
"Kamu kok so sweet banget sih!! aku berasa kaya gimana ya emm, aduhh jadi maluu!" kata Rere terdengar manja semakin mengeratkan pelukan memenamkan wajahnya di dada Regan.
Regan membalas pelukan itu diam-diam tersenyum melihat tingkah Rere yang malu-malu kucing.
" jadi kamu mau dipanggil apa?"tanya Rere merenggangkan pelukan mendongah menatap Regan, Cup! tanpa sungkan Regan mengecup bibir Rere.
"apa saja yang penting tulus" ucap Regan mengelus rambut Rere sayang.
"emm apa ya aku bingung" gumam Rere berpikir.
"bisa tidak kita pindah ke sofa saja disini saya sedikit tak nyaman" kata Regan merasa tak nyaman dengan posisi duduknya.
"iya" kata Rere bangun, mereka pun berpindah dengan Rere mengandeng tangan Regan.
Regan duduk lebih dulu bersandar disofa dan disusul Rere duduk miring bersandar di dada Regan.
"emm" gumam Rere berpikir,Regan mengangkat tangannya kembali mendekap Rere dengan satu tangan dan satu tangan mengusap lembut punggung tangan Rere yang ada digengaman tangannya dengan ibu jarinya.
"mau panggil honey muka kamu datar gak ada manis-manisnya, mau panggil my darling? my.. heart aduh lebay deh eemm baby apa lagi bi atau hubby ahh gak tahu pusing" kata Rere merengek pada sadar menghina suaminya,dan Regan hanya sabar mengelus dada.
"kalau manggil nya random aja boleh gak sih" ucap Rere menatap Regan.
"terserah kamu saja saya menurut" kata Regan tak keberatan.
"yaudah kalau gitu suka suka aku ya panggil apa kamu jangan protes" ujar Rere.
"iya"
📌📌📌
|20:13|
"Sayang.. bantuin aku dong!" kata Rere berdiri disamping ranjang menarik-narik pelan sarung yang dipakai Regan yang tidak berganti baju setelah sholat isyah tadi.
"bantu apa?" tanya Regan tanpa menoleh sibuk mengetik sesuatu dilaptopnya.
"ihh kalau aku ngomong itu dilihat dong" rengek Rere menarik kuat sarung Regan kuat.
"iya iya! jangan ditarik-tarik lepas sarung saya nanti" kata Regan menahan sarungnya yang sedikit longgar karena tarikan Rere.
"bantu apa istriku" tanya Regan lembut menatap Rere menduduk diri ditepi ranjang.
"bantuin nyusun barang yuk" ajak Rere mengangguk pelan.
"saya bantuin tidak ya" goda Regan.
"ihh bantuinlah" rengek Rere manja.
"ha ha ha! iya-iya saya ganti bawahan dulu" ujar Regan beranjak.
"Ayo" ajak Regan sudah berganti celana pendek santai ala rumahan.
Rere melangkah lebih dulu diikuti Regan di belakangnya.
__ADS_1
"yang!" panggil Rere menatap barang cegong.
"kenapa?" tanya Regan khawatir ada yang salah dengan barang yang dibelinya untuk Rere.
"itu barangnya kok makin banyak ya tadi perasaan gak sebanyak ini pas aku lihat" kata Rere sedikit tercengang.
"mungkin karena kamu hanya melihat sekilas saja kan barangnya tidak ditumpuk" kata Regan.
"banyak banget astagah" ujar Rere melangkah mendekati barang-barang itu.
"mau suruh orang membereskan?" tanya Regan berinsiatif menawarnya.
"Sayang ku cintaku !!! kita itu gak boleh boros selama tenaga kita masih mampu jangan bayar orang karena aku pobia miskin" kata Rere teringat mimpi buruk itu "gak gak! jangan sampai" batin Rere menggeleng pelan.
"insyah Allah tak akan miskin sayang" batin Regan,Rere melirik sekilas ke Regan karena mendengar pikiran suaminya itu.
"Memang nya dia sekaya apa?" batin Rere.
"Sayang kenapa" tanya Regan menyentuh pipi Rere sedikit menunduk memastikan.
"ah? ha ha gak papa" balas Rere tertawa hambar.
"ya sudah ayo kita mulai membereskan" ajak Regan melangkah ke koper nya lebih dulu, sedangkan Rere asik memeriksa kantung-kantung belanjaan.
"yang! kapan kamu jalan beli kebutuhan aku kok gak bilang sih?" tanya Rere sedikit kesal "kan gue juga mau milih sendiri" batin Rere.
"saya nyuruh orang"jelas Regan yang sedang membuka kopernya mulai merapikan ke almari cukup besar untuk mereka berdua.
" Wah!! kamu beliin aku make up juga ternyata "kata Rere menemukan make up dibarang belanjan.
Mereka pun berberes membutuhkan waktu dua jam dengan Rere yang sesekali memastikan barang yang baru dibeli itu.
|22:15|
"argh!! akhirnya kelar juga" Ujar Rere bangkit memengang bahu dan pinggangnya yang terasa pegal.
"mau saya pijit?" tawar Regan merasa kasihan dengan tubuh mungil istrinya pasti pegal pikirnya.
"gak usah, taruh koyo aja" kata Rere melangkah ke ranjang dan meraih tasnya yang ada diatas nakas, Regan hanya diam mengikuti seraya memerhatikan apa yang dilakukan Rere.
"kenapa? kamu juga mau aku tempel koyo?" tanya Rere saat Regan terus melihat ke arahnya.
"tidak, terima kasih!"tolak Regan dengan halus.
" ya sudah kalau gak mau"kata Rere membaringkan tubuhnya.
Regan melangkah ke kamar mandi membersihkan diri bersiap untuk tidur, saat kembali dari kamar mandi Regan melihat Rere sudah tidur dengan pulas.
"Sayang sayang! gosok gigi dulu baru tidur" kata Regan mengoyangkan lengan Rere.
"sayang!"
"argh!! apa" kata Rere tak jelas dengan mata terpejam.
__ADS_1
"sikat gigi dulu baru tidur" kata Regan kembali.
"ihh kamu ngomong kaya aku bocil aja, udah aku ngantuk"ujar Rere rengek tak lama Rere kembali tidur karena tak mampu menahan matanya lagi.
Akhirnya Regan mengalah membiarkan Rere tidur, " mungkin kelelahan"gumam Regan.
Lalu Regan ikut membaringkan diri menyamping disamping Rere sehingga mereka jadi tidur menyamping saling berhadapan.
📌📌📌
Di sisi lain,
"Sayang!!!" panggil Dara sedang menelpon seraya berbaring diatas ranjang.
📞"kenapa baby?" tanya sang kekasih yakni Deon karena sedang sibuk jadi malam mereka baru bisa saling memberi kabar.
"tahu gak mantan kamu itu udah keluar dari rumah loh" aduh Dara mengingat Rere sudah pergi.
📞"oh ya? ikut suaminya?"
"iya ikut suaminya asli lebay banget tadi pagi tuh pakai nangis segala dianya"cibir Dara.
📞" ha ha ha kasihan"kata Deon ikut mengetawai nasib Rere.
"kamu tahu aku tuh kesel banget sama suaminya sombong banget belaga kaya padahal pasti hartanya gak seberapa paling-paling lebih kaya kamu" kata Dara.
📞"emang suaminya siapa?" tanya Deon penasaran.
"aku gak tahu siapa pokonya dipanggil Regan gitu" jelas Dara.
📞"Regan? kaya nama anak konglomerat paling kaya di kota ini ya namanya"
"iya kebetulan kali ah" kata Dara acuh tak ambil pusing nama Regan tak hanya satu piriknya.
📞"iya mungkin"
"emm sayang!! kita kan gak lama nikah nih, kamu bisa kan beli rumah mewah untuk kita tinggal nanti" kata Dara manja.
📞"boleh untuk kamu apasih yang gak pasti aku bakal beliin" kata Deon dengan nada yang mengoda.
"emmm makacih sayangku makin cinta deh sama kamu emmmuach!!" ucap Dara memberi kiss jauh.
📞"gak asik ah kamu buat aku pengen aja" keluh Deon.
"sabar ya sayang nanti kalau kamu pulang akan aku kasih servis terbaik aku" ujar Dara genit.
📞"ha ha ha! baiklah aku tunggu, udah dulu ya aku mau istiharat capek banget soalnya sibuk seharian" kata Deon ingin mengakhiri panggilan.
"okee bye-bye sayang emmuach!"
📞"iya bye!!"
panggilan terputus Dara menaruh posel diatas nakas.
__ADS_1
"emm gak sabar lihat Rere bakal nangis darah ha ha ha! menyedihkan!!" kata Dara tersenyum licik.
Bersambung ...