
"Ada yang aneh"batin Rere mulai terbangun dari tidurnya.
Dan benar saja ia saat membuka mata ia tak berbusana sontak Rere terduduk sangkin terkejutnya.
"gue habis apa?"pekik Rere kalang kabut belum menyadari apa ya terjadi semalam.
"Sayang kenapa?"tanya Regan baru keluar dari kamar mandi dengan dirinya yang sudah rapi dan wangi.
"ka..kamu perkosa aku ya!?"jerit Rere menunjuk Regan menunduh.
Regan diam mengerutkan keningnya lalu tersenyum tipis.
"iya" kata Regan tanpa beban.
"dia lupa"batin Regan.
"apa!??"tanya Rere dilanda kebingungan tak paham maksud Regan apa.
"sudah tidak perlu dipikirkan saya suamimu! sekarang bersiap lah untuk kuliah"seru Regan tanpa merasa berdosa.
"ta..tapi"ujar Rere menatap Regan pergi begitu saja keluar kamar.
"Issh"desis Rere kesal.
πππ
"Loh Rere mana kak?"tanya Dena melihat Regan turun tangan seorang diri.
"Ada tunggu saja"balas Regan datar melanjutkan langkahnya ke dapur.
"lah ditinggal pergi dong!"ujar Dena cengong.
"udah mau telat disuruh nunggu lagi"dumel Dena kesal melangkah ke ruang tamu.
Di sisi lain,Rere berkaca menatap pantulan dirinya secara seksama beberapa kali mengejapkan matanya dan bayangan kejadian semalam mulai teringat dan,
"Argh!!! gila gila gila gue gu..gue"jerit Rere menunjuk dirinya sendiri tak percaya.
"argghhh!!malunya"jerit Rere menutup wajah.
Entah bagaimana mana ia akan berhadapan dengan Regan nantinya.
πππ
_Di dalam mobil
Hening tak ada yang mengeluarkan suara dan Dena yang duduk dibelakang ikut diam memerhatikan sepasang suami istri itu yang terlihat saling canggung.
"lagi berantemkah?"batin Dena bertanya-tanya tapi tidak berani mengatakan secara langsung.
Regan merasa canggung karena Rere terus meliriknya seperti dirinya seorang penjahat kelamin ingin menegur tapi mungkin memang salahnya semalam terlalu termakan nafsu hingga kepala pening tak tertahan.
sedangkan Rere sibuk berpikir bagaimana tentang dirinya yang tanpa busana semalam apa Regan tidak akan ilfil.
Rere juga sebenarnya heran mengapa semakin kemari ia semakin sulit mendengar pikiran Regan seperti dahulu
tidak berselang lama mobil yang dikendarai oleh Regan berhenti di depan pintu gerbang kampus.
"sayang!"panggil Regan menahan tangan Rere yang akan membuka pintu mobil.
__ADS_1
"kenapa?"tanya Rere kaku ingin cepat-cepat pergi dari sana,paham situasi Dena dengan cepat bergerak untuk pergi keluar dari mobil.
"gue tunggu diluar aja"batin Dena.
"kamu marah dengan saya?"tanya Regan tidak tahan di diamkan oleh Rere, saat Rere bangun tadi Regan memang tidak ingin terlalu lama berada didekat Rere karena takut tidak bisa menahan diri lagi.
tapi bukan berarti dirinya ingin terus-menerus mengunci mulut saat berdua dengan pasangan itu.
"gak"balas Rere pelan tertunduk tidak berani menatap wajah Regan yang ada di dekatnya itu.
"lalu kenapa?"tanya Regan menatap Rere dengan serius menunggu jawaban yang keluar dari mulut istrinya itu.
"aku malu"ngumam Rere tidak jelas.
"malu?untuk apa?"kata Regan mengerakkan tangan kanan memegang bahu Rere lembut.
"kita suami istri sayang! tadi malam belum tuntas sebenarnya tapi saya tahan karena kamu datang bulan"lanjut lembut dan perlahan agar Rere memahami maksudnya.
"kamu gak ilfil sama aku?"tanya Rere takut-takut melirik Regan, Regan terkekeh pelan.
"untuk apa saya ilfil disaat kamu sangat cantik dan seksi pada malam tadi sayang?"kata Regan berbalik tanya.
"benarkah?"ucap Rere mengangkat dagunya menatap wajah Regan mencari kebenaran.
"ya benar!"tegas Regan melepaskan sabuk pengaman mobil bergerak mendekati Rere dan menariknya kedalam pelukan.
Walau sedikit ragu Rere tetap membalas pelukan hangat Regan.
"Saya cinta kamu"bisik Regan tepat di telinga Rere.
"emm aku juga"balas Rere tersenyum malu-malu sadar dirinya terlalu berlebihan.
"ya sudah sekarang kamu keluar ya kata Dena kalian tidak lama lagi masuk"kata Regan melepaskan pelukannya.
"waalaikumsalam"balas Regan dan menatap Rere melangkah pergi sampai tidak terlihat lagi punggungnya nya
"istri kecilku"gumam Regan tersenyum.
πππ
Rere melangkah sedikit berlari mengejar Dena yang ada didepannya,
"ehh setan tungguin gue!!"teriak Rere terus berlari, mendengar suara Rere Dena menghentikan langkahnya berbalik badan.
"apasih monyet berisik Lo!"rutuk Dena kesal jadi pusat perhatian beberapa orang memerhatikan mereka.
"huh!huh! Lo kenapa ninggalin gue sih!"Kata Rere kesal menepuk bahu Dena pelan.
"Lo mau gue nunggu kalian yang canggung entah kenapa itu!!"dumel Dena "yang bener aja ogah gue jadi kambing congek"ujar Dena melanjutkan langkahnya ke arah kelas.
"issh"desis Rere kesal mengkuti Dena.
"emang lo berdua kenapa sih? tumben gitu amat kaya ada masalah aja"tanya Dena mensejajarkan langkahnya dengan Rere.
"bukan ada masalah sih"gumam Rere wajah nya kembali memanas.
"lah-lah napa tuh muka pakai merah segala kaya tomat busuk aja"ledek Dena memerhatikan wajah Rere.
"ihh!! apasih lihat-lihat"ujar Rere mendorong pelan wajah Dena menjauh.
__ADS_1
"habis enak-enak ya hayo ngaku Lo!!"tuduh Dena menunjuk wajah Rere.
"kepo!"balas Rere melangkah berlari ke kelas lebih dulu.
"tunggu monyet!!"teriak Dena mengejar Rere.
πππ
Mobil Regan belum bergerak karena ia mengangkat telepon genggamnya lebih dulu.
π"Tuan!"panggil Toni saat sambungan terhubung.
"ya?" sahut Regan menunggu kabar baik.
π"saya ingin memberi tahu kan kepada anda bahwa 5% saham Perusahaan Gunawan sudah berada ditangan saya"kata Toni.
"benar kah? kerja bagus Toni lanjutkan tugasmu hingga bila perlu sampai 50% saham harus kau kendalikan"perintah Regan tersenyum tipis.
π"baik tuan saya usaha semaksimal mungkin!"tegas Toni.
"bagus Toni saya suka kerja mu!"puji Regan "tapi tetap siaga jangan sampai kau terledor hingga mereka tahu kehadiran dan maksud mu"kata Regan mengingatkan.
π"baik tuan anda tenang saja saya akan melaksanakan tugas saya sebaik mungkin"tegas Toni yakin.
"baiklah kalau begitu selamat berkerja!"ucap Regan mengakhiri panggilan.
"tunggu tanggal mainnya"gumam Regan tersenyum samar.
πππ
Selama kelas Rere tidak bisa konsentrasi bayangan kejadian semalam kembali mengusiknya.
"*argh bosen!"
"ngomong apa sih"
"kapan kelarnya"
"Omo Beben gue! ngambek!!"
"dikit lagi menang*!"
telinga Rere benar-benar panas sudah otaknya tidak bisa lupa kejadian semalam ditambah suara-suara pikiran mahasiswa mahasiswi dikelas yang campur aduk dari yang bosan, chatting dengan pacar hingga main game pun ada.
Rasanya ia ingin menangis saja, Rere mengusap kasar wajahnya.
"itu yang ditengah pakai baju hitam kenapa?"tegur dosen sontak yang lain menoleh kearahnya.
"gak papa pak cuma lagi sakit perut datang bulan"sahut Rere terbata-bata menjawab dengan asal. "tapi masih bisa ditahan kok pak"lanjut Rere.
"baiklah kalau begitu saya lanjutkan pelajaran nya!"seru dosen kembali menerangkan.
"syukur selamet gue"batin Rere mengusap dada.
Bersambung ...
...-----\=\=\=\=Ο***\=\=\=-----...
...Hai guys apa kabar? aku harap sehat-sehat selalu ya, author permisi mau nanya nih gimana sama ceritanya bagus gak? semoga bagus ya!! dan author mau tanya judul cerita sama alurnya selaras gak sih? please tolong respon ya ditunggu!!!...
__ADS_1
Salam Sayang
By'aHartinπππ