya melamarnya" sahut Regan santai.
__ADS_1
📞"Hah!? gimana sih maksudnya? lo baru lamar tadi pagi terus sorenya nikah gitu?"cerocos Teguh kebingungan.
"iya begitu! nanti saya share lock" balas Regan.
📞"gue masih belum_ tutt..tutt"
Sambungan diputuskan sepihak oleh Regan akan banyak termakan waktu jika ia terus meladeni pria itu, sekarang waktunya menghubungi Galuh.
"Assalamualaikum," salam Regan.
📞"ya, Waalaikumsalam "balas Galuh terdengar lebih santai dari pada Teguh yang lebih bersemangat.
"Saya mau mengabarkan sekalian mengundang kamu nanti sore saya akan menikah" jelas Regan.
📞"betul ke? tahniah kawanku!"kata Galuh mengucap selamat dengan gembira.
"Terimakasih nanti saya share lock kamu datang ya" kata Regan senang.
📞"Ya, saya pasti akan datang"
"Baiklah kalau saya tutup Assalamualaikum"
📞"ya, Waalaikumsalam "
Galuh jika berbicara dengan Regan akan santai dan bersahabat tapi beda lagi jika berbicara dengan Tenguh maka mereka akan bertengkar walau setelah nya akan saling bermaafan.
Regan merasa lelah berbicara karena sibuk apalagi ia tak sempat masuk kamar karena terlalu antusias mengatur persiapan akadnya nanti sore sedang kan orang tuanya sekarang sibuk mengundang sanak saudara.
"Anakku" panggil Laras menghampiri Regan.
"mamah mau kasih ini tolong terima ya, ini sudah mama siapkan untuk pernikahan kamu jauh-jauh hari sebelum nya" Kata Laras menyodorkan satu kotak kecil tempat perhiasan bentuk cincin biasa orang simpan.
Regan menegakkan duduknya menerima pemberiaan Laras.
"Cicin Kawin?"
"iya Cincin Kawin, disitu sudah ada nama kamu terukir satunya belum ada namanya karna mamah belum tahu nama perempuan beruntung yang akan jadi istri mu saat itu. tapi nanti kamu bisa mengukirnya jika ingin" jelas Laras.
Regan membuka kotak kecil itu dan nampak cincin kawin yang terbuat dari emas putih serta taburan berlian di satu cincin yang lebih kecil dan ada nama disana semua di rancang khusus.
"Terima kasih mah" kata Regan dengan tulus tersenyum tipis bangkit dan memberi pelukan hangat pada Laras.
"ya sama-sama nak" kata Laras merasa senang hadiah darinya diterima oleh Regan.
"semua persiapan sudah selesaikan?" tanya Laras merenggangkan pelukannya.
"ya sudah" balas Regan seadanya.
"kalau begitu lebih baik kamu istirahat dulu nanti setengah tiga mamah bakal bagunin biar kamu lebih segar" seru Laras.
"baik mah kalau begitu saya ke kamar" kata Regan.
__ADS_1
"iya kalau bisa pintunya tidak usah dikunci"
"iya mah" sahut Regan melangkah kekamar untuk mengistirahatkan diri.
📌📌📌
Kediaman Gunawan
Terlihat orang-orang di Kediaman Gunawan sedang sibuk dengan kegiatan masing-masing dan para WO sedang mendekor ruang tamu dan ruang Tengah untuk acara nanti sore.
Di dapur para pelayan juga sibuk menyiapkan beberapa makanan untuk nanti walau begitu Regan sudah memesan makanan katering sebelumnya.
Dara baru saja pulang dari dinas luar kotanya sedikit binggung saat melihat banyak orang yang berlalu lalang dirumah nya.
Dan saat masuk ia melihat hiasan yang hampir selesai,
"Eh Na! kamu disini?" tegur Dara pada salah satu sepupu dari ibunya bernama Hasna.
"iya kak aku sama orang rumah udah dari tengah hari dijemput pakai travel calon suami nya Rere"jelas Hasna pada Dara.
" Dijemput pakai travel calon suami Rere? songong banget cuma punya bisnis travel aja belagu,tapi sejak kapan tuh anak punya calon"batin Dara tak suka Hasna yang terlihat antusias.
"em terus ini mau ada acara apa?" tanya Dara kembali penasaran.
"Loh kakak emang gak tahu kah kalau Rere mau nikah nanti habis Ashar"
"kok gue gak tahu ya" gumam Dara lalu melangkah masuk mencari sang mama,tanpa permisi dengan Hasna.
"dasar gak sopan banget main nyelonong" cibir Hasna kesal melanjutkan kegiatanya tadi yang sempat tertunda.
Saat melangkah masuk Dara melihat Rere yang mau naik tangga.
"Eh bocah sini lo"Teriak Dara melangkah mendekati Rere.
" Bocah lo gak tuli kan"teriak Dara kembali saat langkah Rere tak berhenti.
"apa lo nenek lampir bisa gak suara lo itu di kondisikan gimana kalau ada yang dengar gak malu lo kehilangan muka anggun lo itu" cibir Rere meluapkan kesalnya "untung gak ada orang" batinnya.
"Ehem!" dehem Dara menperbaiki posisi nya "kamu beneran mau nikah?" tanya Dara dengan kata lebih sopan takut-takut ada yang dengar pikirnya.
"iya, maaf ya aku langkahin" sahut Rere tersenyum, Dara melihat senyuman itu seakan dirinya merasa diejek.
"iya gak masalah dari pada mengembang tuh perut"kata Dara tersenyum sinis.
" mengembang? aku lagi diet jadi tenang aja gak bakalan buncit"kata Rere membalas berpura-pura tak mengerti maksud Dara.
"oh ya kak nanti bakal ada nenek kakek gempal loh! senangkan kakak bakal ketemu,kakak harus terimakasih sama calon aku yang suka rela minjemin jetnya buat jemput mereka jadi bisa ketemu lagi deh" kata Rere tersenyum manis "Rasain panas-panas dah tuh" batin Rere tertawa bahagia.
Kakek Nenek gempal itu panggilan untuk kakek nenek dari pihak ibu mereka, kata gempal di ambil dari tubuh mereka yang cukup berisi sedang kan kakek nenek dari ayah mereka sudah lama meninggal.
"sial!" batin Dara mati kutu.
__ADS_1
"oh ya sudah kalau gitu aku kekamar mau istirahat" kata Dara datar langsung naik tangga melaluinya, Rere tersenyum sinis menatap punggung Dara.
Bersambung....