
Kediaman Gunawan
_Kamar Rere.
|22:13|
Rere menyisir rambut nya pelan duduk dibangku kecil sambil berkaca dimeja rias.
sebenarnya Rere sudah tertidur tadi sebentar tapi tak sampai lima menit ia kembali terbangun karena mimpi itu datang lagi walau tak keseluruhan tapi itu sangat menakutkan bagi Rere.
"apa benar mimpi itu akan jadi kenyataan? sudah tiga kali aku bermimpi yang sama" lihir Rere menatap wajahnya dipantulan cermin.
"tidak itu hanya mimpi ganguan jin ! ya pasti hanya gangguan tidur!!" tekannya meyakinkan diri.
"Aarghh!! tapi kenapa gue gak bisa lupa" jerit Rere mengacak rambutnya kasar frustasi.
"kalau itu benar-benar terjadi gue harus apa? gue gak mau jadi orang payah bodoh dan dihina bahkan gak berdaya saat diselingkuhin!" gumam Rere mengeleng kepalanya pelan.
"ya gue harus buat rencana!" tegasnya yakin bangkit meraih kertas dan pulpen dan duduk dimeja belajar yang ada dipojok ruangan.
"oke pertama keluarga" gumam Rere Rere lalu terdiam.
"tapi gue harus apa? ya kali gue harus masa bodo sama keluarga gue sendiri? emm oke gue harus bikin bangga orang tua gue lebih dulu pasti dengan itu paling tidak bakal narik simpati mamah papah dan hal penting gue lainnya harus rajin belajar tapi selama ini gak ada masalah dengan pelajaran hanya beasiswa itu yang gue gak dapat tapi sudahlah lebih baik fokus sama kuliah gue sekarang"ocehnya bicara sendiri.
" kedua keuangan"gumam nya.
"tabungan gue isinya lumayan ada dua puluh juta tapi menghindar hal-hal yang gak diinginin kayanya gue harus buka buku bank baru, tabungan lama kan dibuat papah dulunya oke oke kok gue jadi souzon" Rere mengaruk kepalanya yang tak gatal.
"oke fiks buka buku baru terus transfer ke tabungan baru" seru Rere dengan tangan yang tetap menulis rencana.
"apa perlu investasi sekalian? tapi investasi apa?"
ting tong ting tong
otak Rere rasanya pusing memikirkannya,tak segaja ekor matanya melirik kearah gelang.
"investasi emas aja yakkan! ahhh pintar banget si lo Re" pekiknya senang kembali menulis.
"keluarga udah, keuangan dan aset udah, oke sekarang tentang jodoh!" pekik Rere.
__ADS_1
"ihh dalam mimpi Regan bakal jadi suami gue yang datar banget mana gak ada manis-manisnya lagi bahkan bisa-bisanya dia nyalahin gue disaat dia yang salah. asem tuh cowo liat aja bakal gue buat bertekuk lutut sama gue"seru Rere mengebuh-ngebuh kesal.
Rere mencorat coret kertas membuat rencana trik agar Regan secepatnya suka dengan dirinya bila perlu hingga menjadi budak cinta agar Regan tak akan berpikir untuk selingkuh cukup memikirkannya saja.
" bukannya ini udah gue mulai ya misinya"gumam Rere melihat tulisan rencana tentang jodoh dua hari lalu.
"oke gak apalah biar makin komplit" lanjutnya menambahkan poin-poin yang kurang.
"gue juga bakal minta dia tanda tangan berkas pra nikah kalau dia udah lamar gue! ha ha ha pinternya gue"punjinya mengusap dada bangga.
Rere mengambil kertas baru menulis poin-poin syarat pra nikahnya kelak.
..._______________________________________...
...1.Tidak ada perselingkuhan atau orang ketiga dalam rumah tangga,...
...2. Suami dilarang kdrt,...
...3.Suami dilarang memaksakan berhubungan jika istri sedang tak ingin,...
...4.Akan meminta rumah atas nama sang istri dan beberapa aset lain atas nama istri sebagai mas kawin,...
...6.Tidak ada perceraian kecuali jika istri yang mengajukan....
..._______________________________________...
" Aduhh tangan gue keram!!"keluh Rere mengibas-ngibas tangannya menguranggi rasa keram pada jari jemarinya yang terlalu banyak menulis.
"Argh akhirnya planing masa depan gue selesai juga!" jerit Rere senang "eh tapi kaya ada yang kurang tapi apa yah" Rere mengetuk-getuk meja.
"ah iya Dena kan juga sinis sama gue didalam mimpi" gumam Rere.
"dia marah karena gue ngerebut pacar dia kan oke jadi gue gak usah dekat dekat sama pacar nya! yeesss kelarr deh"
Rere merapikan kertas kertas coretan tentang planing masa depannya kelak dan menyimpan dengan benar.
"waktunya tidur"lihir Rere membaringkan diri merasa tenang, dan karena lelah terlalu banyak berpikir dalam waktu singkat Rere pun tertidur.
📌📌📌
__ADS_1
|04:55|
Seperti ada yang membangunkan Rere kembali tersadar dari alam mimpinya bersamaan dengan suara azan terdengar.
Dengan memaksa diri melawan rasa kantuk Rere cuci muka dan gosok gigi lalu mengambil wuduh karena akan melaksanakan sholat subuh.
Rere pun melaksanakan sholat subuh dengan benar selepas sholat Rere berzikur kemudian berdoa.
" ya Allah ampunilah dosa-dosa diriku,orang tua ku, dan saudaraku lingdungi lah kami dari marabahaya dan selalu berkahi kami kesehatan amin ya robbal alami"gumamnya mengaminkan doanya.
Rere membereskan alat sholatnya kemudian naik ke ranjang.
"kemarin gue buat rencana masa depan ya kan?" gumam Rere turun dari ranjang berjalan ke meja belajar dan mengambil beberapa kertas yang tersimpan di laci lalu kembali ke ranjang seraya membawa kertas-kertas itu.
Rere duduk bersila kembali membaca setiap kata dalam kertas.
"gue begini gak termasuk mendahului takdir kan?" gumam Rere memandamg lurus kedepan.
"oke, gak! pasti gak termasuk kan gue gak ngeramal takdir cuma merancang masa depan biar gak suram" lirihnya tapi ada keraguan dihati.
"gini nih kalau ada mapel pendidikan agama islam pas di sekolah bukanya memerhatikan tapi tidur dibelakang" rutuknya mengingat kelakuannya saat sekolah dasar hingga atas.
Demi menghilangkan rasa keraguaannya Rere meraih ponsel nya dan membuka apk google mencari takdir yang boleh diubah serta yang tidak dan benar saja ternyata takdir disisi ada dua jenis.
pertama takdir yang bisa diubah dan yang tidak bisa diubah.
ternyata plan yang dibuatnya sebagian besar bisa diubah kecuali tentang beberapa hal karena sudah ditentukan saat didalam perut saat ditipukan ruh nya oleh malaikat, Rere kembali fokus membaca artikel.
"Jika seseorang telah berusaha untuk mencari pasangan kemudian hingga menikah maka itulah jodohnya. Jika ternyata kemudian ia bercerai dan menikah dengan orang lain maka itupun takdirNya juga.
Perceraian sebagai takdir dari Allah Ta’ala juga merupakan ketetapan yang sudah pasti adanya. Namun ia juga tidak lepas dari kehendak dari manusia, kehidupan keluarga yang penuh dengan romantika; suka dan duka silih berganti, gelombang dan prahara rumah tangga yang sering menerjang terkadang berakhir dengan perceraian. Perceraian itu takdir ketika sudah terjadi, tetapi manusia memiliki kehendak untuk melakukannya atau bersabar dan tetap mempertahankan keluarganya.
Pembahasan mengenai jodoh, rizki, ajal dan perceraian terkait erat dengan tauhid atau keimanan seorang muslim yaitu iman (percaya/yakin) dengan takdir dari Allah Ta’ala. Semua hal di dunia ini sudah ditakdirkan, tetap manusia memiliki kehendak dan ikhtiar. Kaya atau miskin, bahagia atau sengsara, menikah atau tetap sendiri, mempertahankan keluarga atau bercerai semua itu adalah pilihan bagi manusia.
Jika kita menganggap bahwa semua itu sudah menjadi takdirNya dan manusia hanya menjalankannya maka ia terbawa pada pemikiran Jabariyah atau Jabriah yang menganggap bahwa manusia hanya seperti boneka (wayang) yang dipaksa mengikuti takdir dari Allah Ta’ala. Sedangkan bila ia berkeyakinan bahwa manusia memiliki kehendak penuh untuk melakukan segala sesuatu tanpa takdir Allah, maka ia terjebak ke dalam pemikiran Qadariah di mana manusia seolah-olah bebas tanpa kuasa dariNya.
Maka, jalan tengah dari keduanya yang merupakan solusi terbaik adalah pendapat dari Ahlu Sunnah wal Jamaah yang meyakini bahwasanya semua takdir semesta telah ditetapkan oleh Allah Ta’ala sejak awal mula penciptaan, tetapi manusia memiliki kehendak dan ikhtiar untuk menentukan dan memilih yang yang terbaik baginya. Istilah lainnnya menyatakan “Beralih dari satu takdir ke takdir lainnya”, karena kita tidak tahu yang mana takdir kita. Oleh karena itu tetap yakin dengan takdir Allah Ta’ala dan terus berusaha untuk menjadi yang terbaik dan melakukan hal-hal yang baik agar kehidupan kita berakhir dalam kebaikan yaitu di surga sebagai negeri keabadian. Wallahu a’lam, (Menjelang tengah hari di Bogor City, 02 Juli 2020)."baca Rere dengan seksama.
"oh gitu jadi gak berdosa dong syukurlah setidaknya kalau memang gue mati ditabrak gak apalah paling gak pas gue hidup gak sensara" gumamnya bangkit kembali menaruh kertas yang berisi plan masa depannya dan mulai bersiap berangkat ke kampus.
__ADS_1
Bersambung...