
Merasa senang dan sedikit tak percaya Rere masih anteng memeluk Regan dengan erat.
"Ya Allah semoga dengan ini langkah kakiku lebih mudah! dan ku berdoa berharap mimpi buruk itu tak akan pernah menjadi nyata" batin Rere.
"Sayang! saya sesak" kata Regan dengan suara tertahan, lamunan Rere buyar.
"ha ha ha maaf"ucap Rere tertawa canggung melepas peluknya mengangkat kedua tangannya seperti buron.
"sebegitu senang ya kamu? kalau kamu mau, kamu bisa memiliki usaha saya yang lain" kata Regan senang melihat Rere sangat antusias kembali menawarkan asetnya tanpa beban.
"gak! gak usah terima kasih" kata Rere menolak bukan apa-apa Rere hanya takut itu akan menjadi beban saja nanti nya pikir Rere.
"bukan apa takutnya gue dirampok lagi kalau terlalu kaya" batin Rere terlalu banyak berpikir.
"kenapa? bukanya kamu suka uang?" tanya Regan bingung.
"ya memang suka siapa yang gak suka" celetuk Rere.
"udah ah! ini kita mau ngapain lagi disini? kalau gak ada mending pulang" kata Rere mengalihkan topik pembicaraan.
"tidak ada lagi, kalau begitu baiklah kita pulang saja" kata Regan bangkit mengulurkan tangan nya membantu Rere bangun dari duduknya.
"oke mari pulang!" kata Rere antusias mengandeng Regan berjalan berdamping.
"estt!" Rere menghentikan langkah kakinya dan menghentikan langkah Regan juga.
"tante lain kali pakai baju yang bener ya! kalau uangnya kurang buat beli bilang aja sama aku ! soalnya aku udah banyak uang dari saham 35% yang dikasih Regan jadi jangan sungkan ya!! bye-bye aku pulang" kata Rere melambaikan tangan, berharap wanita itu sadar kalau sekarng Rere punya hak diperusahaan itu jadi ia tak akan banyak bertingkah untuk merayu Regan.
"songong banget lihat aja bakal gue balas lo" batin Melani.
Rere hanya tersenyum remeh mendengar itu tak akan terjadi pikirnya.
📌📌📌
_Di dalam Mobil
"mau langsung pulang?" tanya Regan fokus menyetir sekali-kali matanya melirik ke Rere.
"mau jajan boleh?" tanya Rere menatap Regan memelas.
"tentu boleh"sahut Regan.
" mau makan itu.. ituu"kata Rere antusias menunjuk warung pinggir jalan.
Regan menoleh kearah yang ditunjuk Rere, dan Regan tiba-tiba meringis jijik.
"tidak jangan disana" tolak.
"ihh kenapa? itu ramai lo tadi pasti baksonya enak" ujar Rere sedih mengecap mulutnya membayangkan makan diwarung itu.
"tidak boleh kita makan disana saja" kata Regan menunjuk warung bakso lain yang tak terlalu jauh dari warung sebelumnya, walau tak terlalu ramai setidaknya itu aman.
"ya udah deh terserah aja" kata Rere pasrah yang penting makan bakso pikirnya.
"Mas bakso nya dua dibungkus" kata Regan tanpa bertanya pada Rere ini makan disana atau tidak.
__ADS_1
Rere tidak mau ambil pusing yang penting ia bisa makan bakso itu sudah lebih baik.
"ayo pulang" kata Regan menarik istrinya kembali ke mobil.
"aku serasa bagai boneka" celetuk Rere dari tadi hanya di tarik-tarik sana sini oleh regan.
Regan hanya diam menyalakan mobilnya melanjutkan perjalanan pulang ke kediaman Rere.
"kau!" Kata Rere, Regan menoleh.
"gak jadi" ujar Rere "baru mau nyanyi diliatin jadi gerogikan" lanjutnya dalam hati.
Regan menghidik bahunya tak ambil pusing, tidak ada pembicaraan didalam mobil hanya Rere yang banyak tingkah dari membuka-buka laci lalu membongkar barang didalamnya kemudian dimasukan lagi.
Rere merasa dikeningnya poni miliknya bergerak-gerak tak beraturancmengenai mata menarik cermin agar bisa berkaca memperbaiki jepitan diponi dan banyak lagi dilakukannya bahkan sampai mengangkat kaki nya kekursi agar bisa memeluk lututnya.
Sebagai suami yang sayang istrinya Regan hanya diam tanpa menegur.
"Re..gan" panggil Rere.
"ya?"sahut Regan fokus menyetir
"sa..yanngggg"kata Rere kembali.
" apa"jawab Regan masih fokus nyetir.
"Suami..kuu" kata Rere lagi.
"kenapa sayang" jawab Regan sabar melirik Rere.
"emmm" gumam Regan tak jelas.
"aku!" kata Rere memegang dadanya, Regan menarik alisnya menoleh Rere sekilas.
"Regan sayang!! suamiku cinta aku!! ha ha ha" kata Rere menyatukan perkataannya lalu tertawa merasa berhasil mengerjai Regan, Regan hanya mampu terkekeh pelan.
"istri siapa sih" gumam Regan menggeleng geli melihat tingkah Rere.
"istrinya Re..gan" kata Rere mengejak nama suaminya lalu tertawa renyah tak jelas.
Regan menghela nafas lalu kembali memfokuskan diri menyetir,Rere mengerutkan dahinya.
"aku siapa?" tanya Rere menoleh ke Regan,
"apa?" Regan berbalik tanya.
"aku siapaa??" tanya Rere pada Regan nyolot,
"kamu Rere" sahut Regan menjawab seadanya.
"ihhh aku siapa?" tanya Rere merengek.
"kamu Rere! kenapa sih sayang" tanya Regan jadi bingung.
"jawab aku siapa?" kata Rere Rere mengoyang lengan Regan pelan.
__ADS_1
"Astagah! kamu istriku sayang!" kata Regan sedikit kesal mengenggam tangan Rere agar tak mengerakkan tangannya yang sedang menyetir.
Rere terdiam, sunyi Regan jadi heran kenapa istrinya tak berbicara iapun menoleh.
"kamu kenapa?"tanya Regan,Rere hanya menggeleng pelan.
" kamu marah?"tanya Regan kembali takut istrinya mungkin tersingung pikirnya, Rere kembali menggeleng.
Regan melepaskan genggaman lalu menyetir mobil nya menepi ke sebelah kiri,begitu berhenti ia melepaskan sabuk pengaman memiringkan tubuhnya kearah Rere.
"Kamu kenapa sayang? kamu tersingung ya sama saya yang sedikit menaikkan nada suara?"tanya Regan lembut mengenggam kedua tangan Rere, Rere menoleh.
" kenapa berhenti?"tanya Rere polos.
Regan diam mengaruk tengkuknya yang tak gatal,
"kamu kenapa diam?" kata Regan berbalik tanya.
"gak papa pengen aja" sahut Rere tanpa merasa berdosa.
"Oh Tuhan!! benar-benar" kata Regan menahan kesal kembali memasang sabuk pengaman lalu menyalakan mobil dan menjalankanya.
"Waduh ngambek anak orang"batin Rere.
Rere berdiam menoleh ke jendela mobil yang tertutup kaca memperhatikan keadaan diluar seraya berpikir ia harus melakukan apa agar suaminya tidak marah.
" haruskah gue ngelawak tapi entar garing lagi kan gak lucu jadinya"batin Rere lesuh.
"Sayang" kata Rere menoleh ke Regan sedikit mengeser tubuhnya mendekat ke Regan.
"maaf ya kalau aku bercandanya kelewatan kamu jangan marah" kata Rere memelas memeluk Regan dari samping, Regan tersenyum tipis.
"tidak apa sayang! saya tidak marah" balas Regan tanpa menoleh ia melepas satu tanganya dari setir dan mengusap kepala Rere sayang.
"beneran gak marah?" tanya Rere menatap Regan.
"iya tidak ada yang marah jadi kamu tenang saya" kata Regan.
"cium" kata Rere memajukan bibirnya.
Cup! kecup Regan sekilas lalu kembali melihat ke depan
"lagi" pinta Rere.
Cup!
"sudah! kalau mau lagi dirumah saja" seru Regan cepat begitu merasa Rere ingin meminta cium kembali.
Rere tertawa,
"kamu tahu aja" ucapnya tersenyum malu.
"tentu tahu, kamu kan istriku sayang!"
Bersambung ...
__ADS_1