
Hari demi hari Rere hidup dirumah bak neraka.
Regan yang terang-terangan berselingkuh, orang tua dan mertuanya yang masa bodoh, Dara yang selalu sinis serta meremehkannya dan terlebih Dena sahabatnya selalu membuly jika berkunjung menangispun tiada arti.
_Satu Tahun Kemudian_
Walau mempunyai kekasih Regan tetap selalu menyentuhnya rutin tanpa bersalah kalaupun menolak hukuman dikurung dikamar kosong tanpa makan dan minum akan menimpahnya sampai ia mau melayani Regan.
Mau tak mau Rere akhirnya melayani suaminya itu.
Sekarang Rere sedang hamil tua setelah hampir satu tahun lebih berumah tangga.
"Aarghh perutku" Jerit Rere meringgis menahan sakit pada perutnya yang terasa mulas.
"tolong" teriaknya sekuat tenaga tapi tak ada yang membantu.
diraihnya ponsel untuk menghubungi regan tapi,
"tutt"
"tuttt"
tak ad jawaban sama sekali tak menyerah Rere kambali mencoba menelpon.
"Hallo! maaf Regan nya lagi sama aku kecan jadi sorry gak bisa si ganggu!! Tutt tutt" seru seorang wanita tanpa menunggu Rere menjawab langsung mematikan sambungan.
"Aargh Oh Tuhan" lirih Rere karna tak tahan akhirnya pingsan.
📌📌📌
Perlahan mata Rere terbuka, hal yang pertama kali di tangkapnya adalah wajah Regan yang menatapnya tajam.
"Wanita ceroboh pembunuh" tekan Regan penuh amarah.
Rere diam merasa binggung laku mengusap perutnya namun,
"Mas perut aku?" lirih Rere.
"Anak kita sudah lahir?" senyum Rere meraih tangan Regan tersenyum.
dengan kasar Regan menepis tangan Rere,
"Senang kan kamu!" bentak Regan menatap Rere tajam.
"Hah senang? anak saya mati karna kamu!! mulai sekarang kita cerai! kamu aku talak!!" bentak Regan memvalikkan badanya melangkah pergi.
Rere tak terima mencoba mengejar suaminya tanpa menghiraukan rasa sakit lepas melahirkan,
"mas"
"mas!"
"mas!!!"
Rere terus mengejar hingga keparkiran Regan memasuki mobilnya dan melanju kejalan raya.
bodohnya Rere masih mengejarnya.
"Hikss mas..s hiks" tangis Rere pun pecah ditengah jalan terduduk.
tanpa Rere sadari sebuah truk besar melaju dengan supir yang sedikit mengantuk mengendarainya membuat sang supir tak sadar akan kehadiran Rere ditengah jalan.
Brak!
Trak!!
Kecelakaan pun tak bisa dielakkan.
dengan setengah sadar Rere menatap langit samar.
"Kuharap ini mimpi" lihir Rere hingga nafasnya pun terhenti.
..._________________...
__ADS_1
"Aargghh!" jerit Rere terduduk dengan nafas tak beraturan.
matanya mengejap beberapa kali lalu menatap sekeliling dengan nafas yang masih memburu.
"huh huh huhh!! sial, untung cuma mimpi"gumam Rere memejamkan mata " cuma mimpi cuma mimpi"lirihnya menenangkan diri.
"Huhhh!" hembus nafas panjang Rere keluarkan, lalu bangkit kekamar mandi buang air kecil.
setelah nya Rere duduk ditepi ranjang meraih ponsel yang ada dinakas samping ranjang.
|04:55|
"lebih baik aku sholat" lirih Rere lalu mengambil wuduh dan menunaikan dholat subuh.
"Ya Allah cukup dimimpi saja semoga tak menjadi kenyataan, ya Allah hamba meminta segala perlindunganmu dan ampunilah dosa-dosa hamba keluarga dan para saudara hamba baik yang segaja atau pun tidak amin ya robbal alamin" gumam Rere berdoa.
📌📌📌
|14:56|
"Hei! Re kok benggong" tegur Dena sudah membereskan buku-bukunya berdiri disamping meja Rere.
"Napa sih ko" lanjut Dena saat Rere menatapnya datar.
"kesel gue sama lo" ketus Rere merapikan bukunya lalu bangkit meninggalkan Dena.
"Napa sih ini bocah" batin Rere.
"Kan gue bilang gue kesel sama lo!"
Dena mengejar Rere yang melangkah cepat.
"iya oke kesel tapi alasannya apa Rere!" tanya Dena kebingunggan mengimbangi langkah Rere.
"aduh aduh pelanan dikit napa jalannya" seru Dena menarik tangan Rere.
"gue mimpi semalam dan lo dalam mimpinya sinis banget sama gue" kata Rere melangkah ke kanti lalu memesan minum dan mendudukan diri menunggu pesanan.
"pokoknya mimpi buruk!" tekan Rere mengalihkan wajahnya kearah lain kalau melihat wajah dena bawaanya Rere rasanya kesal ingin marah, Dena mengaruk kepala nya.
"jelek banget gue kok mimpi buruk kenapa gak mimpi indah aja" tawar Dena sedikit tak terima.
"yee emang gue bisa ngatur mau mimpi apa" ketus Rere.
"iya kan kalau bisa, btw mimpi apa emang" tanya Dena penasaran.
"Kepo!" celetuk Rere.
plak! Dena memukul bahu Rere pelan "ihh cerita cepat" paksa Dena tak mau tahu.
"mimpi buruk itu gak boleh diceritain bego" ketus Rere.
"tapi tadi lo cerita kalau mimpi nya gue, dasar aneh" ujar Dena tak mau kalah.
"itu gak cerita cuma kasih tahu kalau lo dimimpi gue ngeselin" tekan Rere .
"oh gitu"sahut Dena mangguk-mangguk tanpa beban.
"tau ah gelap" celetuk Rere lalu minum pesanan yang dia pesan tadi yang baru diantar pelayan.
"Yee merajuk loh"
"gak! gue ngambek" ketus Rere.
"sama aja kali, ehh lo kapan-kapan main ke ruamh gue dong" seru Dena random.
"ngapain?"
"ya main aja lo udah lama gak kerumah gue kan, mumpung kak Regan juga dirumah"
Deg!
"Regan?"batin Rere seketika bayangan mimpi itu terbayang.
__ADS_1
" Ehh Re kok malah begong"kata Dena menepuk tangan Rere.
"Ah ya sorry" kata Rere tersadar.
"gak! gak ada kok" elak Rere,
"emm nanti malam aja gih gue sekalian nginep dirumah lo gak papa kan" lanjut Rere.
"Ih boleh banget ayo! sekarang kita balik kerumah lo dulu aja terus nanti kerumah guenya, pakai satu mobil aja mobil lo gak usah dibawa" seru Dena antusias jarang-jarang Rere mau menginap dirumahnya.
"emm oke deh"
keduanya pun bangkit pulang kerumah Rere dengan mobil masing-masing kerumah.
Kediaman Gunawan
"Assalamualaikum mah" salam Rere masuk rumah diikuti Dena dibelakangnya.
"Waalaikumsalam" jawab Dita fokus menonton tak terkejut lagi saat Rere mengucap salam.
"Mah ada Dena nih!"
Dita pun menoleh melempar senyum ke Dena.
"Eh Dena sini duduk!"sapa Dita ramah.
" gak usah tante saya ikut Rere kekamar aja"tolak Dena halus.
"oh iya sudah"
Dita kembali fokus menonton,
"Mah" panggil Rere, dibalas deheman Dita.
"aku mau izin nginap dirumah Dena gak papa kan" kata Rere hati-hati takut tak dibolehkan.
"oh iya nginep aja tapi ingat jangan nyusahin disana"
"oke makasih ma! aku gak akan nyusahin kok. aku kekamar dulu ya siap-siap" kata Rere senang.
"iya sana"
Dengan senang Rere melangkah ke kamarnya,
"permisi tante" seru Dena mengikuti Rere.
📌📌📌
_Kamar Rere.
"Kenapa lo senang banget kayanya diizinin kerumah gue" tanya Dena heran melihat Rere senyam-senyum.
"iya gue seneng, gue pikir gak bakal dibolehin" sahut Rere melipat dua pasang baju untuk dibawa kerumah Dena.
"Oh kirain senang karena bakal ketemu kak Regan" Celetuk Dena, Rere hanya tersenyum tipis.
"ya itu salah satunya! karena pilihannya cuma dua buat dia jatuh sejatuh-jatuhnya cinta sama gue atau menjauh hingga tak bersakutan apapun. tapi opsi kedua seperti nya tak mungkin, karena bisa saja aku benar-benar dijodohkan dengan Regan mana Dena adiknya! semangat Rere misi mu dimulai dari sekarang"batin Rere terdiam.
" hei!! Hello Rere Gunawan" teriak Dena ditelinga Rere.
"Argh apasih den!" pekik Rere terkejut mengusap telinganya yang berdengung mendengar teriakkan Dena.
"habis nya lo dipanggil-panggil gak nyahut gue teriakin aja deh"jawah dena tanpa bersalah.
" Asem lo"ketus Rere melempar bantal ke wajah Dena.
"udahlah dari pada marah-marah lebih baik lo bersiap kerumah gue"seru Dena balik melempari Rere.
" ya iya bawel"
Rere pun bangkit mempersiapkan diri.
Bersambung...
__ADS_1