
" Maafkan aku Maryam kita akhiri semuanya sampai disini,aku harus menceraikan mu "kembali Ali mengulang maksud dari pilihannya
Dengan sangat terpaksa Ali melakukan itu semata mata untuk melindungi Maryam dari soraya.karna Ali tau kalo dia tidak mau menerima syarat itu maka jangan tanya siapa yang tidak mengenal keluarga Soraya
Bima Bimantara,ayah dari Soraya itu adalah orang yang paling berpengaruh dan berkuasa sehingga yang akan bertindak adalah ayahnya ia mampu kalo hanya sekedar menyingkirkan orang seperti maryam.Bima akan melakukan apa saja untuk putrinya dia tidak akan membiarkan siapapun menyakiti soraya.sungguh tidak bisa Ali bayangkan kalo seandainya itu terjadi mau tidak mau Ali harus menuruti kemauan Soraya meski membuat maryam tersakiti nantinya.
" Tidak mas aku tetap tidak mau kamu ceraikan aku ikhlas menjadi istri ke 2 gak papa asal jangan ceraikan aku." mohon Maryam berusaha membujuk Ali
" Kamu mau berbagi suami ? sedang Soraya tidak Maryam.Soraya tidak mau berbagi suaminya justru yang dia inginkan perpisahan kita " jelas Ali
" Asal kau tau,Soraya mau memaafkan kita dan melupakan segalanya dengan syarat itu perceraian dan satu lagi setelah kita bercerai Anaya ikut bersamaku " tambah Ali
" Tidak mas jangan lakukan itu.baik aku mau kita pisah tapi jangan bawa Anaya mas aku mohon " mohon Maryam menyetujui berpisah asal jangan pisahkan dia dan Anaya.
" Maafkan aku Maryam aku tidak bisa lakukan itu.itu sudah menjadi keputusanku kita harus berpisah " tetap Ali pada keputusannya
Ali tidak memberi tau Maryam alas sebenarnya karna itu juga demi kebaikan Maryam sendiri biar Maryam membencinya nanti asal dia aman dan Ali bisa melindungi Maryam dari kekejaman Bima Bimantara
Setelah memberi keputusan itu Ali pun pergi keluar dari ruangan itu meninggalkan Maryam yang menangis meratapi nasib rumah tangganya.ali menghampiri pengasuh Anaya lalu mengambil alih Anaya dari gendongannya ia membawa Anaya pergi bersamanya
" Ibu... ibu... " panggil Anaya menangis memangil ibunya Karan pergi dengan ayahnya Tampa membawa ibunya
Mendengar Anaya memangilnya dengan cepat Maryam keluar dari ruangan itu menghampiri Anaya namun sayang setelah keluar Anaya sudah di bawa masuk ke dalam mobil oleh Ali
" Mas... tunggu mas jangan bawa Anaya mas aku mohon jangan bawa Anaya.." teriak Maryam menggedor kaca mobil Ali
Namun Ali seolah tuli tidak mau mendengar teriakkan Maryam Ali justru mempercepat laju mobil meninggalkan Maryam seolah tak perduli
" Maafkan aku Maryam maaf.." gumam Ali
dengan meneteskan air mata menahan sesak
Melepas orang yang dia cintai di saat sedang cinta cintanya seperti menghilangkan rasa nikmat yang sedang dirasa sesak,sakit,kecewa.semua bercampur aduk
Sabar ya Ali hidup emang suka kaya gitu hobi mainin...😊
__ADS_1
...****************...
Delapan belas tahun kemudian..
Semenjak kejadian itu kini Anaya tumbuh menjadi gadis yang cantik periang baik hati rajin menabung dan tidak sombongðŸ¤
Soraya memenuhi janjinya ia benar benar memperlakukan Anya sama dengan anak anak nya yang lain.Anaya diberi kasih sayang cukup diberi pendidikan layak tak iya kurangi semua sama.
Soraya memposisikan seakan ia ibu kandungnya karna memang Soraya sengaja menyembunyikan identitas Anaya yang sebenarnya.soraya tidak mau terus mengingat kebohongan suaminya itu biarlah semua mengalir bagai air biarlah Ayana menganggap ia ibu kandungnya.
begitu pun Ali sejak bercerai dengan Maryam dan membawa Anaya bersamanya.sejak itu juga sikap Ali berubah Ali menjadi dingin tak tersentuh menghindari Soraya dengan cara menyibukan diri dengan pekerjaan kantornya sampai Ali menjadi gila bekerja dan perlahan mengubahnya menjadi pria dingin tak tersentuh
Ali berubah menjadi tak sehangat dulu lagi bahkan perubahannya itu ia lakukan juga pada keluarganya termasuk Anaya juga.
Ali tak pernah lagi memberi perhatian pada anak anak nya seolah dia sedang protes
turunkan harga..😅
Ali menjadi ayah yang tak sehangat dulu pada anak anaknya dia sama sekali tidak pernah memberi perhatian lebih pada anak anaknya benar benar berubah
Seperti saat ini Ali lebih memilih bekerja dari pada menemani anaknya yang sedang berulang tahun.dia seolah tak perduli pekerjaan lebih penting di banding merayakan ulang tahun Anaya.
" Makasih kak,kakak yang terbaik "sambut Anaya antusias
" Selamat ulang tahun juga Anaya adik kaka yang paling manja sama kak ichika doa terbaik juga untukmu " Ersya juga memberi selamat ditambah sedikit menggodanya .
" Tapi maaf kadonya nanti ya nyusul soalnya gak sempet beli maklum sibuk "
" Sibuk gak jelas " timpal Ichika pada Ersya
mendengar ichika mengejeknya Ersya berdecak kesal tau aja kakak nya dengan kebiasaannya yang pelupa namun tetap ingin tampil perfek.
" Iya maaf ya Anaya Kaka lupa beli " menggaruk tengkuknya yang tak gatal sambil nyengir kuda
" Ah kak Ersya kebiasaan lupa Mulu perasaan kebiasaan nyusul tapi nyicil lagi " berdecak kesal seolah kecewa padahal dalam hatinya cekikikan bales menggoda kakak satunya yang pelupa itu.
__ADS_1
" Iya deh iya Anaya maafin kakak nama nya juga lupa maaf yah janji deh yang ini gak bakalan nyusulnya lama dan gak bakalan di cicil " ucap Ersya merasa bersalah karna pelupanya itu
" Emmmmm... ha ha ha.. " tawa Anaya meledak karna sudah tak mampu menahannya melihat ekspresi kakak nya membuat ia tak mampu lagi menahan tawa
" Loh kok kamu malah ketawa sih Naya apa nya yang lucu " tanya kakak Kakak
" Maaf kak aku gak tahan liat ekspresi kak Ersya " jawab Anaya sambil terus tertawa
" Sudah ngeledekin Kaka nya puas " ketus Ersya yang menyadari kelakuan Andik nya itu
" Sudah,maaf ya kak.dengeria ya kak ada ataupun gak ada nya Hadian bagi aku itu gak masalah yang terpenting dia dan kasih sayang kak aja udah cukup itu udah melebihi hadiah ya kecuali kalo hadiahnya hp terbaru ada tuh kak iPhone 16 pro max itu yang katanya mau liris." ucap Anaya tulus namun pada ujung ujungnya menggoda ersya kembali
" Anaya... itu sih maunya kamu.. "seru kedua kakaknya
" Kompak bener " jawab Anaya dengan sembari mengerucutkan bibirnya
Surprise...
pletukkk
pletukkk
Daniel,Devan,Edward.memberkan kejutan kepada Anaya dengan kepulangan mereka dari luar negri
" Kak Daniel,kak devan kak Ed kalian pulang.. " seru Anaya merasa senang dengan kedatangan mereka
" Iya dong kita pulang ini kan hari sepesial kamu masa kita gak datang iya gak Dev " Edward mewakili yang lain sambil menyenggol Devan karna terlalu cuek
" Iya kami datang karna ingin memberi kejutan untukmu " jawab Devan dengan ekspresi datarnya
emang Devan terkenal berbeda dari yang lain ia termasuk pria cuek dingin namun peduli
" Selamat ulang tahun yang ke 18 onty kecil kami " serempak ketiga nya memberi selamat
" Sama sama kak.tapi jangan pake embel2 kecil lagi dong bisa gak ? aku udah gede sekarang umurku 18 tahun " protes Anaya merasa gak suka dibilang kecil Mulu sama mereka
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...