Si Cantik Mengubah Takdir

Si Cantik Mengubah Takdir
36.Sikap Random Regan.


__ADS_3

beberapa saat Rere berhenti menangis tapi Regan masih setia memeluknya dengan satu tangan mengusap-ngusap punggung Rere.


"sayang"panggil Regan lembut sadar dia sudah berlebihan tadi saat menegur Rere.


"saya salah, tolong maafkan saya ya!"kata Regan Rere diam-diam tersenyum tanpa Regan ketahui.


"saya hanya merasa khawatir bagaimana jika kamu jatuh kebelakang dan terguling untung saja jatuhnya kedepan"kata Regan.


"jatuh kok untung"celetuk Rere, mendengar itu Regan tersenyum samar.


"maksud saya kamu tidak terluka lebih parah jadi saya sedikit bersyukur"ujar Regan.


"cuma sedikit?"


"ya karena kamu tetap jatuh jadi hanya sedikit"jelas Regan melepaskan pelukan memberi sedikit jarak agar puas menatap wajah Rere.


"ihh gak boleh gitu tahu"ujar Rere menepuk Pelan paha Regan.


"ya lalu saya harus bagaimana?"tanya Regan datar mengerutkan keningnya menatap Rere.


"gak tahu"sahut Rere menggeleng pelan dengan wajah polosnya.


Regan menggaruk keningnya tak gatal, Regan beranjak dari ranjang melangkah ke nakas dan mengambil sesuatu didalam laci dan kemudian kembali mendekati Rere.


"ini"kata Regan menyodorkan sebuah kota kecil.


"apa?"tanya Rere sedikit mendongak kepalanya.


"untuk kamu"kata Regan menarik pergelangan tangan kanan Rere dan menaruh kota kecil itu di telapak tangan Rere.


"ini apa?"


"buka saja"seru Regan datar duduk ditepi ranjang berhadapan dengan Rere.


Dengan perasaan yang penasaran Rere membuka kotak kecil yang cantik itu antusias tanpa sengaja Rere menarik sudut bibirnya.


"Hah!?"pekik Rere tercegang melihat isi kotak itu, "asem gue pikir apaan cincin kek apa kek! lah ini !?"batin Rere.


"jarum pentul?"kata Rere penuh tanya mengakat dagunya menatap Regan seraya mengerutkan dahinya.


"ya"balas Regan datar tanpa dosa, Rere mengusap wajahnya kasar lalu menatap Regan datar meletakkan hadiah itu diranjang begitu saja.


"Oh Tuhan!! kamu tuh aku kirain kasih apa tahu-tahu nya cuma jarum pentul"jerit Rere kesal beranjak dari ranjang melangkah mengambil pakaian secara acak lalu ke kamar mandi.


Brak!


pintu yang tak berdosa pun menjadi pelampiasan kesal Rere.


"Sayang!"tegur Regan "memang nya salah ya?"batin Regan bertanya-tanya.


dikamar mandi Rere dengan perasaan kesal mandi bersih.

__ADS_1


"sumpah gue kesel"dumel Rere.


📌📌📌


_Di Meja makan


19:56


Walaupun merasa sedikit kesal sebagai istri Rere tetap melayani Regan dengan baik,bukan tidak sadar akan Regan yang terus memperhatikan nya tapi ia hanya berlagak masa bodo seakan tak tahu apa-apa.


"nih orang dua kenapa lagi coba?"batin Dena melirik.


"Ehem"dehem Rere pelan Dena cepat cepat memalingkan wajahnya.


Rere menyodorkan piring berisi lauk lengkap kehadapan Regan.


"selamat makan!"seru Rere tersenyum simpul berusaha sesopan mungkin ditambah ada kedua mertuanya disana.


bukan nya meraih sendok untuk mulai makan Regan malah mengerakkan tangan nya ke arah pergelangan tangan Rere yang sedang sibuk mengisi lauk kepiring miliknya.


"apa?"tanya Rere menengok ke samping menatap Regan datar.


"kenapa?"tanya Rere kembali.


"maaf"ujar Regan datar walau begitu Rere masih bisa merasakan ketulusan hati Regan saat berkata.


"ya"balas Rere seadanya.


"maaf sayang"ucap Regan lagi merasa tidak puas akan jawaban Rere.


Rere gelagapan mendapat teguran dari mertuanya dengan sekali hentakan tangan genggaman Regan terlepas karena lengah.


"jangan berisik!"seru Panji mau tak mau Regan akhirnya mengalah kembali mengunci mulutnya Rere perlahan mulai makan diikuti Regan yang sesekali ekor matanya melirik ke arah Rere.


hening seperti biasa tak ada suara dimeja makan hanya suara hantukan alat makan yang terdengar.


Rere makan dengan sangat lambat hingga semua orang selesai lebih dulu dan meninggalkan meja makan setelah pamit kecuali Regan yang sudah makan tapi tak bergerak dari tempat duduknya.


"ayo ke kamar!"ajak Rere selesai makan toh sudah ada pelayan yang akan membereskan nya pikir Rere.


Bagai sapi yang di cucuk hidungnya Regan mengekor langkah Rere yang memimpin didepannya.


Ceklek!


Rere masuk kamar dan duduk dikursi dekat jendela.


"sini!"seru Rere memanggil Regan duduk dikursi tepat didepan nya yang hanya dibatasi meja kecil.


"kamu sudah tidak marah?"tanya Regan hati-hati.


"marah? kapan aku marah!?"tanya Rere kembali seakan tidak terjadi apa-apa.

__ADS_1


"tadi"balas Regan.


"tadi aku marah? gak tuh cuma kesel aja"sahut Rere.


"yang benar?"tanya Regan ragu.


"iya bener suwer!!"balas Rere menunjukan angka dua dengan jari petunjuk dan jari tengah.


"jangan begitu"tegur Regan menurunkan tangan Rere.


"kenapa emang?"tanya Rere penasaran.


"kamu muslimkan jadi tidak boleh seperti itu"sahut Regan.


"alasan nya?"tanya Rere "oke-oke gak jadi"lanjut Rere saat melihat wajah Regan semakin datar.


"kamu harus ingat didalam Al-Qur'an surah Al-Ma'idah ayat 89 yang berbunyi


Lā yu`ākhiżukumullāhu bil-lagwi fī aimānikum wa lākiy yu`ākhiżukum bimā 'aqqattumul-aimān, fa kaffāratuhū iṭ'āmu 'asyarati masākīna min ausaṭi mā tuṭ'imụna ahlīkum au kiswatuhum au taḥrīru raqabah, fa mal lam yajid fa ṣiyāmu ṡalāṡati ayyām, żālika kaffāratu aimānikum iżā ḥalaftum, waḥfaẓū aimānakum, każālika yubayyinullāhu lakum āyātihī la'allakum tasykurụn


yang artinya: Allah tidak menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah), tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu dari makanan yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa selama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan jagalah sumpahmu. Demikianlah Allah menerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya).


jadi jangan sembarang bersumpah!"kata Regan tegas, Rere seketika terpaku menatap Regan dalam.


"Oh Tuhan berasa berhadapan sama ustadz"batin Rere nyeleneh.


"Sayang!"panggil Regan.


"dengar tidak yang saya katakan"ujar Regan.


"Ahh iya-iya"sahut Rere cepat.


Regan menghela nafas panjang bangkit dan mengelilingi meja berpindah kebelakang Rere dan mengerakkan tangan nya untuk memeluk Rere dari belakang.


"baru dipuji ehh nyosor lagi"gumam Rere.


"apa!?"tanya Regan merenggang kan pelukan nya.


"itu aku bilang kamu ganteng!"Jawab Rere asal.


"terimakasih"balas Regan kaku telinga nya terasa sedikit hangat dan perutnya seperti tergelitik.


"ya iya"balas Rere malas-malasan.


"oh iya sayang kamu sudah tidak marah?"tanya Regan membuka kembali topik utama pembicaraan dengan selembut mungkin.


"ihh kan aku udah bilang kalau gak marah cuma kesel gak marah!!"pekik Rere kembali kesal.


"oke-oke baiklah saya salah!"ucap Regan cepat.


"ya emang!"celetuk Rere melepaskan pelukan Regan dan melarikan diri ke toilet begitu saja.

__ADS_1


"istri siapa itu tidak ada sopan nya"ngumam Regan ikut merasa kesal.


Bersambung ...


__ADS_2