Si Cantik Mengubah Takdir

Si Cantik Mengubah Takdir
32.Mencari Cela.


__ADS_3

Dena kesal diam-diam mengumpat Regan dalam hati dan Rere yang mendengar hanya diam tersenyum samar.


"Ini, ayo diminum dulu!" seru Laras membawa nampan berisi minuman dan camilan.


"kenapa buat sendiri? kenapa tidak perintahkan saja pelayan ?" ujar Regan datar merasa tak senang ibunya harus repot-repot membuat minum.


"banyak pelayan tapi tidak digunakan untuk apa?" batin Regan.


"makasih mah! maaf ya udah ngerepotin" ucap Rere agar perhatian Laras teralihkan kepadanya hingga tak membuat mertuanya itu tidak memikirkan perkataan Regan.


"mamah terlalu senang, jadi gak papa kok mamah gak ngerasa direpotin para pelayan juga lagi sibuk jadi mama berinsiatif buat sendiri" balas Laras tersenyum.


"oh ya mah, papah mana?" tanya Rere belum ada melihat kehadiran papa mertuanya sedari tadi padahal ini sudah sore pikirnya.


"oh papah ada kok dikamar cuma belum tahu kalian udah datang aja, mau mama panggilkan?" jelas Laras dan mencoba menawarkan diri memanggil Panji.


"tidak perlu biar papa istirahat" kata Regan menyela Rere yang baru ingin menjawab.


Rere hanya melirik kesal "hoby banget nyela orang ngomong" batin nya.


"nak Rere! gimana perasaan kamu setelah nikah dengan Regan?" tanya Laras membuka topik pembicaraan, Regan mendengar pertanyaan mamanya pada Rere jadi ikut penasaran menoleh ke arah Rere yang ada disampingnya.


"emm" Rere melirik ke Regan yang menunggu jawabanya "senang mah dia baik perhatian juga sama aku walau rada kaku sih" kata Rere tersenyum.


"benarkah? dia tidak bermain kasar kan" tanya Laras.


"main? main apa mah?" tanya Rere balik menoleh ke Regan bertanya maksudnya apa, di tatap malah salah tingkah melihat kearah lain seolah tak mendengar apa-apa tapi tanpa disadarnya telinganya memerah karena malu.


"ahh lupain aja" ujar Laras sadar anaknya sedang menahan malu.


"halah Rere sok polos tuh mah! dia loh suka mikir jorok" celetuk Dena.


"mana ada!!" elak Rere "kalau mikir kotor sih sering tapikan gue emang gak gerti main apa maksudnya" batin Rere cemberut.


"anak kecil lebih baik diam!" tegur Regan menatap dingin Dena.


"ha ha ha! udah kok jadi berantem!" kata Laras tertawa canggung.


"maaf mah!" kata Rere tak enak hati pada mertuanya.


" gak papa udah biasa"kata Laras memahami.


📌📌📌


|19:25|


"Sayang!" panggil Rere pada Regan yang sibuk dengan layar tapnya membaca sesuatu.


"Sayang!!" panggil Rere kembali.

__ADS_1


"emm" gumam Regan membalas tanpa menoleh Rere, dengan kesal Rere bangkit beranjak dari ranjang bosan dicuekin oleh Regan yang sibuk sendiri.


"ehh kamu mau kemana sayang!" tanya Regan kalang kabut merasa Rere seperti nya merajuk kepadanya.


"kamar Dena!" ketus Rere melangkah ke pintu.


"di sini saja!" tolak Regan ikut berdiri mendekati Rere menahan tangan istrinya itu yang mau membuka pintu.


"gak mau kamu cuekin aku" ketus Rere memalingkan wajahnya cemberut.


"Astagah! maaf sayang saya tidak sengaja"kata Regan meminta maaf merasa bersalah tak menghiraukan Rere.


" gak sengaja apaan orang kamu diemin aku dari habis sholat magrib sampai sekarang kalau aku gak mau pergi pasti kamu tetap cuekin aku kan"dumel Rere kesal.


"maaf sayang saya benar-benar tidak sengaja" kata Regan membujuk dengan memeluk Rere dari samping.


"Tahu ah kesel!" ketus Rere,Regan memeluk Rere menarik nya duduk kembali di ranjang, upaya Regan tak sia-sia Rere akhirnya menurut walau wajahnya nampak masih sangat kesal.


"sayang maafin saya ya" kata Regan mencangkup wajah Rere dengan kedua telapak tanganya.


Rere tetap kekeh tak mau menatap Regan dengan mata terus kearah lain.


"jangan begitu ah sayang nanti kamu juling matanya memang nya tidak takut?" goda Regan saat Rere selalu menghindar dari tatapan matanya.


"apasih gaje" cibir Rere sekilas melirik Regan.


"he he he" Regan terkekeh pelan saat Rere mau melirik sekilas.


"ketawain kamu sayang" kata Regan mencubit pelan pipi Rere "lucu sekali" lanjutnya.


"iihhh apasih" jerit Rere kesal mendorong wajah Regan menjauh.


kedua tangan Regan menangkap lengan Rere dan Hap! sekali hentakan Regan menarik Rere masuk ke dalam pelukannya.


Cup! Cup! Cup! kecup Regan dipipi Rere secara beruntun.


"sudah jangan marah ya"bujuk Regan memelas


" Iya-iya makanya lain kali tuh jangan cuekin aku kamu pikir enak dicuekin gak tahu"dumel Rere melunak.


"iya saya yang salah maaf ya" kata Regan kembali.


"iyaa!" balas Rere, Regan mengeratkan pelukannya.


📌📌📌


|20:02|


Saat ini Rere, Regan serta kedua orang tua Regan dan Dena sedang makan malam, tiada yang bersuara hanya suara sendok dan piring yang beradu.

__ADS_1


beberapa lama semua sudah mengakhiri makan malamnya yang lain sudah pergi ke ruang tengah lebih dulu di meja makan hanya tinggal Rere dan Laras.


"Gak perlu diberesin biar pelayan aja nak!" kata Laras menghentikan Rere yanh mulai menyusun piring kotor.


"Ah iya mah" balas Rere menurut.


"ayo kita berkumpul diruang tengah" ajak Laras ke menantunya, Rere senang hati mengikuti.


_Di Ruang Tengah.


"Sini sayang" seru Regan menepuk sofa disampingnya,paham maksud sang suami Rere duduk disisi Regan.


Saat Rere sudah menduduk diri Regan tanpa sungkan merangkul bahunya, melihat itu yang lain hanya diam seakan tidak ada yang terjadi.


"apa kabar mu nak" sapa Panji baru menyapa karena tadi sungkan berbicara di meja makan.


"Alhamdulillah sehat" jawab Regan seadanya.


"sekarang kalian tinggal dimana? tidak mungkin di mansion milik mu kan masih tahap pembangunan" ucap Panji kembali.


"saya tinggal dihotel" sahut Regan tanpa beban.


"dihotel? Astagah kenapa tinggal disana nak, kamu punya rumah loh terlalu boros jika tinggal dihotel terus-terusan" kata Panji kurang setuju akan keputusan Regan yang memilih tinggal dihotel.


"lah! bapak mertua gue gak tahu gitu kalau yang punya hotel anaknya" batin Rere bertanya-tanya tapi hanya diam tidak ingin ikut campur.


"uang saya tidak habis" balas Regan datar.


"baiklah!" ujar Panji tidak mempermasalahkan lagi "lalu nak kapan kamu mau mengurus perusahaan keluarga kita papa semakin tua rasanya semakin hari cepat lelah jadi harus banyak-banyak istirahat" kata Panji, Rere yang mendengar itu semakin tercengang.


"terus yang kemarin itu perusahaan siapa?" batjn Rere linglung.


"Ehem!" dehem Regan sedikit canggung dilirik terus-terusan oleh Rere yang sangat penasaran akan tentang aset miliknya.


"secepatnya jika papah ingin" kata Regan dengan mudahnya.


"benarkah?" tanya Panji antusias memikirkan dirinya akan segera pensiun.


"iya" sahut Regan.


"pah jangan bahas perkerjaan dong!! kita udah jarang ngumpul terus masa pas ngumpul masih bahas kerja" tegur Laras tak senang suami nya itu selalu bahas tentang perkerjaan dimana pun.


"Rere gimana rasanya jadi istri kak Regan" tanya Dena tanpa takut karena ada papahnua disana.


"anak kecil jangan banyak bertanya" kata Regan lagi dan lagi menegur Dena karena merasa sedikit tak senang istrinya terus-terusan direpotkan oleh Dena.


"ya ya ya! susah kalau udah ada yang mulai posesif aja" cibir Dena.


"iri bilang dong" celetuk Rere membela suaminya.

__ADS_1


"asem loh Re!" ujar Dena kesal.


Bersambung ...


__ADS_2