Siapakah Aku,Ibu?

Siapakah Aku,Ibu?
Bab 10


__ADS_3

" Naya..." panggil mamah Soraya menghampiri


Melihat keadaaan Anaya dengan wajah pucat dan demam tinggi tak sadarkan diri


" Naya kamu kenapa bangun nay sayang bangun " mencoba membangunkan Anaya menepuk nepuk pipinya namun Anaya tetap tak bangun


" Bibi tolong bi panggil dokter " teriak Soraya memanggil bi Arum menyuruhnya memanggil dokter


" Iyah nyah,siapa yang sakit "


" Anaya bi ayo cepet telepon dokter Dimas " perintah Soraya


Bi Arum pun menelpon dokter keluarga dokter Dimas untuk segera datang kerumah.


Dokter Dimas pun tiba langsung masuk ke dalam kamar Anaya untuk memeriksanya


" Dok,bakai mana " tanya Soraya pada dokter Dimas hawatir


" Anaya hanya demam dan kekurangan cairan,saya beri resep nanti setelah sadar beri kan obat nya biarkan dia istirahat." jelas dokter menuturkan


Setelah dirasa tidak ada lagi yang di cemaskan dokter Dimas pun pamit pulang karna masih ada pasien lain


" Bi tolong batin bubur buat Naya biar nanti bisa minum obat " tolong Soraya pada bi Arum


" Baik nyah, " bi Arum pun keluar dari kamar untuk membuatkan bubur


Sekarang tinggallah Anaya dan Soraya di kamar itu


di tatapnya Anaya yang begitu pucat meski demamnya sudah berangsur turun dibantu dengan kompresi menempel di dahi Anaya.


Eemmmm


Anaya mulai sadarkan diri membuka matanya dengan kepala yang masih terasa berat


" Naya sayang,kamu sudah sadar bagai mana keadaan kamu apa yang sakit " tanya Soraya beruntun


"Mah,kepalaku berat pusing mah " jawab Anaya memijit pelipisnya yang terasa pusing


" Naya makan ya? sebentar mamah ambilkan dulu buburnya " Soraya pun keluar kamar untuk membawakan bubur untuk Anaya


Sementara Anaya yang di tinggal sendiri selagi menunggu Anaya pun mengambil ponselnya di atas nakas karna ia baru ingat tadi sebelum tak sadarkan diri ada telpon masuk Anaya pun ingin memeriksanya.denan masih memegangi kepalanya Anya memaksakan diri meraih ponselnya yang

__ADS_1


ternyata ada banyak sekali panggilan tak terjawab dari sahabatnya Tia dan no tak di kenal dan ada pesan juga dari Tia dan no tak dikenal itu. anaya pun mengerutkan alisnya karna penasaran Anaya pun membuka pesan dari no tak di kenal itu satu persatu


' Nay angkat teleponnya '


' Nay kamu kemana '


' Nay ini aku Asad '


' Nay please... angkat teleponnya sebentar🙏🙏'


' Baiklah kalo kamu sibuk gak papa,aku cuma mau pamitan. aku sekarang di bandara udah mau pergi.kamu harus inget persen aku kemarin tunggu aku ya.. aku akan secepatnya kembali aku akan usahakan cepet lulus agar cepat bertemu kamu '


' Tunggu aku Anaya,I love you..❤️'


Anaya membaca semua pesan Asad dan seketika terkejut dengan pesat terakhir dari Asad yang mengucapkan kata ajaib dengan emoticon hati.


Deg


Bohong kalo jantung Anaya gak berdetak cepat membaca kata ajaib itu.jantungnya berdegup kencang dan keras Anaya hanya memegangi dadanya yang berdegup kencang


" Ada apa dengan jantungku " meremas dadanya karna terlalu kencang berdetak


Sedang asik dengan kebingungannya tiba2 saja ponsel Anaya di ambil dari tangannya entah ulah siapa tapi setelah sadar dari lamunan Anaya menoleh kesamping pada orang yang sudah berani mengambil ponselnya


" Kak,siniin kak__ awauu seeett " Anaya meringis kesakitan karna memang tubuh nya masih sangat lemas dan kepala yang juga masih pusing


" Naya kamu gak papa " Edward segera meraih pundak Anaya dan perlahan membaringkan Anaya ke posisi nyaman


Anaya hanya menggeleng cepat seolah baik baik Karan tidak mau membuat hawatir Edward


" Kalo kepala kamu masih sakit jangan main ponsel dulu.bukannya sembuh yang ada malah tambah parah " ucap Edward mengingatkan


" Iya,maaf " mengaku salah


" Sekarang kamu makan dulu Lalau minum obat mu '" perintah Edward


...****************...


Di pesawat pria taman yang sedang gelisah memikirkan pujaan hati mendadak resah wajah cantik Anaya terus saja muncul di benak Asad entah karna kekuatan hati Asad merasakan ada sesuatu yang terjadi pada Anaya.


" Semoga kamu baik baik saja nay,tunggu aku " gumam Asad memikirkan Anaya

__ADS_1


Setelah minum obat dan istirahat Anaya meras tubuhnya berangsur membaik demam sudah turun kepala tak terlalu pusing Anaya semakin membaik karna reaksi obat


Diraihnya ponsel membuka kembali laman aplikasi hijau membaca pesan dari no tak di kenal.kembali jantung ini bergetar.


" Asad kenap sekarang gue kepikiran Lo sih " Anaya menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan Asad dari pikirannya.namun meski begitu Anaya mulai mengetik sesuatu di aplikasi itu membalas salah satu pesan Asad


" Sad maaf gue baru balas pesan Lo,aku baru membaik tadi gue kenal demam.sad,jangan mengumbar janji cewe itu butuh pembuktian bukan janji.di sana Lo belajar yang rajin Jang mikirin cinta mulu kita masih muda gue cuma berdoa buat lo semoga Lo di sana berhasil raih cita cita Lo dan segera pulang kalo memang kita berjodoh pasti kita di pertemukan kembali" balas Anaya panjang lebar.


Setelah di rasa cukup Anaya pun menyimpan kembali ponselnya di atas nakas.tapibbetapa terkejutnya melihat tiga orang sedang memperhatikannya dengan ekspresi berbeda beda.tiga ponakan gedenya menyorot tajam seakan sedang mengulitinya seketika Anaya menelan salivanya dengan kasar Karan pasti akan ada investigasi.dan benar saja satu persatu mulai memberikan pertanyaaan


" Siap dia Naya " kata Devan memulai


" Lumayan ganteng juga " Daniel memuji foto profil Asda dalaman hijau karan mengotak-atik ponsel anaya


" Punya nyali juga dia nay,deketin Lo " timpal Edward


" Kalian apa apaan sih kalian jangan aneh aneh deh." ucap Anaya mencoba menghindar dari investasi itu


" Lo jangan alihin pembicaraan Naya kami tau tu cowo coba deketin Lo kan segal ngirim pesan ngumbar janji.tunggu aku nay aku akan cepat kembali " Edward menirukan kata kata Asad pada Anaya


" Kita itu gak ada hubungan apa apa lagian dia juga gak ada di sini dia udah pergi kalian gak akan bisa ngerjain dia kaya yang sering kalian lakuin ke para " pungkas Anaya merasa jengah dengan tingkah ketiga ponakan gedenya itu yang dirasa berlebihan


" Kita itu ngelakuin itu but Lo naya " ucap Daniel dan mengacak rambut Anaya karna gemas dengan ucapannya


" Iihhh kan kak Daniel udah kepalaku masih pusing " keluh Anaya karna kenyataannya


" Sorry lupa lo kan lagi sakit ya " merubah dari mengacak acak menjadi mengelus


" Naya,kamu itu harus hati hati sama cowo jangan sampai terulang kembali kejadian itu__ "


" Iya kak jangan diterusin Naya tau.naya juga gak membatasi diri kali kak Naya akan berhati hati " ucap naya memotong perkataan Devan


Tiba tiba saja mendadak ruangan itu berubah jadi sepi mereka terdiam dengan pikiran mereka masing masing setelah melihat raut wajah Anaya yang pasti sedang mengingat kejadian waktu itu karna tak sengaja Devan mengingatkan itu


.


.


.


.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2