Siapakah Aku,Ibu?

Siapakah Aku,Ibu?
Bab 2


__ADS_3

Mendengar penjelasan Ali Soraya jadi tambah merasa bersalah namun ego di dalam dirinya mengalahkan rasa pedulinya.


" Aku kan memaafkan mu mas, dengan satu syarat " Soraya menghampiri sambil mengusap kedua ujung matanya yang basah dan wajah sembab karena terus menangis memberikan syarat kepada Ali


" Apa syaratnya " Ali ikut mendekati Soraya dan memegang kedua tangannya di genggamnya sambil menatap kedua manik mata Soraya orang yang juga ia cintai menunggu kelanjutan ucapan soraya


" Syaratnya tinggalkan Maryam dan bawa anaknya kemarin " Soraya tampar ragu sedikitpun meminta hal seperti itu pada suaminya


" Apa.. kenapa harus itu persyaratannya Soraya " melepas genggaman tangannya dari Soraya


merasa terkejut dengan permintaan nya.


" Iya,hanya itu persyaratannya kalo kamu dan Maryam ingin aku maafkan dan melupakan kejadian ini.tinggalkan dia dan bawa anak nya bersamamu.dengan itu rasa tanggung jawab mu kepada kedua orang tua Maryam sama terpenuhinya " putus Soraya karna hanya dengan cara itu Ali bisa terbebas tampa terbebani oleh tanggung jawabnya


" Apa tidak ada syarat yang lain Soraya " tawar ali pada soraya karna merasa berat kalo untuk menceraikan Maryam


" Tidak,hanya itu mas.kamu jangan khawatir setelah kamu menceraikan Maryam aku akan menerima anakmu dan Maryam aku akan mengurusnya membesarkannya sama seperti aku mengurus anak anak kita." balas Soraya meyakinkan Ali kalo dia akan melakukan apapun demi keutuhan keluarga nya


Aku akan melakukan apapun demi keutuhan keluarga kita mas,apapun sekalipun aku harus menerima anak dari hasil kebohongan mu mas.meski aku ragu apa aku bisa menyayangi anak itu atau tidak nantinya.


Ucap Soraya itu di dalam hatinya


" Baik,akan aku pertimbangkan.sekali lagi maafkan aku " setelah mengucapkan itu Ali pergi untuk memikirkan persyaratan yang Soraya minta


Setelah Ali pergi kaki Soraya terasa lemas dia sedari tadi hanya berusaha tegar dan tegas namun nyatanya Soraya tidak setegar itu hatinya hancur menerima kenyataan pahit.berbagi suami itu hal yang tidak pernah ia bayangkan.


Suami yang sangat ia cintai itu nyatanya berbagi cinta dengan wanita lain dan wanita itu teman yang sudah dia anggap adik selama ini.


Soraya meminta persyaratan itu pada suaminya dengan terpaksa ego yang menguasai hatinya nyatanya mampu mengucapkan ucapan yang akhirnya meminta hal yang Soraya tau akan melukai hati Maryam kelak.namun,apa daya Soraya tidak mau menerima resiko sakit yang akan berkepanjangan dia tidak mau anak2 nya pun ikut merasakan sakit yang lebih dalam lagi kalo seandainya semua itu dilanjutkan karna tidak mudah menerima perubahan berbagi cinta,berbagi suami,berbagi ayah.itu hal yang sulit


Membiarkan suami berpoligami itu hal yang sulit ia terima bukan Soraya tidak tau akan pahala besar mengijinkan suami untuk berpoligami namun, nyatanya dia tidak seikhlas dan sesabar para istri Nabi yang mampu menerima suami mereka menikah lagi

__ADS_1


Nyatanya Soraya merasakan sakit dan tak ikhlas berbagi suami.


" Maafkan aku mas.." Soraya menjatuhkan tubuhnya kelantai sambil terduduk lemas dengan di barengi derasnya air mata yang ikut turun menandakan beta ia terluka dengan semua ini.


" Sudahlah mah,keputusan mamah sudah benar memang seharusnya mamah lakukan itu.wanita itu pantas menerimanya." Tutur ichika menenangkan ibunya


" Tidak ichika,jangan kamu berbicara seperti itu bagai mana pun wanita itu sudah mamah anggap adik.mamah tau itu akan melukainya namun hanya dengan cara itu agar keluarga kita tetap utuh " ucap Soraya dengan sedikit bentakan pada anaknya memberi tau kalo maryam tidak sejahat itu ibunya hanya terpaksa melakukan itu demi keutuhan keluarga.tampa harus membenci Maryam karna bagai manapun Soraya sudah terlanjur menyayangi maryam.meski nantinya akan ada kerenggangan di antara mereka


" Sudahlah kak,biarkan mamah istirahat kita antar mamah ke kamar.yang sabar ya mah,ini ujian dari Allah untuk kita.ayo kita antar mamah ke kamar." ucap Ersya yang serasi tadi diam menengahi kakak dan mamahnya Karana Ersya merasa situasi seharusnya mamahnya menenangkan diri sekarang bukan malah berdebat dengan kakaknya


" Ya,kamu benar mamah seharusnya istirahat menenangkan diri.maafkan aku mah." ichika menyadari kesalahannya yang seharusnya tidak ikut campur permasalahan mamahnya.


" Tidak apa,mamah baik baik saja mamah ke kamar dulu " Soraya pun pergi meninggalkan kedua anaknya menuju kamar untuk menenangkan diri


...****************...


Satu pekan sudah berlalu setelah kejadian itu Soraya maupun Maryam tidak lagi bertemu Ali entah kemana Ali pergi.soraya mau pun Maryam sama sama di landa dilema mau di bawa kemana rumah tangga mereka kedepannya lanjut atau tidak.


Mendengar Anaya terus memangil ayahnya hati Maryam terasa tercubit sakit hatinya merasa sakit tak tega mendengar anaknya terus memangil ayahnya yang sudah satu pekan tak ditemuinya entah kemana suaminya pergi apa mungkin Ali bersama Soraya.


" Sabar ya nak,ayah lagi kerja nanti sebentar lagi juga pulang." ucap Maryam menenangkan Anaya yang terus memangil ayahnya


" kemana kamu mas,apa kamu di sana bersama Mbak Soraya atau kamu dimana " tanya Maryam dalam hatinya menanyakan dimana keberadaan suaminya


setelah Maryam bertanya tanya dalam hati tak lama dari itu terdengar suara mesin mobil masuk ke pekarangan rumah sederhananya


Maryam pun menghampiri membuka pintu berharap itu suaminya dan benar saja yang datang adalah suaminya


" Mas... akhirnya kamu datang juga kemana saja kamu seminggu ini tidak ada kabar di telepon gak aktif.anaya terus nanyain kamu " menghampiri Ali dengan banyak pertanyaan


" Maafkan aku Maryam aku tidak memberi kabar.mana Anaya.." jawab Ali singkat lalu menanyakan Anaya

__ADS_1


" Anaya sayang,ayah datang " panggil Maryam pada anaknya yang sedang asik bermain


mendengar nama ayahnya di sebut anak kecil itu berdiri lalu berlari meski dengan tergopoh-gopoh karna belum lancar berjalan


" A ayah.. ayah.. " panggil Anaya menghampiri minta di gendong ayahnya Ali mengendong Anaya menghujaninya dengan ciuman rindu karna seminggu tak bertemu


" Ayo kita masuk mas,kamu pasti lelah aku sudah masak makanan kesukaan mu " mereka pun masuk


" Maryam,setelah selesai makan nanti ada yang ingin aku bicarakan denganmu penting " ucap Ali memberitahu akan ada yang ingin ia sampaikan


mereka pun mulai makan dengan biasanya sambil Maryam dan Ali sesekali bergantian menyuapi Anaya yang ikut makan bersama.


Namun selama makan pikiran Maryam terus bertanya tanya apa yang akan suaminya sampaikan.akhirnya selesai makan Maryam menitipkan anaya pada pengasuhnya lalu ia sendiri menghampiri suaminya yang masuk ke ruangan kerja.


" Mas,apa yang ingin kamu bicarakan " duduk mendekati suaminya menanyakan apa yang ingin mereka bahas


" Marya... " Ali menjeda ucapannya diraihnya tangan Maryam menarik napas dalam lalu menghembuskan ya untuk memulai mengutarakan apa maksudnya


" Iya apa mas " jawab Maryam


" Sayang sebelumya aku ingin meminta maaf terlebih dahulu maaf karna harus memilih keputusan ini.bukan aku melupakan cinta kita namun ini demi ke baikan bersama.maaf aku harus menceraikan mu " ucap Ali mengutarakan pilihannya


" Apa maksudnya ini mas,kamu Jang bercanda apa maksud kamu menceraikan ku " tanya Maryam Marasa terkejut dengan ucapan suaminya


" Maafkan aku Maryam kita akhiri semuanya sampai disini.aku harus menceraikan mu."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


__ADS_2