Si Cantik Mengubah Takdir

Si Cantik Mengubah Takdir
13.Investasi Emas.


__ADS_3

_Di Kampus


"Ya ya terserah lo aja deh" Kata Rere pasrah.


"Oh ya Den gue mau tanya" kata Rere membuka topik.


"tanya apaan?" Dena menatap Rere penasaran.


"dimana biasanya orang beli emas batangan?" tanya Rere hati-hati.


"buat apaan lo beli emas batangan?" pekik Dena nyaring.


"Shuuttt!! suara lo kondisikan" tekan Rere menutup Dena kesal, melihat sekeliling ternyata sedang sepi.


"untung gak ada yang dengar" dumel Rere melirik sinis Dena.


"biar ada yang dengar juga gak papa kali lo nya aja yang lebay" ketus Dena mengusap bibirnya basah terkena tangan Rere yang baru memengang gelas miniman dingin.


"ya kan siapa tahu aja ada yang bakal berpikiran jahat, nyuri emas gue contohnya" celetuk Rere tak mau kalah.


"yeee emasnya aja belum ada apa yang mau dicuri" ledek Dena terkekeh geli melihat wajah Rere cerembut.


"asem loh!! jadi dimana"


"gak tahu ! yang gue tahu tempat beli perhiasan emas"kata Dena.


" Huhhh!!"Rere membuang nafas berat kesal "tanya sama siapa ya?" batin Rere.


Dena ikut diam memikirkan walau tidak tahu untuk apa sahabatnya emas batangan tapi paling tidak dia membantu pikirnya.


Semenit.. tiga menit...lima menit Rere dan Dena terdiam memikirkan dan,


Plak!


"Auuww sakit beg*" jerit Rere mengusap bahunya yang panas dipukul Dena.


"Lo yang beg* kalau mau beli emas batangan ya beli aja di toko emas repot amat" ceplosnya kesal.


"lebih beg* mana gue sama lo yang ikutan mikir" ketus Rere menatap Dena sinis.


"lagian lo mau ngapain sih beli emas batangan" tanya Dena kembali karna belum mendapat jawaban sebelumnya.


"mau gue investasi emas" sahut Rere menopang dagunya.


"emang lo punya modal berapa? udah yakin emang? lo kan belum pernah tuh investasi gak takut gitu gagal" kata Dena kurang yakin.

__ADS_1


"emm gue punya uang 20 juta Di tabungan"


"cuma 20 juta? terus kalau lo tarik semua langsung tutup buku dong" kata Dena tak percaya.


"20 jt itu banyak kali!! tahu yang Holang kaya"kata Rere melirik sinis Dena


" tapi gimana ya kok gue jadi gak yakin ya setelah ngomong sama lo" keluh Rere menutup wajahnya dengan telapak tangan.


"Lah kok jadi gue yang disalahin? kan memang lo belum ada pengalaman tentang gituan jadi gak salah dong omongan gue" kata Dena tak terima disalahkan.


"ya lo yang selalu bener dan gue yang salah" tekan Rere dramatis, melipat tanganya dan memenamkan wajahnya disana, Dena membuang nafas berat.


"lo kenapasih sebenarnya tiba-tiba mau investasi emas segala? lo pasti ada masalah kan! gue kenal banget sama lo itu kaya apa, yang mana orangnya paling malas banget harus repot-repot ngelakuin hal kaya gini belum lagi lo kan boros banget orangnya bahkan sampai ortu lo gak jarang bekuin atm, dan lihat buktinya lo selalu dikasih uang banyak tapi tabungan cuma 20 jt karena terlalu malas nyimpan uang" kata Dena serius menatap Rere masih diam.


buk!


Dena menendang pelan kaki Rere,


"Dengar gak lo gue ngomong apa?" tanya Dena tak dihiraukan.


"iya gue denger!" sahu Rere memperbaikan duduknya menegok Dena.


"jadi kenapa coba jelasin sama gue! apa karena ortu lo mulai nyindir lagi kah? makanya lo kaya gini aneh banget tahu gak! ada angin gak ada hujan mau main investasi emas lo ngelawak?"kata Dena Tertawa ringan meremehkan.


"pusing gue" lirih Dena mengusap keningnya tak tahu harus melakukan apa.


"lo pusing, apalagi gue! lo tahu gue ngerasa takut akan masa depan gue yang bakal jadi burem kalau dari sekarang gak punya pegangan" curhat Rere ingin menangis apalagi bayangan mimpi itu teringat sekilas dimemory nya.


Dena tersenyum tipis,


"Ayo dong re ini bukan lo banget gak usah lah pakai melas kaya gitu gak enak dilihatnya" ledek Dena mencoba mengubah suasana.


"Gini deh gimana kalau kita buat kos kosan aja gue nambah 20 jt juga terus nanti gue coba ngomong sama mamah pinjam uang buat nambah-nambah yang kurang nanti kalau udah ada timbal balik baru ganti uang mamah gue. dan urusan keuntungan kita pasti adalah nantinya" kata Dena menawarkan mencetus ide gila menurut Rere.


"yang bener aja lo Den butuh waktu lama buat ngumpulin uang kalau cuma buat kos-kosan" sahut Rere tak sependapat dengan Dena.


"terus apa bedanya sama Investasi emas? toh itu juga butuh waktu lama! butuh 5 tahun atau lebih baru dapat timbal balik yang memuaskan belum lagi kalau ternyata harga mas turun siapa yang tahu" seru Dena.


"Yaudah deh lo kalau mau investasi emas sekarang terserah aja pusing gue cari solusi yang lain" lanjut Dena meraih ponsel nya karena ada notif masuk.


'Kak Regan_


|Cari tahu tentang gadis itu megenai hal-hal yang saya tanya tadi lagi |


"apaan sih kak Regan ngebet banget cari tahu tentang Rere! cari tahu sendiri susah banget! harus banget gitu gue yang turun tangan? satu masalah tadi aja belum kelar" dumel Dena pelan.

__ADS_1


Rere yang disamping Dena malah asik sendiri dengan pemikirannya mencari jalan keluar agar bisa dapat uang dalam waktu singkat tanpa resiko.


sedangkan Dena yang baru saja membalas pesan pada Regan yang berisi kalau ia sedang sibuk jadi tak ada waktu untuk melakukan perintah Regan,setelah itu ia segera mematikan ponselnya sebelum kakaknya menelpon.


urusan bila bertemu kakaknya dirumah ia tinggal minta perlindungan pada papahnya jika Regan marah pikirnya.


"apa gue kasih tahu aja ya tentang tadi pagi sama Rere toh kak Regan juga gak ngelarang gue buat gak bilang sama Rere" batin Dena melirik Rere yang begong.


"Re!" panggil Dena menguncang bahu Rere membuyarkan lamunan gadis itu.


"apa?" lirihnya lesu.


"gue mau kasih tahu sesuatu" kata Dena "masa bodolah sama kak Regan" lanjutnya dalama hati.


"ya apa?" tanya Rere menegok dengan lemas ke arah Dena.


"Jadi gini...


Dena pun mulai bercerita dari awal hingga akhir tentang Regan yang bertanya banyak hal tentang Rere dan perintah Regan mencari tahu tentang Rere tapi ditolak olehnya karena terlalu malas melakukan apapun lagi.


" yakin lo begitu?"tanya Rere menegakan duduknya sedikit merasa tegang dan tak percaya.


"ya yakin banget! kayanya kak Regan mulai suka sama lo deh" kata Dena mengira-gira.


"untuk apa Regan cari tahu tentang gue? jangan-jangan beneran suka" batin Rere.


"Oh ya?"


"ck, susah banget ya lo percaya sama gue?"balas Dena berdecak.


"bukan gitu maksudnya! tapi gue merasa jadi dapat solusi dari masalah sebelumnya" seru Rere tersenyum misterius.


"maksudnya?" tanya Dena binggung.


"Sini gue bisikin" seru Rere meminta Dena mendekat dan membisikkan suatu rencana.


"..." Dena mengangguk paham sudut bibirnya membentuk senyuman,


"boleh juga tuh kenapa gak dari tadi sih" kata Dena antusias tersenyum senang.


"kan baru kepikiran!"


"oke oke!"


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2