Si Cantik Mengubah Takdir

Si Cantik Mengubah Takdir
37. Di Perkosa?


__ADS_3

"Bilang apa kamu!?"ketus Rere mendengar perkataan Regan samar-samar.


"Hah!? tidak ada kok"balas Regan cepat mengubah posisinya berdiri dan menarik Rere ke dalam dekapannya.


"eh eh mau ngapain!"pekik Rere terkejut saat Regan tanpa aba-aba mengendong dan membawanya ke ranjang.


dihempasnya Rere diatas ranjang sedikit kasar tapi tak menyakiti istrinya.


"mau ngapain!?"jerit Rere menghidik ngeri melihat sorot mata Regan yang menatapnya dalam.


"Sayang!"kata Regan bergerak ikut naik ke ranjang merangkak diatas tubuh Rere, sontak mata Rere terbelalak.


"jangan gini kamu nakutin aku!"pekik Rere mendorong bahu Regan.


"saya mau sekarang!"tekan Regan memenamkan wajahnya di tengkuk Rere.


"ak_aku halangan!"jerit Rere menolak mulai paham maksud dari keinginan Regan


"bohong kamu sudah selesai jangan pikir saya tidak tahu!"tegas Regan tangan nya mulai menyelusuri tubuh dengan masuk ke baju Rere.


"gak usah pegang-pegang!"jerit Rere mendorong wajah Regan yang terasa mengelitik tengkuk nya


"jangan menolak sayang! dosa"tegas Regan penuh penekanan.


"laki gue bukan sih kok berasa kaya mau di perkosa!? aja"batin Rere menjerit.


"sayang!"seru Regan tanpa disadari Rere bahwa dia sudah hampir tanpa busana.


Regan benar-benar gerak cepat membuat Rere tidak bisa melawan.


"Argh!!"jerit Rere reflek menutup matanya saat Regan membuka baju.


tanpa basa-basi setelah membaca doa Regan bak singa kelaparan menerkam Rere sebagai mangsa nya.


akhirnya malam pertama yang tertunda pun terjadi Regan mengagahi Rere berulang-ulang kali hingga merasa puas.


hingga jam dua dini hari Regan mengakhiri kegiatan nya saat melihat Rere benar-benar sudah kelelahan penuh keringat membasahi tubuhnya bahkan bibir nya sedikit pucat.


"maaf sayang"ucap Regan membaringkan diri disamping Rere.


"basi!"lirih Rere lemas.


"untung sayang!"batin Regan.


Rere melirik Regan kesal,


"untung suami kalau bukan ku laporin ke polisi"balas Rere lemas menyindir Regan.


bukan nya tersinggung Regan hanya tersenyum menarik tubuh Rere ke dalam dekapannya.


"selamat malam sayang,saya cinta kamu!"kata Regan lembut.


"malam!"batin Rere membalas.


📌📌📌

__ADS_1


|04:35|


Mata Rere perlahan terbuka matanya mengejap beberapa kali lalu melirik ke samping kanannya terlihat Regan yang nyenyak dalam tidurnya.


"badanku rasanya sakit semua"gumam Rere pelan-pelan memindahkan tangan Regan dari atas perutnya.


"seperti bukan dia aja semalam"lirik Rere tersenyum simpul mengikhlaskan mahkota untuk Regan walau diambil sedikit paksaan.


sebenarnya Rere rasanya mau marah karena semalam Regan tidak meminta baik-baik padanya tapi sudah lah mau marah juga untuk apa toh telah berlalu pikirnya.


"kamu sudah bangun?"ujar Regan dengan suara seraknya Rere sedikit terkejut dan menoleh ke Regan.


"gak masih tidur!"ketus Rere ingin bangun tapi sadar kalau tubuhnya hanya ditutupi oleh selimut.


"emm!"gumam Regan memeluk Regan kembali memenamkan wajahnya di tengkuk Rere.


"lepas ih aku mau mandi"ujar Rere bergerak menjauhkan diri dari Regan.


"diam sayang kamu membangunkanya"seru Regan Blush! pipi Rere menghangat menahan malu dan tubuhnya yang bereaksi saat merasa sesuatu di dekat pahanya.


"Allahuakbar! Allahuakbar!!" suara alarm hp Rere terdengar menunjukkan waktu subuh.


"tuh kan udah azan!"ucap Rere.


mau tak mau Regan akhirnya mengalah melepaskan pelukan nya dari Rere.


"hadap sana!"seru Rere menunjuk arah membelakangi nya.


dengan pasrah Regan mengikuti kemauan Rere merasa aman Rere pun turun dari ranjang berlari kecil walau sedikit meringis merasa sakit bagian intinya.


"jangan berbalik!!"jerit Rere melanjutkan langkahnya nya hingga masuk ke kamar mandi.


📌📌📌


"sayang kamu marah?"tanya Regan menatap Rere yang sibuk bermain ponsel tanpa menghiraukan panggilan Regan disampingnya.


"untung hari Minggu!"batin Rere random.


"sayang!"lirik Regan merapatkan diri kearah Rere.


"maaf sayang saya memang tidak berpengalaman dalam memuaskan kamu dan sangat sulit bagi saya menahan diri saat hasrat itu hadir begitu saja ketika didekat kamu"jelas Regan lemah.


"kan bisa minta baik-baik"kata Rere cemberut.


"ya saya salah maaf ya!"ujar Regan memelas tertunduk.


sudut bibir Rere mendenyut karena menahan senyum merasa lucu saat melihat wajah yang biasa datar itu memelas bersalah.


"kalau boleh jujur aku tuh, kesel banget sama kamu tahu gak!"ketus Rere melirik sinis Regan.


Regan mengakat dagunya seraya menatap menunggu Rere yang akan mengeluarkan keluhnya.


"kemarin ngasih harapan palsu kirain mau ngasih apa ehh malah jarum pentul kan bisa beliin aku yang modal dikit kamukan kaya masa beliin barang istri pelit banget!"cerocos Rere.


"belum lagi bukannya nyesal minta maaf malah nerkam aku tanpa aba-aba!"celetuk Rere.

__ADS_1


"tapikan aku udah minta maaf!"lirih Regan.


"minta maaf apaan ujung-ujungnya bikin kesel lagi"kata Rere memalingkan wajah.


Regan terdiam sejenak menatap Rere seraya berpikir, merasa Regan hanya diam Rere kembali menoleh ke Regan.


"sayang kita pergi jalan-jalan yuk!"ajak Regan tiba-tiba.


"kemana?"tanya Rere terdengar ogah-ogahan.


"kemana pun yang kamu inginkan!"balas Regan tersenyum lembut, Rere mengigit pipi bagian dalam nya menahan senyum.


"aku mau ke mall beli perhiasan sama baju baru terus emm apa ya beli banyak-banyak pokoknya!"sahut Rere terkesan matre.


"rasain siapa suruh nawarin"batin Rere mengerjai Regan.


"baiklah ayo bersiaplah kita pergi!"seru Regan tersenyum senang.


"lah di iyain dong hehe!"batin Rere kesenangan.


Cup!


"thanks darling!" ucap Rere antusias menghadiahi kecupan di pipi Regan dan beranjak mulai mempersiapkan diri.


"sama-sama sayang"balas Regan.


"syukur lah dia senang!"batin Regan tersenyum memegang pipinya yang masih terasa bekas kecupan Rere.


dengan perasaan senang Rere menyiapkan diri berbenah secantik mungkin agar bisa sentara saat berdampingan dengan Regan.


"sayang kamu pakai baju ini ya!"kata Rere menyodorkan baju yang selaras dengan yang digunakannya.


"iya"sahut Regan menerima seraya untuk menyenangkan istrinya itu.


kurang lebih dua puluh menit Rere dan Regan akhirnya selesai bersiap.


"ayo!"ajak Rere menarik lengan Regan tak sabar keluar kamar.


dengan riang Rere menurunin tangga dengan tangan Regan setia menggandengnya.


"Loh loh mau kemana ini dari pagi gak kelihatan ehh sekarang udah mau pergi aja"kata Laras menghampiri mereka.


Rere terkekeh "gimana mau berkeliaran melangkah aja susah tadi untung udah mendingan sekarang!"batin


"kami mau pergi!"jawab Regan lembemnya.


plak! tanpa belas kasih Rere menepuk punggung Regan, sedikit meringis karena terkejut ia menoleh dibalas Rere yang melotot menegur.


"yang sopan!"gumam Rere menegur pelan,lalu Rere menatap ke depan menghadap Laras.


"maaf mah!"ujar Rere tersenyum canggung tak enak hati.


"ah gak papa Regan memang begitu mama bisa maklumi, ya sudah hati-hati ya perginya"kata Laras tersenyum.


"ya sudah kami pergi dulu ya mah Assalamualaikum!"pamit Rere menyalimi mertuanya diikuti oleh Regan.

__ADS_1


"Waalaikumsalam!!"balas Laras tersenyum Rere dan Regan pun pergi sesuai rencana.


Bersambung ...


__ADS_2