
Edward Devan Daniel berusaha mengejar taksi yang di tumpangi Anaya namun mereka tak ada satupun yang berhasil menemukan Anaya taksi yang ditumpang Anaya pun sudah tak ada anaya lagi supir taksi mengantarkan Anaya sampai di halte tapi setelah mereka mendatangi halte tersebut Anaya pun tetap tak di temukan entah kemana Anaya perginya.
Merekapun tak hentinya menghubungi Anaya namu no Anaya tak aktif " Kemana kamu nay " gumam Edward
mereka pun memutuskan untuk pulang terlebih dahulu biar besok mereka akan lanjut mencari Anaya kembali.
" Bagai mana Ed apa Anaya ketemu " tanya Ersya ibunya Edward menghampiri
Edward hanya menggeleng dia menghembuskan nafasnya lemas bahkan yang lain pun sama sepertinya hawatir itulah yang mereka rasakan kepergian Anaya adalah hal yang pertama dan dalam keadaan kacau siap yang tak hawatir.
" Tidak Bun aku tidak bisa menemukan Anaya aku akan mencarinya lagi nanti subuh" edward meyakinkan Ersya karna melihat raut kecewa di wajah bundanya
" Bagaimana ini Ed kasihan Naya diluar sana dia sendirian.dimana kamu Naya " ucap Ersya dengan tangis yang sedari tadi tak henti karna menghawatirkan Anaya
" Kalian istirahatlah dulu lanjutkan besok malam sudah semakin larut " ucap ichika menyuruh mereka istirahat
__ADS_1
." Bagaimana oma " tanya edward mengingat tadi Omanya sempat histeris
" Oma sedang istirahat di kamar kalian temui Oma besok saja ya " pinta ichika
Mereka pun memutuskan istirahat dan akan lanjut mencari Anaya besok
Keesokan harinya Edward,Daniel,Devan dan yang lain pun kumpul di ruang tamu karna Oma Soraya meminta berkumpul terlebih dahulu.
" Ada apa Oma" " Edward mengawali bertanya dengan nada datar karna tidak di pungkiri Edward sedikit kecewa pada Omanya itu
" Maafkan Oma,maafkan mamah kalo saja Oma tak egois Anaya tidak akan pergi.oma mohon temukan Anaya Oma sangat menyesal Oma akan memperbaiki semuanya " soraya memohon pada ke tiga cucunya dan anak menantunya.
" Oma menyayangi Anaya Oma bener benar menyayanginya kasih sayang Oma tidak palsu semua murni Oma menyesal karna Oma mengatakan semuanya Oma tau Oma egois Oma khilaf Oma akan memperbaikinya oma janji " ucap Soraya dengan tangis penuh penyesalan hatinya tersayat menyesali tindakannya
Mereka tau kalo Soraya sebenarnya sangat menyayangi Anaya namun karna kekecewaan yang pernah ia rasakan membuat setiap kali melihat Anaya setelah kehilangan Ali suaminya maka Soraya teringat dengan luka itu
__ADS_1
Tampa suaminya tau setelah Soraya menyadari kesalahannya Soraya mencari Maryam saat usia Anaya 4 tahun Soraya mempertemukan Anaya dengan ibunya Soraya sadar bahwa yang dia lakukan selama ini itu salah menjauhkan anak dari ibunya itu perbuatan yang salah awalnya hanya ingin memberi pelajaran Maryam namu bukannya tenang setelah melakukan itu Soraya justru di landa kecemasan Soraya menjadi memiliki kecemasan yang berlebih kala mengingat perbuatannya pada maryam.oleh karna itu Soraya mencoba memperbaiki semuanya setelah semakin hari kasih sayang Soraya pada Anaya semakin tumbuh saat itulah Soraya memutuskan akan mempertemukan Anaya dan Maryam dia membebaskan Maryam menemui Anaya di belakang Ali suaminya.
Soraya sering mengunjungi Maryam di kota tempat Maryam tinggal sekarang namun Soraya menyayangkan sikap Maryam dai mengubah panggilan Anaya padanya yang seharusnya ibu justru menjadi onty padahal Soraya sudah melarang itu kenapa Maryam melakukan itu jawan dari Maryam hanya " Biarlah tidak apa apa nanti juga ada saatnya Anaya memanggilku ibu " ucap Maryam enteng Maryam sudah mempercayakan Anaya sepenuhnya pada Soraya.
" Untuk sekarang biarkan seperti itu biarkan anaya memanggilku onty akan tiba waktunya dimana Anaya pasti akan memanggilku ibu.aku serahkan anaya pada Mbak aku percaya mbak bisa jadi ibu yang baik buat Anaya." tambah Maryam memperjelas.
Maryam tidak akan menuntut Anaya kembali padanya dengan Soraya mengijinkannya sering bertemu dengan Anaya itu cukup.mereka membesarkan Anaya bersama sama tampa Ali tau karna suaminya itu sibuk dengan pekerjaannya setiap kali Soraya ada pekerjaan di luar kota soraya selalu membawa Anaya dan menitipkannya pada Maryam selama ia bekerja dan bahkan tidak hanya sedang ada pekerjaan pun Soraya selalu membawa Anaya selalu datang mengunjungi Maryam terus dan terus seperti itu hingga pada usia Anaya menginjak 13 tahun Anaya tak lagi mengunjungi Maryam karna kesibukan Soraya di perusahaannya.
Soraya baru menyadari betapa perihnya setelah Anaya pergi kenapa perasaan itu kembali hadir menghantuinya padahal dia sudah berdamai dengan masalalunya Anaya yang tidak tau apa apa menjadi korban sungguh Soraya benar benar menyesal dengan perbuatannya bagai kalo Maryam tau hal ini Maryam sudah tulus dan percaya padanya.
" Apa yang harus aku katakan pada Maryam kalo sampai Anaya tak bisa di temukan " ucap Soraya baru menyadari akan ibu nya Anaya bagai mana kalo maryam mengetahui hilangnya anaya apa yang Soraya harus katakan apa Soraya harus mengungkit lagi masalalu padahal dia sudah berdamai dengannya
semua orang terdiam mereka pun bingung apa yang harus merek katakan kesalahpahaman ini harus segera di selesaikan
...****************...
__ADS_1
Sedang di tempat lain Anaya sedang menangis di pelukan sahabatnya Tia setelah Anaya pergi dari rumah itu dan naik taksi Anaya memutuskan berhenti di halte bus,Anaya merasa bingung mau pergi kemana dia sedang Anaya pergi tidak membawa apapun lalu dia mencoba menghubungi Tia sahabatnya untuk minta tolong beruntung keluarganya Tia yang memang sudah mengenal Anaya mau menerimanya.anayqbpun di jemput Tia di halte itu Anaya menceritakan semuanya pada Tia kenapa dia bisa kabur dari rumah dan Anaya pun meminta Tia untuk jangan pernah mengatakan pada siapapun Kalo dia bersamanya.
" Tia kenapa hidup gue jadi gini mereka semua membohongiku,mereka semua gak pernah tulus selama ini gue tak lebih bagai barang rongsokan tak berguna.sakit Tia di sini sakit banget " anaya terus bercerita pada Tia dengan dada yang terus ia pukul karna sesak sangat sakit.